AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Rasa yang Lebih ...


__ADS_3

Ray beranjak dari tempat tidurnya, berjalan menuju balkon.


Kini Ray menggeser layar handphonenya membuka kunci ponselnya, Ia mencari nama kontak yang baru saja Ia telpon tadi.


ya ... Ray menekan nama Kinara kembali. Setelah muncul, Ia tatap photo profile Kinara yang sangat manis dengan senyum mengembang diwajahnya. Siapa pun yang melihat foto tersebut pasti akan ikut tersenyum melihatnya.


Entah sejak kapan Ray mempunyai rasa yang lebih pada Kinara, apa pada saat pertama kali Ia mengetahui tentang Kinara, atau pertama kali pada saat Ray dan Kinara bertemu waktu itu


tok ... tok ... tok ...


"Ray ... ",


terdengar suara wanita memanggil nama Ray.


Ray pun menoleh kebelakang, dimana sudah berdiri sosok wanita yang sudah berumur namun masih cantik.


ya dia adalah Anita, ibu dari Ray Mahawira.


Anita berjalan menghampiri Ray yang masih mematung dibalkon kamarnya.


Ray pun membalikkan kembali tubuhnya, setelah mengetahui siapa yang mengetuk dan masuk ke kamarnya.


"mamah .. tumben, ada apa mah ??? ",


tanya Ray kepada ibunya dengan tatapan yang menerawang kelangit.


"ngga apa-apa, mamah cuma khawatir aja sama kamu. Kamu tuh yang tumben, abis makan main pergi aja tadi ... ",


jelas sang ibu.


"ngga ko' mah, Ray cuma mau istirahat aja ... ",


balas Ray.


Tanpa Ray sadari, Anita memperhatikan ponselnya yang masih menyala, dan sebagian foto Kinara tertutup oleh telapak tangan Ray.


Secara tiba-tiba Anita merampas ponsel Ray dan memperhatikan foto wanita yang ada didalam ponsel tersebut.


"mamah ... "


Ray tersentak akan perlakuan ibunya.


Anita pun tersenyum melihat apa yang dilihatnya sekarang. Memahami akan prilaku anaknya yang sejak tadi, setelah makan malam bersama tiba-tiba berbeda.


ya ... Anita merasa anaknya saat ini sedang jatuh cinta pada seorang wanita.


"owhhhh ... jadi anak mamah lagi galau, galau karna ini ??? ",


tanya Anita menggoda Ray, sambil mengayun-ayunkan ponsel Ray.


"Mamah ... mamah apaan sih mah ...",


Ray mencoba mengelak.


"*kamu itu Ray, udah mau kepala 3 dan emang udah seharusnya kamu punya pasangan. Tapi liat deh kelakuan kamu sekarang kaya anak ABG lagi kasmaran tau ng*ga ",


ucap Anita.


Ray hanya menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"tapi memang sepertinya wanita ini bukan wanita sembarangan, wajar kalau kamu jadi bersikap seperti ini ... ",


Ucap Anita lagi sambil menyodorkan ponsel Ray, Anita pun berlalu meninggalkannya.


Ray paham akan setiap perkataan ibunya, seolah mengetahui apa yang dirasakan oleh anak semata wayangnya.


***


tok ... tok ... tok ...


bi Sum mengetuk pintu kamar Kinara.


"non ... non Nara ... non ... "

__ADS_1


bi Sum memanggil.


"non ... non Nara ngga makan malem ??? ... ",


bi Sum masih setia dibalik pintu kamar Kinara.


Seperti ada yang memanggil nama Kinara dalam alam bawah sadarnya, dengan cepat Kinara pun terbangun, mengerjapkan matanya dan menyadarkan dirinya.


Kinara baru ingat bahwa Ia tertidur tanpa sengaja tadi, setelah Ray menelpon dirinya.


Kinara pun menyadari bahwa bi Sum yang memanggil-manggil nama dirinya. Kinara pun beranjak dari tempat tidurnya ingin menghampiri bi Sum.


"ya Bi ... ",


kini Kinara sudah membuka pintu kamarnya.


"lohhh .. non Nara bangun tidur toh ... maaf maaf non, bibi ngga tau kalo non Nara lgi tidur, bibi ganggu ya Non ??? .. maaf ya non ... ",


ucapan bi Sum merasa bersalah, namun Kinara tersenyum lembut.


"ngga apa-apa ko' bi, saya juga kaget tadi, tau-tau ketiduran ... ",


jawab Kinara dengan sedikit tertawa, menghilangkan rasa tidak enak dihati bi Sum.


"oalahhh ... non Nara kecapean yah ??? .. ",


tanya bi Sum,


"mungkin bi ... oh yah, ada apa ya Bi ??? ",


"ngga non, ini udah malem ... tapi non Nara belum makan malem, makanya bibi kesini ... ",


"oh, yaudah nanti saya kebawah, tolong bikinin jeruk anget yah Bi, saya charger laptop dlu .. ",


pinta Kinara.


"baik non ... ",


Tak lama kemudian Kinara keluar dari kamarnya dan turun kebawah. Kinara menghampiri meja makan, dimana bi Sum sudah menyiapkan makan malam untuk Kinara.


Kinara meneguk jeruk hangat buatan bi Sum dan menyantap hidangan yang sudah disediakan.


