
Hari ke tiga di rumah sakit Arga belum terlihat menjenguk nya.Melisa terus berharap dia datang tapi tidak terjadi.Di sisi lain Arum berusaha untuk mencari Arga di rumahnya bahkan dia tidak pulang saat dari rumah sakit,Naira sampai bingung mencari Kaka nya.Arum kembali ke rumah sakit karena Dokter sudah mengijinkan Melisa pulang
hari ini.
" Melisa,apa kau di toilet "?
Arum masuk tapi tidak melihat Melisa,dia Sangat takut karena melihat Melisa begitu Frustasi.
" Oh tuhan dimana anak ini "? Arum terus menanyakan tapi tidak ada yang melihat.
Arum terus Berusaha mencari ke setiap sudut rumah sakit sampai dia merasakan kaki nya begitu lelah.
* *
Di sisi lain Melisa sedang berusaha mengakhiri diri nya.Dia naik ke atas gedung rumah sakit berdiam diri di sana.Diam dan menangis rambut berantakan wajahnya begitu muram.dia melangkah perlahan mencapai sisi gedung jika dia terus melangkah dia akan jatuh dan hancur di bawah.
Melisa terus melangkah dan dia membayangkan semua memory indah bersama Arga , suaminya yang sekarang entah dimana.
untuk langkah terakhir dia memejamkan mata untuk siap meloncat dari atas gedung dia tidak berpikir dua kali sebelum dia akan Melakukan nya.
__ADS_1
Melisa memejamkan matanya kembali dan melangkah kan kaki nya untuk terakhir.
Dia merasakan sakit di tangannya seseorang menarik dari belakang dan membuatnya jatuh di pelukan seseorang.
" tolong maafkan aku,aku juga tidak mau anak kita tiada " Melisa meracau dan memeluk seseorang di sana
" Kau bahkan tidak menjenguk ku sayang" Melisa terus mengeratkan pelukannya
" tolong jangan tinggalkan aku ,terus peluk aku maafkan aku". Melisa menangis tersedu-sedu di Dada seseorang dia merasakan dekapan itu begitu menenangkannya.
" tolong maafkan aku " Melisa seraya melepaskan pelukannya dan melihat yang dia peluk bukan arga,dia mundur kaget dan terus menangis terus melangkah ke belakang.
" Kau mau kemana" laki laki itu kembali menariknya dan menjauh dari sisi tebing.
" Maafkan aku Al,Al tolong aku ingin mati saja lepaskan tanganku " Melisa berontak berusah terlepas dari Alvaro.
" tidak akan aku lepaskan,ayo ikut " Al terus menariknya ke dalam lift dan menuju lantai paling bawah.
Dari jauh Arum melihat Melisa, yang dia cari dari tadi dia berteriak meneriaki Melisa dia melihat melisa di tarik seorang lelaki menuju mobil.
__ADS_1
Melisa tidak menoleh dan mobil itu berjalan berlalu pergi meninggalkan rumah sakit.
" Sial ,mobil nya cepat sekali " Arum mengumpat kesal dan menaiki motornya menuju rumah Arga.
Di rumah Arga Arum duduk di ruang tamu dan sesekali mondar mandir menunggu Arga keluar dari kamar, menurut Naira dia baru pulang tadi selepas Arum pergi tidak lama arga datang dengan kondisi memprihatinkan.
" lama sekali dia " Arum terus mengumpat kesal.
" aku sudah satu jam di sini sial apa dia mempermainkan ku " Arum mendekati pintu kamar Arga dia sangat kesal dengan suami dari sahabatnya itu.Tiba tiba pintu terbuka Arga keluar dari kamar, seperti setelah menangis dan berusaha menutupi dengan membasuh wajahnya.Arum bisa melihat rambut Arga basah tapi bukan karena selesai mandi.
" kau mau apa " Arga bertanya dan memasang wajah begitu kejam ,dan kesal dan tidak duduk mereka berdiri seperti ingin berperang.
" apa kau mencintai Melisa " Arum menyodorkan pertanyaan dan membuat Arga murung menunduk dan berbalik.
" aku sudah tidak mencintai nya" Arga berusaha menahan suara nya yang makin berat.
" Kau bohong "!.Arum tegas dan menyilang kan tangannnya di dada,menantang.
" aku sudah mengurus perceraian " Arga berucap dan kembali berbalik menatap Arum dan arum refleks membuka tangan yang dia lipat tadi.
__ADS_1
" apa kau sudah gila ,dia membutuhkan mu sekarang "! Arum setengah berteriak pada laki laki di hadapannya.
Bersambung