Ajarkan Aku Mencintaimu

Ajarkan Aku Mencintaimu
Eps 34 ibu senang


__ADS_3

" Assalamualaikum " setelah mengucap salam dan seraya melangkah ke dalam rumah.Alvaro membuka kunci dan mendorong pintu kedua nya.


Saat pintu terbuka Alvaro masuk di ikuti Melisa dari belakang.Tiba tiba melisa melihat semua barang yang di lewati ada lukisan wanita,minyak tanah,dan ada senjata di sana membuat bulu kuduk nya merinding.


Tanpa hati hati dia terlalu sibuk melihat lihat hingga tidak sadar menabrak sesuatu.


" Aduh sakit sekali " Melisa meringis dan memegang dahi nya.


" kau yang menabrak punggung ku ,kenapa kau yang sakit " Al mendelek dan terus berjalan.


" punggung mu keras sekali , seperti tembok beton "! Melisa asal bicara dan terus mengusap dahi nya.Alvaro hilang dari pandangan nya entah kemana dia pergi.


" Cih,kemana dia sekarang "?


tiba tiba langkah kaki mengarah pada nya.Melisa takut dan hanya berteriak memanggil nama al dan menutup wajahnya.


" Nona ,ini aku " Seorang wanita memegang tangannya.

__ADS_1


Melisa membuka matanya pelan pelan.


" Ayo kita ke kamar " ibu mengandeng dan Melisa mengikuti nya.


" Alvaro kemana Bu "


" dia sedang sholat magrib ayo nona juga ikut sholat menyusul ,waktu magrib hampir habis "


" Saya habis melahirkan Bu "! Melisa langsuh sedih dan menangis ,ibu membawa nya ke kamar.dan membaringkan nya di tempat tidur


" pantas dada nya begitu bengkak ,dan masih terlihat perut nya masih gendut seperti itu beda dengan saat dia ke sini beberapa bulan lalu " Gumam ibu dalam hati saat Melisa menangis.


" Kenapa kau malah ke sini ,bukannya anak mu harus minum ASI ibunya" tanya


ibu pada Melisa,semakin membuat Melisa menangis lebih kencang.Alvaro di bawah sampai mendengar tangisan nya.


" Aku benar benar salah membawa nya ke sini, hadeuh pusing sekali " Alvaro hanya menggerutu dan melanjutkan makan malam nya, setelah selesai dia masuk ke kamar yang berada tidak jauh dari meja makan.Merebahkan tubuhnya tampak begitu lelah dan tidak lama dia langsung tertidur.

__ADS_1


* *


"Bu aku merasakan sakit di dada ku ,apa ini ?apa yang aku harus lakukan" Melisa memegang dada nya merasakan begitu linu dia baru pertama kali merasakan sakit seperti ini.


" Itu berarti anak mu ingin minum asi di jauh sana " ibu seraya berdiri mengambil handuk kecil dari lemari di kamar itu.


" bagaimana aku bisa menyusui nya,bahkan Allah lebih menyayangi anakku bu " Melisa menutup wajahnya,mengeluarkan kata kata mengakui bahwa anaknya sudah tiada.Ibu sedang berjalan menuju luar kamar,langkahnya terhenti saat mendengar Melisa begitu berat mengucapkan alasan nya pergi ke sini.


" Ya Allah,maaf kan aku Nak ,ibu tidak tahu " Ibu memeluk Melisa dan ikut menangis,mereka menangis sebagai sesama perempuan,yang ikut merasakan bagimana kehilangan anak yang kita sayangi, sedangan Allah lebih sayang pada nya melebihi kita sendiri.


" Kau harus ikhlas nak " ibu mengusp rambut gadi di hadapannya begitu rapuh dan hancur.


" Aku insya Allah ikhlas Bu ,insya Allah" Melisa terasa suara nya semakin berat,dan terus memeluk wanita separuh baya di hadapannya.


" Bu aku lapar " Melisa mengakui rasa lapar nya karena memang dari pagi belum makan apa pun.


" Diam di sini ,aku akan ke bawah mengambil makanan" Ibu seraya berjalan menuju luar

__ADS_1


" Terimakasih Bu " Melisa membuat ibu itu berhenti dan berbalik tersenyum padanya.


Bersambung


__ADS_2