Setelah selesai Kinara membantu bi Sum merapikan meja makan, mencuci gelas piring kotor bekas Kinara sendiri, karena sudah terbiasa, tidak ada penolakan dari bi Sum untuk Kinara membantunya.


Setelah selesai, Kinara menonton tv di ruang tamu sejenak, menghilangkan sedikit rasa penat yang masih ada dalam fikirannya.


Tampak pak Joko dan bi Sum menghampiri Kinara, membuat Kinara membenarkan posisi duduknya yang tadi terlihat agak santai.


"bi Sum ... pak Joko, tumben ... ",


Kinara bertanya sambil menautkan alisnya.


"iya non, saya dan istri saya ada yang ingin saya sampaikan sama non Nara ... ",


jawab pak Joko yang berdiri disamping bi Sum.


"oh ... yaudah silahkan duduk pak ... bi ... ngga enak kalo bicara sambil berdiri, ",


jelas Kinara tersenyum.


"terima kasih non ... ",


jawab bi Sum dan pak Joko bersamaan yang kini sudah duduk berhadapan dengan Kinara.


"jadi gini non, saya ... saya mau pinjam uang dulu apa boleh non Nara ??? ... karena kami harus membayar uang bulanan sekolah anak kami non ... ",


jelas pak Joko.


"pak Joko, saya kira ada hal apa. Memangnya berapa yang dibutuhkan anak bapak dan bibi untuk bayaran sekolah ??? ",


tanya Kinara dengan tenang, agar tidak ada perasaan tidak enak dihati pak Joko dan bi Sum, tapi tetap saja perasaan mereka tidak nyaman, karena Kinara pasti akan slalu membantu mereka, jika sedang membutuhkan bantuan.


"eeemmm ... Delepan ratus ribu non, karena sudah 2 bulan, anak kami menunggak bayaran. Nanti akhir bulan potong gaji saya aja non, ngga apa-apa ... ",

__ADS_1


ucap pak. Joko.


"Nunggak 2 bulan pak ??? ",


tanya Kinara sedikit kaget.


"i ... iya Non ",


jawab pak. Joko dan bi Sum bersamaan.


"ya Allah pak ... bi ... saya kan udah bilang, kalo bapak dan bibi butuh sesuatu, apa lagi itu menyangkut urusan sekolah anak pak Joko dan bi Sum, kalian ngga usah sungkan- sungkan bicara sama saya, karena ini juga menyangkut masa depan anak bapak dan bibi kan ??? ... karena pendidikan itu penting dan harus dinomer satukan ... ",


jelas Kinara.


"maaf non, dari kemarin-marin kami mau bicara sama non Nara tapi ndak enak hati ... ",


kali ini bi Sum yang berbicara.


Kinara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum lembut.


"yaudah, pak Joko sama bi Sum tunggu dulu ya sebentar ... ",


titah Kinara, lalu beranjak menuju kamarnya, mengambil sesuatu yang dibutuhkan oleh pasangan suami istri tersebut.


Tak lama kemudian Kinara kembali dengan membawa amlop berwarna coklat ditangannya, dan kembali duduk ditempat semula.


"ini pak ... bi ... sisanya tolong sampein ke anak pak Joko dan bi Sum, untuk membeli peralatan dan perlengkapan sekolah yang sedang dibutuhkan ... ",


ucap Kinara sambil menyodorkan amplop tersebut.


"pak Joko dan bi Sum ngga usah ganti uang itu, dan saya juga ngga akan potong gaji kalian nanti, itu untuk anak kalian menuntut ilmu, saya ikhlas kalo untuk itu ... ",


jelas Kinara


bi Sum dengan segera mengeluarkan isi yang ada di dalam amplop tersebut. Betapa terkejutnya bi Sum saat mengetahui Kinara memberi uang yang lebih, dan lagi tadi Kinara mengatakan uang itu tidak dipinjamkan, melainkan diberi.


Dan segera bi Sum mengembalikan amplop tersebut pada Kinara, karena sekarang hatinya benar benar bertambah tidak enak pada Kinara.


"ngga non, kalau begitu kami tidak jadi pinjam akh non, kami ndak enak ya Pak ... ",


ucap bi Sum sambil menyodorkan kembali amplop tersebut dan melihat pak Joko meminta dukuangan, pak Joko pun mengangguk cepat.


"ya Allah bi Sum pak Joko ... kalian harus terima ini, karena ini penting untuk anak kalian. Kalau kalian ngk mau terima saya marah sekarang ... ",


ucapan Kinara membuat pasangan suami istri itu terpaku mendengar kata-kata Kinara barusan.


"tapi non ... ",


ucap bi Sum terpotong oleh Kinara.


"pokoknya kalian harus terima titik ... ",


jawab Kinara diakhiri dengan senyumannya damai.


"terima kasih banyak ya non, non Nara telah banyak membantu keluarga kami ... ",


ucap bi Sum haru,


"sama-sama bi ... pak ... yaudah kalau gitu saya mau istirahat dulu keatas ... ",


"baik non, sekali lagi terima kasih banyak yah non ... ",


kali ini pak Joko yang bersuara, diikuti anggukan oleh bi Sum. Kinara pun balas mengangguk tersenyum dan berlalu meninggalkan pasutri tersebut.


...----------------...


Jangan lupa kritik sarannya ...


LIKE, VOTE dan Bintangnga juga yahhh 😊


maaf banyak kemauan 😁🥰


terima kasih 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2