
"Mamah juga jatuh hati saat pertama kali melihat Kinara. Kalo kamu mencintai wanita itu, kejar Ia sampai dapat, karena jika memang dia jodoh kamu, Tuhan tidak akan membiarkannya kemana-mana ... ",
Teriang-iang selalu ucapan sang mamah sejak tadi malam, hingga saat ini Ray yang hendak beraktivitas pun menjadi merasa terganggu akan masalah hatinya.
Anita yang sudah mengetahui masalah tentang anaknya, ya ... Ray dan Kinara hanya sebatas teman dan rekan bisnis. Tapi tak lepas Anita pun mengharapkan lebih pada status hubungan anaknya tersebut dengan wanita yang bernama Kinara.
Jujur saat Ray, menceritakan semuanya tentang Kinara, dimana pada saat mereka semua pulang dari pesta Anniversary Wedding kedua orang tua Cecil, Anita tampak kecewa dan bersedih hati, bahwa kenyataannya Kinara dan Ray hanya sebatas rekan bisnis, dan yang lebih membuat Anita sedih adalah, Ray mengatakan Jika Kinara sudah memiliki kekasih.
Saat Ray menceritakan tentang kesedihannya, tak bisa dipungkiri jika Anita pun ikut bersedih. Namun Anita tidak ingin ikut menunjukan kesedihannya dihadapan anak laki-laki semata wayangnya itu, justru Anita menghibur dan memberikannya semangat, bahwa Ray bisa mendapatkan apa yang Ia inginkan, jika dirinya selalu berusaha dan berusaha, termasuk dengan cara selalu mendekati dan meluluhkan hati Kinara.
Tampak Ray masih termenung didalam mobilnya, namun tak lama kemudian Ia mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.
"Hallo Pak. Ray ... ",
Terdengar suara sigap, mengangkat panggilan dari Ray.
"Tolong kamu cari tau, foto wanita dan pria yang saya kirim ke nomer ponsel kamu, ada hubungan apa diantara mereka !!! ... ",
titah Ray,
"Baik pak, saya akan laksanankan sekarang, dan secepatnya memberikan informasinya yang detail kepada bapak ... ",
Balas orang suruhan Ray,
"baik ... ",
jawab Ray singkat dan mengakhiri panggilan tersebut.
"Aku akan memperjuangkan perasaanku mah !!! ... ",
Ucap Ray,
"dan aku akan selalu berusaha untuk dekat dengan kamu Kinara, agar hati kamu luluh !!! ... ",
Gumam Ray dengan lirih,
***
Seperti biasanya saat jam pulang kerja tiba, Tari masuk kedalam ruangan Kinara untuk mengajaknya pulang bersama, namun seperti biasanya pula, Kinara menolak secara halus ajakan Tari, karena Kinara sudah berjanji akan pulang bersama Noval.
__ADS_1
Tari pun pergi terlebih dahulu meninggalkan Kinara didalam ruangannya. Namun tak lama kemudian Kinara pun hendak ikut pergi meninggalkan ruangnya. Namun saat Kinara hendak membuka pintu, tak lama kemudian pintu itu terasa terdorong mundur kearahnya dan tampaklah Noval yang masuk kedalam ruangan pribadi Kinara.
"Noval ... ",
Seru Kinara sedikit terkejut.
"kenapa ??? ... ",
tanya Noval aneh melihat Kinara yang terkejut,
"ngga apa-apa ... ",
jawab Kinara tersenyum malu melihat ekspresi wajahnya sendirinya,
"Maaf aku ngga ketuk pintunya dulu tadi, karena aku juga buru-buru, takut ada yang lihat ... ",
jelas Noval, namun bukannya menjawab ucapan Noval Kinara tersenyum dan menghambur kedalam pelukan Noval.
Noval terkejut akan sikap Kinara yang tiba-tiba memeluk dirinya, bisa merasakan jika Kinara sedang merasakan sesuatu pula.
