
"Nomer siapa ini ??? ... "
Kinara bertanya pada dirinya sendiri.
Kinara tak ambil pusing, dia pun meletakkan kembali ponselnya. Tak lama kemudian ponsel Kinara pun berdering kembali, tapi kali ini nada panggilan.
Kinara pun menyambar ponselnya kembali.
"Nomer yang tadi ... ",
gumam Kinara, Kinara agak ragu untuk mengangkatnya, namun ponsel Kinara masih tetap setia dengan nadanya.
Akhirnya Kinara memutuskan untuk mengangkatnya.
"Hallo ... selamat sore .. ",
Jawab Kinara,
"Sore Kinara ... apa aku mengganggu waktu mu ??? ... ",
terdengar suara laki-laki disebrang sana yang saat ini bertanya pada Kinara.
"Maaf .. ini siapa yah ??? ... "
bukannya menjawab, Kinara malah balik bertanya.
"heemmm ... maaf Kinara, jika aku membuatmu bertanya-tanya ... ",
jawab lelaki disebrang sana sambil tersenyum.
"Aku Ray ... Ray Mahawira ... ",
ya, lelaki itu adalah Ray. Sontak Kinara terperanjat dari sandarannya.
"Ray ... ahh, maaf .. ",
seru Kinara.
"Tidak apa-apa Kinara, seharusnya aku yang minta maaf, mungkin aku sedang menggangu waktu istirahatmu .. ",
"oh .. tidak Ray, aku masih dikantor .. ",
jawab Kinara singkat.
"kalo begitu posisi kita sama, sama-sama masih dikantor ... "
"heemmm ... yah ",
Jawab Kinara tersenyum, entah ingin menjawab apa. Karena Kinara sangat bingung, terlebih dia kaget, tidak menyangka jika Ray Mahawira seorang pengusaha yang jauh diatasnya menghubunginya saat ini.
"Kinara ... apa kau masih disana ??? .. apa aku mengganggumu ??? ... ",
tanya Ray.
"tidak Ray, kau tidak mengganggu sama sekali, karena memang pekerjaanku sudah selesai ... ",
jelas Kinara.
"hheemmm ... syukurlah, kalau begitu boleh aku menjemput dan mengajakmu sekalian makan malam, untuk merayakan atas kerja samanya perusahaan kita berdua ... ",
lagi-lagi Ray membuat Kinara bingung.
Kinara terdiam sejenak untuk berfikir
"merayakan atas kerjasamanya perusahaan, tapi kenapa .. ",
gumam Kinara dalam hati, masih dalam diamnya.
"Kinara .. ",
lagi-lagi Ray membuyarkan lamunan Kinara.
"tidak apa-apa jika kau tidak bisa, mungkin dilain waktu kau pasti bisa ... ",
Ucap Ray lagi.
"Ray ... aku bisa, tapi maaf apa aku boleh membawa mobilku sendiri ? ... Soalnya aku juga membawa kendaraan pribadi setiap hari ... ",
Jawab Kinara.
"owhhh ... tidak apa-apa, baiklah kalau begitu nanti kita langsung bertemu direstaurant, akan ku kirim alamatnya ... ",
"hheemmm .. baiklah ... ",
jawab Kinara lagi singkat.
"oke ... kalau begitu sampai bertemu nanti ... "
Kinara dan Ray pun mengakhiri.
Kinara langsung membuka pesan dari Ray, yang berisi alamat restaurant yang akan menjadi tempat pertemuan mereka nanti.
Lagi, Kinara menyandarkan punggungnya ke kursi. Kinara melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya. waktu menunjukkan pukul 17:45. Sebentar lgi memasuki waktu senja.
***
Pukul 18:25, Kinara sampai direstaurant yang Ray arahkan. Nampak Kinara mencari-cari keberadaan Ray. Namun Kinara terkejut, karena tiba-tiba seseorang dibelakangnya dan ...
"Anda mencari saya ... ",
tepat Ray dibelakang Kinara. Kinara pun terkejut.
"Ray ... ",
__ADS_1
Kinara tersenyum malu, karena Ray mengagetkannya.
"Maaf membuatmu terkejut ... "
Ray pun tersenyum indah.
