
Melisa tahu kalau Arum sangat khawatir padanya.Tapi dia tidak bisa menceritakan apa yang terjadi.Melisa diam dikamar menyelimuti dirinya,mulai terasa bosan dan dia bangun.
" Mau kemana nak "
" Maaf bu ,bosan sekali ternyata ya hehe biasa kerja dan disini saya hanya diam "
" Ayo ikut ibu ,kita ke belakang rumah disana ada kebun ,barang kali kamu sedikit terhibur "
Melisa antusias mengikuti ibu melangkah menuruni tangga.Mereka sampai ke belakang rumah
ada kolam kecil dan kebun dibelakang rumah.Melisa baru kali ini melihat .Setiap kali kesini dia mungkin hanya melihat Bunga didepan rumah.
" Apa ibu yang menanam nya" Menunjuk pada pot pot bunga berjajar rapih.Ibu mengangguk mereka berjalan lebih dalam ke kebun.Ada pohon cabai dan tomat,bahkan pohon labu ada juga.Melisa menjauh dari ibu dan memperhatikan dengan seksama.Meraih dengan perlahan labu labu yang sudah berbuah.
" Disini segar sekali ya bu,ah segarnya " Membentangkan tangan dan menghirup udara sesuka hatinya.Kepenasaran pun semakin bangkit dalam jiwanya.Seperti apa Alvaro dan kenapa tinggal disini itulah yang selama ini dia ingin tanyakan.
" Bu bisa ceritakan alvaro itu bagaimana"
" Memang nya kenapa" Ibu menoleh hanya sesaat kembali melanjutkan memetik cabai dan tomat untuk dia bawa kerumah.
" Emm tidak Bu ,tidak usah cerita kalau ibu masih sungkan hehe " Berharap ibu itu merasa iba sedikit padanya.Tapi ternyata tidak.
" Belum waktunya kamu tahu semuanya Nak " Tersenyum dan berjalan menuju rumah.Melisa masih ingin disana.Menikmati udara segar.
__ADS_1
kemana Alvaro ya, bahkan dia pergi saat aku sedang tidur!
"emm sejuk sekali di sini ,aku jadi ingin Selfi ,tapi...?"
"Ah terserah Al punya banyak ponsel apa salahnya,ini untukku" menyeringai jahat dan membuka ponsel yang tadi di saku celananya.
Cekrek Cekrek entah berapa puluhan kali dia memfoto diri sendiri dan akan mengirimkan nya pada Arum.Dia merasa bahagia kalau berada dirumah kayu semua masalahnya sedikit terkubur , menikmati pemandangan sesejuk ini adalah kenikmatan untuknya.Hidup dikota yang memang sangat sesak sering membuatnya Frustasi.
Ponsel berdering
panggilan masuk dari " Cerewet"
" Siapa ya ,apa aku angkat saja tapi Al tidak ada ?" Melisa masih melihat layar ponsel di genggamannya. " Apa ini pacar Al ya ???". Akhinya Melisa menekan tombol hijau diponsel.
" Hahahah aku tidak menyangka Al sekesal ini pada Arum ".Memandang ponsel dan Melisa penasaran dengan isi ponsel Al ,tapi dia urungkan karena tahu itu adalah perbuatan tidak sopan.melisa.berjalam ke arah pot strawberry disana memetik dan langsung memakan strawberry langsung dari pot nya.
" Ini sangat segar,aku ingin lebih banyak " Melisa celingak-celinguk melihat lihat dan memetik beberapa buah untuk dibawa pulang ke rumah.
Melisa masih betah di kebun sampai ibu meneriaki namanya.Dia mendengar dan langsung berlari ke arah rumah dengan bibir penuh sisa strawberry.
brug Melisa menunduk merangkul strawberry untuk dia nikmati didalam kamar niatnya. Sampai dia menabrak sesuatu.
" Kau tidak bisa melihat dengam benar ?" Al berteriak kesal suasana hatinya sangat buruk.
__ADS_1
" Maafkan aku kenapa berteriak ?" Melisa sedih dan menunduk berusaha kabur tapi pinggang di rangkul Al dengan kuat.
" Aku tidak marah aku juga kaget tadi !" meraih dagu Melisa agar melihatnya. " Hey apa ini kotor sekali !" membersihkan bibir kekasihnya dengan jemari,dia tersenyum melihat Melisa begitu kaget dengan tingkahnya.
" Aku habis makan strawberry " Melisa menatap tidak menolak saat jemari nya menyentuk bibirnya.Kedua tangan tidak bisa dia gunakan untuk menepis karena merangkul buah kesukaannya.
kenapa kau tampan sekali Al ,tapi tanganmu tidak melepas pinggang ku.
" Oh kau hama yang selalu mencuri buah ku !"
uyel uyel hidung Melisa " Kau harus mengganti semuanya aku tidak mau tahu ?"
" Dasar pelit,awas lepaskan !" menggoyangkan tubuhnya agar terlepas
" hahaha dasar sensitif sekali,ayo masuk !" menarik pinggang Melisa agar mengikuti nya.Di depan pintu ibu ternyata memperhatikan dan membuat Al reflek melepaskan tangannya.
" Kalian serasi sekali, seperti nya ibu akan menggelar pernikahan dalam waktu dekat"
Melisa dan Al saling menatap. Dan Melisa menunduk masuk duluan .
" Maaf Bu mau mandi dulu ,permisi " Melewati ibu yangs sedang menatapnya.
Al mengangkat bahu seolah tidak ada yang terjadi saat ibu menjentikan jarinya .
__ADS_1
Bersambung