AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Menerima Tawaran Ray !!! ...


__ADS_3

Sesampainya dirumah Kinara, Tari dan bi Sum serta pak Joko membantu membawa semua belanjaan bulanan masuk kedalam rumah.


"oh ya Ra, tadi siapa yang nelpon ??? ... ",


tanya Tari saat selesai membawa kantong belanja kedalam dapur.


Seketika Kinara menoleh pada Tari. Kinara menghembuskan nafasnya.


"Loe tau kan RAY MAHAWIRA ??? ... ",


pertanyaan Kinara membuat Tari mengingatnya.


"Ray Mahawira ... ",


lirih Tari namun masih terdengar oleh Kinara, dan tiba-tiba ...


"Ray Mahawira ... Owwhhhh, DIREKTUR UTAMA PT. CAKRAWALA GLOBAL UNITED, iya kan !!! ... ",


ucap Tari setengah berteriak membuat Kinara terkejut mendengar suara Tari yang sedikit melengking.


"iya kan ??? ... ",


ucap Tari lagi, membuat Kinara menarik nafasnya dalam.


"iyyaaaa ... tapi bisa ngga volume suara loe dikecillin ... ",


ucap Kinara. Memang suara Tari membuat bi Sum menoleh kaget kearah Kinara dan Tari.


"tapi kok bisa ??? ... Ada apa dia nelpon loe ??? ... ",


tanya Tari bertubi-tubi.


Kinara menceritakan dari awal hingga Ray menelponnya tadi, saat Kinara sedang menyetir.


"ya loe terima lah tawaran Ray, gila loe yah kapan lagi ada cowok kaya gitu,1001 tau ngga !!!... ",


ucap Tari.


Kinara pun terdiam sejenak.


Sebenarnya tanpa Kinara menceritakan pada Tari, Ia mau tidak mau harus menerima tawaran makan malam bersama Ray, karena Ray sudah menunggunya beberapa hari dan disaat Ray menelpon dan menanyakannya tadi, Kinara malah lupa akan akan ajakan Ray.


"gw akan terima tawaran Ray !!! ... ",


ucap Kinara dengan nada yang rendah.


"nah gitu donk, siapa tau dengan cara ini loe juga bisa move on dari Noval ... ",


ucapan Tari seketika membuat Kinara menatapnya tak percaya akan kata-katanya.


Tari pun tersenyum menyeringai, memahami jika perkataannya barusan adalah salah, dan menyinggung perasaan Kinara.


"hehhehe ... sory ya Ra, gw ngga bermaksud bikin loe sedih lagi ... ",


ucap Tari dengan wajah yang memelas.


Kinara hanya tersenyum mengangguk menanggapi Tari.


"yaudah Ra, gw langsung balik yah ... ",


ucap Tari pamit kepada Kinara.


"Lohhh, kok balik sih ... kita makan dulu, tadi kan ngga sempet makan ... ",


ucap Kinara.


"ngga apa-apa, gw makan dirumah aja, ngga enak nyokap udah nungguin ... ",


jelas Tari, Kinara yang mendengar alasan Tari pun mau tidak mau mengiyakannya.


"hheeemmm ... yaudah deh, gw anter yah ??? ...",


"ngga usah, gw naik taxi online aja. Loe istirahat yah, tenangin juga pikiran loe ... ",


ucap Tari sambil memegang bahu Kinara lembut, memberi perhatian kepada sahabatnya.

__ADS_1


Kinara yang diperlakukan seperti itu, tersenyum lembut dan mengangguk memahami perasaan Tari yang khawatir kepada dirinya.


"yaudah loe hati-hati yah ... ",


ucap Kinara.


"heemmm ... bye !!! ... ",


"bye !!! ... "


Tak lama taxi online yang dipesan Tari pun datang. Kinara pun masuk kedalam rumahnya.


Saat sudah berada didalam rumah, Kinara teringat akan Ray yang mungkin sedang menunggu jawaban darinya sekarang ...


Kini Kinara duduk disofa ruang tamu, sambil memegang ponsel miliknya. Ia pun bermaksud menelpon Ray, untuk menerima tawarannya.


tut ... tut ... tut ...


Kinara menunggu Ray mengangkat panggilan telpon darinya.


Tak lama kemudian,


"Hallo Kinara ... ",


seru Ray.


"Hallo Ray ... ",


entah kenapa disaat Ray sudah mengangkat panggilannya, Kinara merasa ragu,


"aku mau makan malam bareng kamu nanti !!! ... ",


ucap Kinara memandang jauh.


"kamu serius Kinara ... ",


Ray mengulur senyumnya tak percaya.


Kinara yang mendengar pertanyaan Ray, menyatukan alisnya yang sempurna.


"i ... iya aku serius ... ",


ucap Kinara.


"heemmm ... oke, ",


balas Kinara.


Mereka pun mengakhiri pembicaraannya.


Kini Ray tengah mengembangkan senyumnya, masih tak percaya akan jawaban Kinara yang menerima ajakan makan malam bersamanya.