Kinara menggelengkan kepalanya.
"Mari ... ",
Ray berjalan terlebih dahulu, menuntun Kinara ke sebuah meja yang telah Ray pesan untuk mereka berdua. Kinara pun mengekorinya.
"Silahkan duduk ... ",
Ray menarik sebuah bangku, untuk diduduki Kinara, sungguh Kinara terkesan akan apa yang dilakukan Ray.
"Terima Kasih ... ",
Jawab Kinara tersenyum.
"Silahkan pesan yang kau mau !!! ... ",
Ray sambil menyodorkan buku menu. Kinara menerimanya tersenyum.
Tak lama, datang seorang pelayan mencatat pesanan Kinara dan Ray. Sejenak mereka menunggu, dan pada akhirnya pesanan mereka pun datang. Acara makan malam pun berlangsung dengan hikmat.
Diam-diam Ray terus menperhatikan Kinara, tanpa sepengetahuan Kinara. Ray merasa didalam dirinya ada yang aneh. Entah kenapa setiap melihat wajah Kinara, hatinya merasa tenang.
Tiba-tiba Ray kepergok memperhatikan Kinara, Ray pun langsung salah tingkah, karena ulahnya sendiri. Begitu juga dengan Kinara yang memergoki Ray yang tengah memandang dirinya.
"Tempat ini nyaman ... ",
Kinara mencoba untuk terlihat biasa saja.
"Iya, ini salah satu reastaurant favoritku ... ",
Jawab Ray tersenyum, dengan tatapannya yang lebih.
"Berarti kamu sering kesini ... ??? ",
tanya Kinara menyelidik.
"yah ... ",
Jawab Ray tersenyum mengangguk.
Ray dan Kinara telah selesai. Keduanya memutuskan untuk keluar dari reastaurant itu, menuju mobil mereka masing-masing. Saat hendak berpisah ..
"Terima kasih Kinara, kamu sudah menemani saya makan malam ... ",
Ucapan Ray, membuat Kinara terkejut.
"Harusnya aku yang berterima kasih ... ",
"Lain waktu, boleh kan aku traktir kamu lagi ... ",
"heemmm ... tentu ",
"Kinara ... ",
panggil Ray, Kinara pun memandang Ray.
"Boleh aku menjadi temanmu ... ",
pertanyaan Ray, lagi lagi membuat Kinara membisu.
Kinara terdiam.
"Tentu ... ",
Jawab Kinara singkat dan tersenyum. Membuat Ray tersenyum indah.
"Baiklah kalau begitu Ray, sampai jumpa lagi ... ",
Kinara tersenyum manis. Ray pun mengangguk.
"Sampai jumpa ... ",
Ray mengantar Kinara hingga depan pintu mobil Kinara.
Kinara tersenyum kembali pada Ray, tanda akan pergi, Ray membalas senyuman itu.
Kinara melajukan mobilnya, hingga hilang dari pandangan Ray.
Hari ini, entah kenapa Ray merasa hatinya sangat senang bertemu dengan Kinara. Ray merasa, apa mungkin dia telah jatuh hati pada wanita itu.
Ray pun melangkahkan kakinya, memutuskan untuk pulang juga kekediamannya.
***
Noval berdiri dibalkon depan kamar kostnya. Ia memandangi langit yang sudah berwarna gelap, tapi diterangi oleh bintang-bintang.
Noval berfikir, sampai kapan Ia akan ditempat ini dengan keadaan yang masih belum mendapatkan pekerjaan. Karena sudah 3 hari, Ray belum juga mendapatkan pekerjaan di Jakarta.
Tiba-tiba nada dering handphonenya membuyarkan lamunan
Noval mengernyitkan dahinya. Bertanya dalam hati, nomer siapa yang menghubungi nomernya.
Noval pun segera mengangkat, dia berfikir jika mungkin saja nomer salah satu perusahaan yang Ia sambangi kemarin-marin.
"Hallo ... selamat malam ",
Noval mengakat dengan jantung yang berdebar.
__ADS_1
"Malam Noval ... ",
terdengar suara wanita yang lembut dari sebrang sana.
"Malam .. ",
saut Noval.