Noval pun tidak ingin menyiakan-nyiakan waktu saat ini. Ia ingin merasakan terlebih dahulu pelukan yang hangat itu, dibelainya pucuk kepala Kinara, dan didekapnya erat Kinara oleh Noval.
"tiba-tiba aku kangen !!! ... ",
Mendengar ucapan Kinara, Noval melonggarkan pelukan itu dan melepaskannya, lalu menatap wajah Kinara dalam ...
Namun tak lama kemudian, Noval bertekut lutut dihadapan Kinara, Kinara yang bingung melihat Noval yang bertekut lutut dihadapannya kemudian bertanya ...
"Noval ... Kamu ... !!! ",
seru Kinara terbata-bata, melihat Noval yang bertekuk lutut dihadapannya,
Tak lama kemudian, Noval mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya ... ya, sebuah cincin yang sangat indah ...
"mungkin derajatku ngga akan pernah sebanding denganmu Kinara, mungkin aku hanya lelaki biasa yang ngga punya apa-apa, tapi aku punya cinta yang tulus untuk kamu Kinara, buktinya adalah selama hampir 11 tahun ini, aku bisa menjaga dengan baik perasaanku untuk kamu ... ",
ucap dan jelas Noval kepada wanita yang ada dihadapannya,
"dan kali ini, aku ngga mau kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya ... KINARA, WILL YOU MARRY ME ??? ... ",
__ADS_1
kini ucapan dan pertanyaan Noval membuat Kinara tak sanggup membendung air matanya, dan Kinara pun tak sanggup berkata-kata melihat begitu banyak penjelasan yang dilontarkan oleh laki-laki yang sangat Ia cintai.
Bukannya menjawab pertanyaan Noval, Kinara pun ikut berlutut seperti Noval.
"Dari dulu sampe sekarang, aku ngga pernah mandang kamu dari segi apapun. Dan bagi aku, ngga ada derajat yang membedakan kita, kita sama, kita semua sama !!! ... ",
ucap Kinara dengan air matanya haru,
"AKU JUGA PUNYA CINTA YANG TULUS ... DAN AKU MAU MENIKAH DENGANMU !!! ... ",
ucap Kinara lagi dan kali ini Noval yang mendengar kata-kata Kinara, tak kuasa membendung air matanya.
Noval menatap dalam mata Kinara, dan dengan perlahan Noval ambil cincin yang indah tersebut dan Ia sematkan pada jari manis kiri Kinara.
Kinara yang memperhatikan Noval menyematkan cincin ke jari manisnya, hanya bisa diam terpaku terharu dan tak percaya akan kejadian hari ini. Dimana hari ini Noval melamar dirinya ...
***
"ini aja mbak ??? ... ",
tanya seorang kasir apotik,
"Iya ... ",
jawab seorang wanita yang membeli sesuati didalam apotik tersebut.
"Totalnya jadi _____ ",
kasir tersebut pun menyebutkan Nominal yang harus dibayar, dan Cecil menyodorkan uang sejumlah yang disebutkan.
Setelah selesai, Cecil pun keluar dari apotik tersebut dan masuk kedalam mobilnya.
"Aku merasa benar-benar jatuh hati sama kamu Noval ... dan entah kenapa, aku ngga rela ngeliat kamu sama perempuan lain, walaupun perempuan itu lebih dulu ada didalam hati kamu !!! ... ",
gumam Cecil dengan geramnya dan mencengkram stir mobilnya, dengan tatapan yang tajam, yang penuh ambisi dan seperti ingin meraih sesuatu yang tak seharusnya Ia raih.
Cecil pun menatap obat yang Ia beli di dalam apotik tadi.
"KITA TUNGGU AJA NANTI, SIAPA YANG AKAN MEMILIKI KAMU NOVAL !!! ... ",
__ADS_1
ucap Cecil lagi, namun kini terdengar nada yang sinis.
...----------------...