
Al menempelkan kain kasa .Yang dia eratkan dengan plester.Sementara Melisa sibuk dengan ponsel dan terus mengetikan kata pencarian.
" Al apa nama Arum di ponsel mu !" Al hanya diam menggaruk garuk punggung tangannya.Melisa terus berusaha mencari.
Sampai Al menyambar ponsel.
" Tersambung,bicaralah ". Al pergi menuruni tangga meninggalkan Melisa yang sedang berbicara dengan Arum.
* * *
" Kau dimana aku mencarimu Melisa !" Arum berteriak membuat melisa menjauhkan telfon nya diseberang sana " Kau baik baik saja " diam " Aku akan menjemput mu,kriim alamat nya " Diam " Katakan dimana " Berteriak kesal diam lagi " Hissh aku khawatir Ica " Diam " hah apa "? kaget mendengarkan lagi " ya sudah istirahatlah nanti hubungi aku kembali" tutttttt telfon terputus.
" Kakak dimana ?". Naira penasaran
"Dia di tempat yang aman ." Arum beranjak berdiri tapi Naira menariknya.
__ADS_1
" Kakak katakan dulu !".memegang baju Arum agar dia bisa menahannya pergi.Naira begitu penasaran dimana Melisa sekarang.
" Di rumah Alvaro,kau senang? aku sudah lelah ingin tidur !". Arum pergi ke lantai dua dan masuk kekamar mengunci pintu.Karena dia tahu Naira keras kepala dan terus menganggu ya.Sedangkan Naira tidak percaya Melisa berani tinggal serumah dengan laki laki ,itu pikirnya sekarang.Naira menggelengkan kepala membantah prasangka buruknya.
" Pasti ada yang terjadi sampai kakak tidak pulang kesini.Aku harap kak Al tidak macam macam,awas saja kalau berani.!" Naira mengunci pintu dan masuk kekamar Melisa .Yang sejak saat dia disini, kamar melisa menjadi kamarnya juga.
Penyekapan.
" Katakan padaku apa mau mu ?"lirih Arga bertanya karena rasa penasaran nya dari tadi.Kedua tangannya terikat dan kakinya juga.Laki laki dihadapannya hanya mematung sesekali melirik ponsel yang dia genggam.Arga berusaha melepaskan diri tapi tidak bisa.Semakin dia berontak semakin dikuatkan ikatannya oleh laki laki dihadapannya.Badannha tinggi kekar tapi juga tampan,hanya tersenyum melihat laki laki yang dia ikat dengan senyuman sinis .
" Ayo bunuh saja aku sekarang ?" Arga berusaha memancing agar dia bisa memperdayi laki laki itu.
" Kau harus menunggu ,kuatkan jiwa mu !" lebih seram dari yang tadi .Kini dia mendekat ke arah Arga.
" Siapa dia ?" Tanya Arga berusaha mendongak walaupun dia sudah gemetar.
__ADS_1
" Dia tuanku ,kau hanya menunggu.Dia ingin memukul mu sampai kau tidak berdaya tapi tidak akan membiarkan mu mati." Dia berhenti di depan Arga.Mencengkram rambut tawanannya itu.Arga sedikit takut juga menggerakan kepala,tapi tidak berhasil membuat tangan yang mencengkram nya menyingkir.
Pintu terbuka seseorang masuk menghampiri mereka.Tanpa aba aba menghantam kan bogem mentah pada Arga.Kursi yang dia duduki terjungkal membuatnya jatuh menimpa lantai dengan sangat keras.
" Kau menyentuh Melisa ku !" berteriak.Menyebut nama kekasih hatinya.Arga meledek dengan senyum di bibirnya.Laki laki yang menyiksanya ternyata Alvaro.
Al semakin kesal.dan semakin buas.Sampai laki laki tadi menahannya walaupun dengan susah payah.
" Tuan lepaskan,waktunya mengobatinya."
" Tidak Roy,aku masih ingin menghajarnya." berontak tapi Roy berhasil membawa nya keluar.Berpapasam dengan dokter yang sudah dia sewa.
" Obati dia secara khusus !" Al berteriak.
" Siap tuan !" Dokter laki laki itu menyeringai senang dengan apa yang diperintahkan tuan nya.
__ADS_1
Bersambung