
Melisa pulang dari sekolah menuju sebuah taman.Dia menunggu seseorang ingin menanyakan sesuatu.
kring ponsel panggilan masuk " Alvaro kekasihku"
" hemm,kau dimana ?".
" Aku sudah di taman al?"
" Aku ingin eskrim greentea.!"
"bawa minuman juga ya!"
" hahaha maafkan aku,aku menunggu mu.Cepatlah !"
Melisa berdiri mengamati sekitar,anak anak bermain dan ibunya saling bergosip dengan ibu lainnya.Melisa hanya tersenyum tipis terus pikirannya berlarian kesana kemari,membuatnya lelah berfikir dan lelah juga menunggu Al.
Melisa sedang duduk menunggu, menghentakan kaki nya berulang kali mengusir pegal.
Jleg.Seseorang memeluknya secara paksa padahal ini di taman dan ramai.Tapi entah setan apa yang merasukinya.
" Lepaskan aku" Melisa mengenali siapa yang memeluknya,dia adalah mantan suaminya.
" Diam sayang,diam aku merindukan mu " Laki laki tidak tahu diri terus mengeratkan pelukannya.
" Kita sudah bercerai lepaskan aku ,lepas" terus berontak sekuat tenaga . Melisa menangis berteriak histeris, sekuat tenaga agar orang orang mendengar.Tapi tangan manusia gila membekap nya dengan kasar.menciumi lehernya menariknya ke belakang menjauh dari keramaian.Melisa terus menangis tidak tahu apa yang harus di lakukan.Tubuh mungilnya terseret begitu mudah.
Alvaro tolong aku, Alvaro datanglah dia menyakiti ku ,tolong
" Diam sayang.Kau bahkan membuat adikku tinggal denganmu meninggalkan ku,kan? kau tega berselingkuh dengannya juga kamln ."
Melisa hanya menggelengkan kepala menyangkal semua tuduhan laki laki yang sekarang menyiksanya.
" Kau tidur bersamanya bukan hah mengaku padaku , sekarang juga !"
__ADS_1
" Atau aku akan melakukan lebih dari ini" Arga melepaskan tangan yang menutup mulut wanita yang dia siksa.
" Aku tidak pernah melakukan apapun yang kau tuduhkan,sialan "! Melisa teriak sekuat yang dia bisa,dia tahu Al datang dan sedang mencarinya terus berteriak agar Al mendengar nya.Bahkan laki laki di hadapannya tidak tahu apa yang dilakukan Melisa.
" Alvaro " Melisa teriak lagi menyebutkan namanya.Arga menoleh dari lamunannya dan kembali membekap bibir mungil yang pernah dia miliki dulu.
" Kau berani menyebutkannya dihadapan ku hah !" Arga terus memaksa Melisa melepas bajunya.Melisa berontak semampu dan sekuat tenaga yang tersisa.Dia terus berharap Al cepat datang menolong nya dari bedebah sialan ini.Melisa terus berontak menangis dan memperhatikan laki laki yang pernah dia cintai,tega melakukan hal se keji ini padanya.
Melisa terus memohon dan berdoa ada yang menolongnya sekarang tubuhnya terkulai lemas,Arga berhasil membuka kancing baju Melisa membuatnya bertelanjang dada dihadapannya sekarang ,hanya bra yang dia kenakan melindungi dada nya.Melisa terus mengerang berontak dari keganasan manusia ini.Ingin terlepas berteriak sampai dia menutup mata nya tidak mau melihat manusia bejat di hadapannya sekarang.
Brug! Pukulan keras tepat di telinga arga membuatnya terjatuh,merasakan sakit berdenging keras pada telinganya.
" Al tolong aku hiks hiks Al dia menyakiti ku!" Melisa terduduk tidak bertenaga menangis tersedu-sedu
Al mendekat dan memeluk nya erat mengusap kepala Melisa ,agar dia tenang.
" Maafkan aku ,aku telat harusnya aku yang menunggu mu bukan sebaliknya,maaf kan aku hikss" Al ikut menangis melihat kondisi Melisa.Dia menutup mata melepaskan jas nya,dia pakaikaan untuk melindungi pujaan hati nya setengah telanjang dan ketakutan.
" Duduk di sini dan buka mata mu,lihat apa yang akan aku lakukan pada laki laki ******** ini !"
Brukk menginjak tangan Arga yang dia gunakan,untuk melucuti baju pujaan hatinya.
Arga masih kuat ternyata dan cengir di bibir nya terlihat seringai licik.Membuat Al semakin liar memukul nya terus menerus.
sampai dia terkulai lemah.Al berlari ke arah batu besar dan mengangkat nya, ingin sekali dia membuat laki laki ini mati sekarang juga.
" Al aku mencintaimu!" Melisa berteriak membuat Al menoleh padanya.Reflek batu besar tadi dia lempar ke sembarang arah,mata nya fokus pada Melisa sekarang.
.setengah berlari memeluk Melisa.
" Katakan lagi ,katakan padaku"
" Aku mencintaimu aku menyayangimu Alvaro Siagian !"
__ADS_1
" Aku lebih lebih lebih mencintaimu Melisa"
mereka bersitatap merasa tidak percaya .
Sampai Melisa melihat Arga mengangkat kepalanya.Menjatuhkan diri di dada Al karena ketakutan.
" Ayo pergi,teman temanku akan mengurus nya "
Al menarik Melisa merapihkan rambut kekasihnya itu.Menarik agar pergi mereka berdua jalan di sisi taman bahaya jika sampai berjalan ke tengah taman Melisa akan malu dia akan tambah ketakutan.
sampai di mobil Al diam menunggu semua orang mengurus Arga.sampai tiga orang melewati mobilnya dia lega.
Al mengirimkan pesan juga pada seseorang.
pesan terkirim.
"bawa dia ke penyekapan siksa dia jangan sampai mati, lakukan dengan benar benahi semua yang terjadi jangan menghilangkan jejak."
Al masih terus berpikir bagaimana?
Melisa yang diam membisu di sampingnya menangis pelan air mata kembali membasahi pipi nya .Jas masih lekat dia pegang erat
karena takut.
" Melisa "?
Al mengusap pelan rambut kekasih nyatanya itu sekarang.menyibakan rambut mengecek wajah sampai lehernya.
Al mengepal kan tangannya melihat darah di bibir dahi lecet dan bekas kecupan tanda merah di leher Melisa...
aku akan membuatmu hidup tapi terasa mati mulai saat ini! laki laki sialan membuat Melisaku trauma seperti ini.
" Melisa ?"
__ADS_1
lagi lagi wanita di sampingnya hanya menangis ,dia tidak ingin mengingat tapi kejadian itu terus berputar di kepalanya.
Bersambung