
Jam menunjukkan pukul 10 malam.semua pengunjung berlalu pergi pulang.Melisa mengantar kan satu keluarga yang menjadi langganannya.
" Terimakasih pak David , selalu berkunjung kesini,saya merasa beruntung" Melisa tersenyum lebar dan di balas senyuman juga oleh keluarga David.
" Kapan kalian akan menikah"? David memberikan pertanyaan yang membuat Melisa bingun,dari belakang Al menggandeng nya.
" Insya Allah segera pak,dan keluarga bapak akan kami undang sebagai tamu kehormatan" Ucap al sambil menekan bahu Melisa.Melisa hanya diam.
keluarga David berlalu pergi dan Al merasa aman.
" Hadeuh aman sekarang " Al terus menatap mobil dari kajauhan
" Awas tangan mu " Melisa menepis tangan Al yang menggandeng nya.
" maaf maaf maaf ! Al bingung salah tingkah masuk dan duduk di kursi.
Melisa duduk dan menidurkan kepalannya.bergutu juga Arum dan al.
'" Mel besok ga usah buka dulu deh ,capek.gue "! Arum mendengus lelah dan masuk ke rumah.
" hadeuh pinggang ku sakit" Melisa berdiri tapi dia melihat tatapan Al seakan-akan ingin membunuhnya.
" apa sih "? Melisa melemparkan bantal sofa ke wajah Al ,Al hanya diam.
" Al pulanglah "? Melisa menarik tangan Al agar pergi.
" Aku nitip mobil"! ..Al berjalan keluar membawa ponsel dan sarung dari mobilnya.
" Hah, pulang jalan kaki"?? Melisa tidak menyangka Al begitu kuat.
__ADS_1
" Hendrik mengajakku tidur menemani nya ".."
kenal dengan pak satpam kapan ya?
"Al aku ga nyangka" Melisa menutup wajahnya
" Menemani nya Ronda Mel ,bukan tidur seperti itu " Hissh Al kesal melihat tingkah bodoh Melisa.
" Tunggu sebentar" Melisa masuk tak lama kemudian dia keluar membawa bantal berbentuk hati miliknya pada Al ,Al hanya menafsirkan tapi takut salah.
" Tidur yang nyenyak terimakasih sudah membantu ku Al" Melisa masuk dan menutup pintu,al sudah ingin membuka mulutnya tapi tidak jadi.
Al menuju pos dan meringkuk di sana,terserah dengan nyamuk,Al surah terbiasa tidur di mana saja.
* * *
kehidupan Arga semakin berantakan perusahaan yang di pimpin nya semakin anjlok,naira hanya bisa menggeleng kepala.
" Kakak kau kenapa "??? Naira datang.
" Lihat apa yang di lakukan Melisa padaku"!
" memang kenapa kak" naira berusah mendengarkan
"Hidup kakak hancur Nay." Arga mendesah dna duduk di bawah tidak memakai alas kaki
" Itu kesalahan kakak,yang menyakiti istri sendiri, sekarang lihatlah ,kakak mengemis cinta agar dapat pinjaman dari ayah wanita tersebut"! Naira berteriak agar kakak nya mengerti.
" Kau berani tidak sopan denganku'" Arga bangkit dari duduk menatap tajam Naira.
__ADS_1
" Aku sudah Tidak perduli kak,bahkan kakak kemarin memukul ku"
." Aku rasa aku jug akan meninggalkan kakak sekarang" ..
" Kakak begitu membatu, menyalahkan takdir tuhan pada manusia menghukum nya dengan cara perceraian"
" Aku semakin tidak mengerti kak Arga tidak seperti kakak ku ,kakak ku tidak seperti ini
" Kau tidak mengerti apa apa keluar dari kamar ku " arga berteriak dan membanting botol parfum pada adiknya.Naira keluar bahkan air mata nya sudah mengalir kemana mana.
* * *
Subuh buta Aira bangun dia mengemas pakaian nya.
Mengendap ngendap dan melihat Arga sedang tidur pintu kamar terbuka begitu saja.
Aira berhasil keluar dan berjalan setengah berlari ke arah ojek online yang dia pesan.
" Mas tolong cepat" Naira naik tidak lama, ojek online melaju kencang menuju tempat Naira tuju.
" Aku harus menceritakan pada kak Melisa,tapi aku bahkan tidak bisa menelponya" Aira bergumam kebingungan,Mas ojek online hanya melirik dari spion.
tidak lama kemudian dia sampai di rumah Paman Melisa.paman sedang duduk menikmati kopi setelah sholat subuh nya.
" Assalamualaikum" .
" Waalaikumsalam" paman tidak antusias malah sedikit memasang wajah kesal pada Naira dan masuk ke dalam,tidak lama bibi keluar.
" Naira duduk nak,kenapa berdiri di situ"! Tangan bibi meraih Naira ,dan Naira duduk di tempat yang bibi tunjuk.
__ADS_1
" Ada apa nak" Bibi memperhatikan gadis di dhadapannya jelas terlihat frustasi.
Bersambung