
Melisa duduk di kursi panjang ruang tamu.Al mendekat membawa sesuatu di tangannya.
" Apa ini "? Melisa kaget al melempar sesuatu di pangkuan nya.
"buka lah "!
" Bagus,apa ini untuk arum"?
" Cih "! Al kesal dan berjalan menjauh..
" terimakasih alvaro"! Al menoleh dan tersenyum pada melisa melisa membalas senyumannya.Deg jantung Al terasa mau copottt gaes!
" Sebentar lagi ashar,apa kau bisa memberikan arum mukena dan sajadah"!? Al mengangguk.dan pergi.Melisa membuka kembali kotak itu dan menghidupkan ponsel yang diberikan untuknya.Dia menekan tombol tombol angka menghubungi seseorang.
" Hallo assalamualaikum,iya ini kakak dek,ini no kakak simpan ya "! .
" Ok siap,emm ada yang memberi kakak ponsel barusan
" Iya dia laki laki,ah tidak mungkin sekarang kakak hanya. seorang janda dek,dia bujangan tampan sih dan manis cuma agak seram sedikit haha tidak serius dia tampan.
__ADS_1
ok waalaikumsalam"!
Di ruang lain Al sangat senang Melisa memujinya dia memberikan ponsel sekaligus menyadap nya,untuk melindungi nya juga sih katanya.
" kau sedang apa" Arum bertanya pada Al yang sedang berguling guling di lantai dengan mendegarkan Headset.
" kau ini,sana pergi"! al kesal dan beranjak dari kesenangan nya.
" apa kau menyukai melisa" pertanyaan arum membuat al berhenti melangkah.
" hey dengar aku bercanda" Arum teriak dan al pergi begitu saja.
Melisa membantu ibu menyiapkan makanan,dia mencari kesibukan agar dia tidak terus memikirkan hal pribadi nya.
" sekarang dia hanya mantan suami mu,kalian sudah resmi bercerai dan dengar dia masa lalu mu,kau cantik sayang dan pintar cari pekerjaan yang kau sukai,dan itu akan membuat mu lupa akan dirinya yang pernah hadir,menghiasi langkah mu setiap hari "!.ibu meneruskan memotong sayuran melisa hanya diam mematung .
" Aku saja yang memotong nya" Arum datang tiba-tiba.
" Kau terus saja bersikap seperti anak kecil"? Melisa mencubit pipi arum.
__ADS_1
" kita akan pulang kapan mel,aku harus bekerja besok"!
." tunggu saja dia" melirik al yang sedang tidur di kamar ibunya.
Mereka berbincang sambil memasak sedangkan Al, membelakangi seolah tidur tapi tidak dia mendengar semuanya.sambil cekikikan seperti anak kecil nemu duit gopean.
" Hemmm,sudah magrib kah "? tanya Al menggeliat pura pura bangun
" belum" semua kompak menjawab dan tertawa bersama sama.
Adzan magrib berkumandang dari tv yang mereka nyalakan,dari jauh terdengar juga tapi samar samar karena saking jauh Arum ke dapur untuk menyediakan makanan di meja makan,Al langsung ke kamar mandi berwudhu dan menuju mushola kecil di rumah itu.
Melisa diam sambil mendengarkan adzan berkumandang tiba tiba dia merasakan sakit pada dada nya dan basah dengan air asi.melosa berjalan ke dapur mengambil mangkuk kecil dan handuk kecil di sana.Dia kembali ke arah kamar mengunci pintu dan jendela.
membuka baju dan memeras air asi nya begitu melimpah ruah tapi tidak ada yang menampung nya untuk menjadikan nya energi.
" Ibu tahu kau sekarang di surga bukan"? Melisa berguman dan terus menekan dada nya.Dia meringis karena rasa sakit.
" Ayah mu bahkan membuang ibu nak!kehilangan mu dan sekaligus ayah mu juga sedikit membuat ibu frustasi..
__ADS_1
"Doakan ibu mu ,jika ada celah untuk kembali,ibu akan kembali pada ayah mu" Melisa bergumam dan akhirnya selesai dia mengganti baju ,dan keluar menuju kamar mandi.
Bersambung