
Arga dan Melisa tiba di rumah Naira sudah menunggu duduk di teras saat tadi Arga mengirimkan pesan padanya.
" Kakak " Naira lari menghampiri mobil melihat sekilas wajah Melisa dari kaca
" Kau sehat"? Melisa memeluk adik iparnya
" Kau kemana saja "?
" Aku tidak kemana mana aku di sini " Melisa menggandeng masuk ke rumah.
dia melihat semua orang senang saat dia kembali kecuali Sintia dan Arya.
' Bersikap baiklah pada istriku mulai sekarang "? Arga setengah berteriak agar semua orang mengerti
" Ada apa Kaka " Naira bingung dengan sikap Kaka nya
" Tidak ada apa apa nai ,ayo masuk ke kamar ajak Melisa "! mereka berdua masuk ke kamar sedangkan Arga masih di luar menatap tajam ke arah Sintia dan Arya..
" Semua ini adalah kehidupan ku,aku menahan kalian karena aku berhutang budi atas Naira" Arga seraya mendelek sebal dan berjalan ke arah dapur.
Arya dan Sintia pergi ke atas ke kamar mereka.
" Arya ke sini" Sintia memanggil anaknya
" Ada apa," Arya singkat
" Kita punya senjata bertahan di rumah ini yaitu Naira" Sintia sedang memikirkan sesuatu
" terus "?
" entah apa yang aku makan sehingga melahirkan anak bodoh seperti mu" Sintia kesal dengan Arya dan masuk kamar menutup pintu dengan kasar.arya bergegas masuk juga ke kamar nya.
di kamar Naira sedang tidur di pangkuan Melisa ,Arga masuk membawa piring berisi potongan buah.
__ADS_1
" Kau harus makan setidaknya buah "
" aku mau kak "
" Ok "
" Aku menawarkan pada Melisa bukan pada mu"
" Cih,pelit sekali"!
" Bohong nai Kaka juga akan berbagi untukmu ayo makan aaaaa" Melisa menyuapi adiknya dengan lemah lembut dan terus melirik ke arah Arga,Arga menatap sebal pada adiknya tidak mau meninggalkan istrinya sedangkan dia juga sangat merindukan Melisa.
" Ok ok aku tahu kalian ingin bermanja manja ria,aku akan pergi" Naira beranjak dari tempat tidur menuju pintu melisa dan Arga heran,kenapa naira tiba tiba mengerti.
" Aku tahu karena seseorang memberi tahuku kalau kalian mau main berdua "
Naira menutup pintu dan di ikuti Arga mengunci pintu kamar mereka.
" Sebelum dia berubah pikiran aku harus waspada" arga mendekat mendekap istrinya
" aku sangat merindukan mu"
" Aku juga"
" jangan pergi lagi,aku mohon"
" iya maafkan aku"
mereka berdua bermesraan dan tidak terasa adzan Dzuhur berkumandang,
" Ayo sholat dulu" Melisa turun
" baiklah" di ikuti oleh Arga
__ADS_1
mereka melaksanakan sholat Dzuhur bergantian dan keluar dari kamar.
" Aku lapar"
" Ayo ke dapur"
mereka berdua makan,di dapur semua orang entah kemana rumah begitu sepi sekali.
"Nikmati saja ,mungkin semua orang mengerti"
" Mengerti apa "
" Kau masih polos ternyata walaupun sudah berani kabur dari ku"
" Arga tolong lah "
" Iya iya lupakan saja yang penting kau sudah kembali "
mereka selesai dan masuk kamar kembali ,arga terus mengujani Melisa dengan ciuman dia merasa begitu merindukan istrinya.
" Kau suka " arga membuka baju nya memamerkan dada kekar nya.
" Belagu sekali"
" Hahha" Arga tergelak melihat wajah Melisa begitu takut dan gerogi.
" Aku sangat merindukan mu"
tangan sudah berlarian ke seluruh tubuh Melisa ,Melisa diam dan menimati sentuhan suaminya begitu lembut.
mereka hanyut dalam kenikmatan yang hakiki, Melisa berkeringat begitu juga Arga,mereka berpelukan Arga terlihat mengatur nafas karena kelelahan.
BERSAMBUNG
__ADS_1