"Noval ... ini aku Cecil, yang tadi siang ... ",
ternyata wanita yang Noval tolong tadi siang.
"Owwhhh ... Cecil, maaf ... aku kira siapa ??? ... ",
Terdengar Noval tersenyum canggung dan kaget.
"heemmm ... tidak apa-apa. Sekali lagi aku mau mengucapkan terima kasih banyak atas kejadian tadi siang. Entah bagaimana jadinya, jika tidak ada kamu waktu itu ... ",
Jelas Cecil, mengucapkan trima kasih lagi.
"Sama-sama Cecil, tidak perlu seperti, aku sudah bilang ... sudah kewajibanku membantu sesama ... ",
Ucap Noval.
"Hemmm ... oh iya Noval, hari minggu kamu ada waktu kosong ngga ??? ... ",
Tanya Cecil.
"eemmm ... maaf, memangnya ada apa Cecil ??? ... ",
Noval balik bertanya.
"Aku mau traktir kamu makan, kamu mau kan ??? ... sebagai tanda ucapan trima kasih aku sama kamu ... ",
Noval berfikir sejenak, apa dia harus menerimanya atau menolaknya. Karena Noval berfikir dia baru saja mengenali wanitu itu tadi siang. Tapi Noval berfikir kembali, apa salahnya jika dia menerima tawaran makan saja. Bukan hal yang berlebihan.
"Baiklah kalo begitu ... ",
Akhirnya Noval menerima tawaran Cecil.
"trima kasih Noval ... oke kalo gitu, sampai bertemu nanti hari minggu yah, nanti aku kirim alamatnya .. "
"oke Cecil ... ",
"Sampai bertemu nanti Noval .. ",
"yah ... ",
Noval dan Cecil mengakhiri pembicaraan mereka lewat telpon masing-masing. Noval masih memandangi nomer yang baru saja menghubunginya, lalu Ia mengsavenya.
Tiba-tiba terdengar suara Agam dari belakang.
"Udahan nih telponannya ??? ... ",
Agam mengagetkan Noval.
"Elo ... ngagettin aja ",
Noval menghela nafas.
"kenapa sih loe .. "
tanya Agam.
"ngga apa-apa ... ",
Noval memandang kembali, langit-langit yang cerah dipenuhi sang bintang.
"Gimana hari ini ??? ... udah dapet ??? ... ",
tanya Agam lagi dengan hati-hati.
Noval pun menggelengkan kepalanya lemas, tanda Ia belum mendapatkan pekerjaan hingga hari ini. Agam memahami sahabatnya, Ia menepuk-nepuk pundak Noval memberikan semangat kepada sahabatnya, karena Agam pun pernah merasakan saat-saat seperti ini, dimana saat-saat yang dirasakan Noval sekarang.
"gw punya kabar gembira buat loe ... ",
lagi-lagi Agam mengejutkan Noval dengan pertanyaannya.
"Kabar gembira apa ??? ... "
Noval mengernyitkan dahinya.
"Kebenaran hari ini, bagian HRD gw ngasih tau kalo kantor gw lagi ngebutuhin IT, gimana kalo besok loe coba dateng langsung aja kekantor gw, nanti gw yang recomd ke HRD ... ",
jelas Agam.
"thank's yah ... ",
Noval mengangguk-anggukkan kepalanya sambil merangkul sahabatnya. Agam pun membalas rangkulan Noval. Noval sangat berterima kasih kepada Agam, karena saat ini Agam lah yang setia menemani dan membantunya.
***
Setelah menelpon Noval tadi, Cecil pun memandangi photo profil Whatsapp Noval, dengan senyum kecil dibibir.
"lumayan juga nih cowok ... udah ganteng, baik lagi ... ",
gumam Cecil dengan senyumnya yang sudah mengembang.
...----------------...
Maaf yah, kalo ceritanya ngk nyambung atau terlalu gimana-gimana gitu, karena Author masih belajar dan belajar ... 😁
mohon kritik dan sarannya yah ... 😊
__ADS_1
jangan lupa Like dan Komentnya yahhh, kalo perlu bintang sama votenya, terima kasihhhh 🙏😊😘