Ray memantapkan dan meyakinkan hati dan perasaannya saat ini, jika Ia bisa mendapatkan hati seorang Kinara.


Kini Ray beranjak dari tempatnya, menuju kamarnya yang berada dilantai atas, mempersiapkan diri dan pakaian yang akan Ia kenakan nanti malam.


Karena saking semangat dan perasaannya yang senang, Ray berjalan memasuki rumahnya sambil bersenandung, membuat kedua orang tuanya yang sedang duduk diruang keluarga menoleh ke arah Ray.


Bu Anita dan pak Handoko yang melihat saling memandang satu sama lain.


"kenapa anak kamu mah ??? ... ",


tanya pak Handoko, ayah Ray.


Bu Anita yang ditanya seperti itu oleh suaminya, menggelengkan kepalanya cepat.


"ngga tau Pah ... ",


ucap bu Anita.


"Ray !!! ... ",


Akhirnya pak Handoko memanggil Ray yang akan menaiki anak tangga.


Ray pun menoleh kearah suara tersebut.

__ADS_1


"Papah !!! ... ya pah ... ",


seru Ray.


"Kemarilah, ada yang ingin papah bicarakan sama kamu !!! ... ",


Ray mengangguk menghampiri dan duduk berhadapan dengan orang tuanya.


"Ada apa Pah ??? ... ",


tanya Ray pada pak Handoko.


"Apa kemarin malam mamah kamu sudah menyampaikan sesuatu ??? ... ",


Ray pun mengingat kembali malam kemarin, yah Ray mengingatnya sekarang, pada saat Ia baru pulang dari perusahaannya, sang mamah menunggunya diruang tamu, memanggilnya dan mengatakan bahwa minggu depan akan ada acara anniversary wedding dari rekan bisnis pak Handoko, sang papah.


Dan pak Handoko meminta agar Ray membawa pasangan ...


"iya Pah, mamah sudah menyampaikannya ... ",


ucap Ray,


"Bagus kalau begitu, jangan sampai tidak datang dan tidak membawanya !!! ... ",


ucap pak Handoko beranjak dari duduknya meninggalkan istri dan anaknya yang masih terduduk disofa.


Ya, seperti itulah sikap pak Handoko. Tegas, disiplin, dan bertanggung jawab. Handoko menanamkam sifat seperti itu kepada Istri, anak dan keluarganya.


Ray menatap kepergian sang papah dan kini menatap sang mamah yang berada dihadapannya, meminta penjelasan.


"Apa lagi Ray, semuanya sudah jelaskan. Oke, mamah tinggal dulu yah sayang ... !!! ",


Anita pun tersenyum lembut beranjak dari duduknya menyusul kepergian sang suami yang pergi terlebih dahulu menuju ruang kerjanya.


Seakan sudah mengetahui isi fikiran anaknya, Anita pun berbicara terlebih dahulu kepada Ray dan meninggalkannya.


Saat kedua orang tuanya telah menghilang dari hadapan Ray, Ray pun semakin memantapkan hatinya untuk mendekati dan mendapatkan KINARA ...


***


Tari pun turun dari Taxi Onlinenya. Sebelum turun, Ia membayar terlebih dahulu.


Tari menatap sebuah bangunan yang tepat berada dihadapannya sekarang. Bangunan yang bisa dibilang atau tepatnya seperti rumah. Ya, rumah kost-kostan, dengan ukuran yang luas dan bangunan yang cukup besar.


Tari menekan bel yang menempel diatas pagar.


Tak lama kemudian, keluarlah wanita paruh baya dengan senyumnya yang ramah. Wanita paruh baya itu pun membukakan pintu gerbang untuk Tari.


"maaf mbak, cari siapa yah ... ",


tanya wanita yang ada dihadapan Tari.


"eemmm ... saya mau cari yang namanya ... namanya Noval, apa benar beliau tinggal disini ??? ... ",


tanya Tari ragu, membalas senyumnya.


"owhhh Noval. Iya, dia baru ngekost disini, hampir 1 bulan ... ",


jelas wanita paruh baya tersebut dan tak lain Ialah pemilik kost atau ibu kost.


"owwhhhh ... ",


lirih Tari menganggukkan kepalanya pelan, karena mengetahui sesuatu yang penting bagi dirinya.


"Apa mbak ada perlu ???, atau mbak temannya ???, kalau begitu silahkan masuk dulu biar saya panggilkan ... ",


Tari pun tertegun, menatap ibu kost tak percaya akan mengerti maksud dan tujuannya datang kerumahnya.


"owwhhh iya bu, saya ada perlu dengan Noval. Saya tunggu diluar aja bu ... ",


ucap Tari. Ibu kost pun menyuruh Tari untuk duduk dan menunggu.


Tak lama kemudian ....


...----------------...

__ADS_1


Please LIKE dan Vote ya teman-teman, bair Author tambah semangat nulisnya 😊


terima kasih, happy reading 🙏🥰


__ADS_2