
Tiba di rumah Melisa.Al duduk menunggu sambil main ponsel. Kebiasaan nya tersenyum penuh telak teki menatap layar ponselnya.Entah apa yang dia lihat , cuma dia yang tahu dan seseorang yang selalu memergokinya.
Naira sedang duduk bersebelahan dengannya.Dia melamun terus sejak dari pesta tadi.Al menuju mobil mengeluarkan plastik besar dari bagasi nya.Tapi tetap Naira tidak menoleh tatapan nya begitu kosong melompong.
" Adek manis ini untuk mu" Al menyodorkan satu bungkus Snack ukuran jumbo padanya.Tapi Al kesal dengan wajah Naira saat melihat nya.
" Kakak tidak mengerjai ku kan?
" mau kakak apa sok baik begini"?
Naira masih diam dan menatap tajam Alvaro di sebelahnya.
" Hisssh tidak jadi lah menyebalkan" Al meleos membuang muka dari arah Naira.Padahal dia sudah Tersenyum seluas samudera.
" Kakak aku mau "! Naira mengambil dua bungkus Snack dan dia peluk di dadanya.
*Aku memberi mu satu,malah mengambil lagi ,Kaka sama adik sama sama membuatku jengkel!!!
" Kakak* alvaro yang manis dan tampan Terima kasih ! " tersenyum Sejuta Watt dan menyipitkan mata.
Naira pergi ke kamarnya dengan tertawa riang.seketika kesedihan nya hilang entah kemana.
Al merasa bangga pada diri sendiri membusungkan dada.Menepuk nya seolah berhasil dalam perang hayalannya.
" Kau kenapa? " Arum datang bergelayut di tangan Al.Al langsung berdiri membuat Arum jatuh tersungkur.
__ADS_1
" Rasakan dasar genit"!! memaki sekuat tenaga sampai urat leher muncul
" Dasar, aku hanya ingin Snack ,mana jatahku"
" Hisssh sialan "!
Al melempar snack dengan kuat .Arum menunduk malah menghantam Melisa yang baru di ujung pintu.
" Aw mataku sakit " Melisa mengucek pelan matanya.bungksuan ujung Snack menusuk matan.Al kaget langsung meniup pelan dan sangat khawatir gara gara dia pujaan hati nya tersakiti.
" Maafkan aku sini hufffff" Meniup pelan mata kekasih hayalannya.Terus meminta maaf merasa bersalah.
" Aku tidak apa apa Al" mendorong Al tapi tubuh kekar itu tidak bereaksi.
" Al lepaskan ,kau mencium mata ku bukan meniup sialan ,rasakan ini " melisa mencubit tangan Al sekuat tenaga
Al menjauh duduk kembali.
" Pulang sana "! Melisa mulai kesal dengan Al selalu membuatnya kesal.
Al diam menikmati minuman kaleng favoritnya.
" Kau menginap saja Al " sahut Arum yang sibuk mengunyah, mulutnya sampai penuh.
" Menjijikan,jangan menghadap ku" Al kembali bertarung dengan Arum yang selalu membangkang nya. Al berbalik ke arah.tembok karena kesal dengan Arum hadeuh apa si!.
__ADS_1
" Al pulanglah sebentar lagi hujan "? sahut Melisa sambil memainkan laptop dipangkuannya.
" Dari mana kau tahu,kau pawang hujan ya?"
Al tertawa kembali saat melihat ekspresi melisa.
Melisa hanya diam terserah tidak perduli dengan semua ocehan Al padanya.
Hingga berlangsung lama keheningan tercipta Arum terus mengunyah Snack.Melisa sibuk bermain dengan laptopnya.Berbeda dengan Al yang sibuk mengubah posisi terus menerus karena dia sedang memotret dambaan hatinya.Santai jangan sampai Melisa tahu, bisa mati kalau dia menyadari nya. Seperti gumam Al dan terus mengangkat naik turun tangan dan ponsel.Dia tidak tahu seseorang mengintip memperhatikan nya juga.
"Al mau kemana?? Tanya Melisa melihat Al membersihkan sisa makanannya
" Mau pulang, ibu sudah banyak sekali mengirimkan pesan ini ,itu, ini, ini ah pusing"! Al mendesah dan terus memakai jaket nya.
" ibu sangat menyayangi bayi tua nya ternyata Haha"
" Apa?"
" Tidak "!
" Aku pulang Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam salam " Jawab Melisa.
Al walaupun tahu dia bukan ibu kandungnya.Tetap selalu menjaga agar hati ibunya tidak terluka.Melakaukan apapun yang ibunya minta.ibu Lastri sangat baik itu sebabnya Al tidak bisa menyakiti hatinya.
__ADS_1
Bersambung