
Tidak lama kemudian Mereka sampai .Disana Melisa sudah menunggu dan terus melambaikan tangan.
Al tersenyum tipis melihat nya.
lihat dia begitu bahagia ,apapun akan aku lakukan asal kau bahagia Melisa.
" Kak Al lihat kak Melisa sudah menunggu"
" Hemm "
Mobil berhenti tidak jauh dari tempat Melisa berdiri.Naira antusias dan langsung turun menghambur memeluk Melisa.
" Kakak aku rindu padamu !" Terisak lirih memeluk erat.Melisa mengusap ngusap punggung Naira lembut.
" Sudah ayo masuk" Melisa melepaskan tangannya.Naira gembira dan mengeratkan pelukannya kembali tanpa disangaja menyenggol leher Melisa.
" Huuuuu sakit!" Melisa meringis duduk memegang lehernya.Naira kaget dan melirik Al masih didalam mobil.
apa ini pasti kak Al akan marah lagi.
" Kakak maafkan aku tidak sengaja" Naira duduk melihat leher Melisa yang berdarah.Al yang mendengar dan melihat langsung menarik Naira agar menjauh.
__ADS_1
" Kanapa kau tidak hati hati?" Al meraba raba leher Melisa.Dan dia melihat luka itu bengkak.
" Kau tidak mengganti perban?" Melisa menggeleng karena memang dia lupa untuk mengganti.Al masuk kedalam membawa belanjaannya.
"Melisa kau kenapa ?" Arum meraba raba " Apa si gila itu menyakitimu?"
" Haha tidak aku tidak apa apa" Menggandeng Naira dan Arum masuk kedalam rumah " Bagaimana keadaan kalian ?".
" Kita baik baik saja Melisa " Arum duduk di ruang tengah,memeluk Melisa erat " Aku khawatir padamu ?jika ada sesuatu katakan padaku ".
Naira memperhatikan sekeliling.Melihat semua bend benda didalam rumah melihat dinding kayu penuh dengan foto foto.
" Kak apa kau tinggal berdua dengan kak Al saja ?" tanya Naira menyelidik memperhatikan sekitar.Suasana disana sangat tenang dia tertawa tawa melihat foto didinding.
" Apa ada yang lucu ?" Tanya Al masih bermuka masam.
" Hehe tidak kak Al ,apa ini foto mu?" menunjuk foto anak kecil bertelanjang dada bermain air dengan tertawa.Al Mengangguk Melisa ikut tertawa . Naira duduk dan Melisa berada ditengah Al berusaha menarik Arum agar menjauh tapi dia tidak menghiraukan.Begitu juga Naira yang menempel pada Melisa.
" Aku duduk dimana?" Teriak Alvaro kesal.Melisa berdiri dan Al menariknya.Kedua orang itu duduk dilantai kayu.Al melepaskan perban lama untuk mengganti dengan yang baru.
" Kak Al kau seperti dokter saja hihi!" Naira menggoda Al yang fokus pada Melisa.Mengoleskan salep dan meniupnya.
__ADS_1
" Aku dokter khusus Melisa saja !" Al tertawa dan meniup leher Melisa.Naira memegang kedua pipi melihat Al begitu sangat perhatian membuatnya iri .Dan membayangkan situasi dulu saat Arga bersama Melisa.Entah kemana dia sekarang pikirnya.Setelah menikah bahkan Arga tidak pernah menelfon ,apa dia sayang padaku atau tidak gumam Naira menahan matanya yang sudah berkaca-kaca.
" Al sudah selesai belum?aku pegal!" Melisa bergerak Al menahannya.Al selesai dengan pekerjaan mulianya.Naira dan Arum menyender disofa ruang tamu.Mereka sangat lelah.
* * *
Dirumah David
" Apa yang terjadi padamu Arga ?" David memeriksa wajah menantunya yang babak belur hampir tidak dikenali,saat dia datang kemari.Karena putri dari David juga sedang berada diluar negeri.
" Aku dihajar oleh alvaro ayah !" meringis kesakitan karena memang sekujur tubuhnya lebam lebam dan terluka.
" Panggil dokter kesini cepat" berteriak pada pelayan yang ada disampingnya.
" Baik tuan!" Menjawab cepat.
" Bagaiman bisa Alvaro seperti ini ?"
" Aku bersumpah ayah memang dia yang menghajar ku seperti ini.Jika memang ayah sayang padaku sebagai menantu berilah pelajaran padanya ayah!" David hanya diam menusap wajah kasar.Dia tahu Alvaro seperti apa bahkan anak itu sangat menyayangi ku seperti ayahnya ,gumamnya pelan.
Bersambung
__ADS_1