AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Kecewa untuk yang Ke 2 Kalinya ...


__ADS_3

"Om mohon sama kamu Nak' !!! ... ",


Hendrick mengatupkan kedua tangan didepan dadanya. Setelah memohon, Hendrick pun berlalu meninggalkan Noval begitu saja ...


***


Hari semakin larut, lagi-lagi raut wajah Kinara menampakan kekecewaan ...


Kinara masih memandangi jalanan yang terhubung menuju rumah sang bunda, berharap jika Noval benar-benar datang.


Namun kenyataannya ...


"Mungkin dia lagi ada masalah, atau ada urusan pribadi yang lebih penting. Bukan berarti kamu nggak penting, tapi dia memilih dan mengutamakan mana yang harus diutamakan !!! ... ",


ucap kak Nina dari arah belakang, merangkul dan menenangkan Kinara, seolah memberi pengertian kepada adiknya.


"Tapi lagi-lagi aku hubungin ngga diangkat Ka !!! ... padahalnya nomernya aktif !!! ... terus aku harus bilang apa sama bunda ??? ... ",


ucap Kinara yang jelas semakin kecewa, karena dirinya pun sudah terlanjur berbicara kepada sang bunda, jika hari ini Noval akan datang menemuinya dan bersilaturahmi kepada sang bunda.


"Aku cuma nggak mau aja nanti bunda beraggapan kalo Noval itu laki-laki yang nggak baik ... disaat-saat pertama seperti ini aja dia - ",


ucap Kinara terputus,


"Narraaa ... ngga mungkin bunda berpikiran kaya gitu, bunda adalah orang tua terbaik didunia. Kita tau sendiri gimana sifat bunda. Bunda pasti paham !!! ... ",


ucap kak Nina lagi menenangkan sang adik,


"yaudah besok kamu pulang aja ke Jakarta, lagian bunda juga udah ngga apa-apa kok' ... Kakak juga takut kalo Noval itu ada apa-apa disana !!! ... ",


kali ini ucapan kak Nina malah membuat perasaan Kinara berbalik, yang tadinya berfikiran yang tidak-tidak terhadap Noval, justru berbalik menjadi khawatir,


"apa mungkin benar !!! ... kalo Noval lagi ada masalah ??? ... tapi kenapa HPnya aktif dan telponku nggak diangkat-angkat ??? ... ",


gumam Kinara dalam hati, pertanyaan demi pertanyaan pun menyelimuti pikirannya.


Kak Nina menggenggam tangan Kinara, seolah memberikan kekuatan agar sang adik selalu berpikir positive thinking.


"Kita masuk dan jelassin ke bunda sekarang ... ",


ucap kak Nina lembut, mengajak Kinara ikut masuk kedalam untuk menjelaskan kepada sang bunda tentang kemungkinan Noval yang tidak jadi atau tidak bisa jadir dan datang hati ini, karena mungkin ada sesuatu yang menghalangi kedatangan Noval.


Kinara pun mengangguk dan ikut masuk kedalam, menemui sang bunda ...


Kak Nina pun mengantar Kinara hanya diambang pintu kamar bunda, menganggukkan kepalanya meyakinkan adik perempuannya.

__ADS_1


Kinara pun meyakinkan dan memberanikan dirinya masuk kedalam kamar bunda untuk menjelaskan tentang kedatangan Noval yang mungkin tidak akan datang, dengan berasalan yang akan Kinara karang sendiri.


"Kinara minta maaf yah bund ... ",


ucap Kinara tertunduk lesu,


"Nggak apa-apa Nak', mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk Noval datang bersilaturahmi, mungkin Allah akan menggantikan waktunya yang lebih baik lagi ... ",


ucapan lembut sang bunda sambil membelai lembut rambut Kinara, membuat Kinara menatap wajahnya, Kinara melihat tak ada kekecewaan atau keraguan sedikit pun dimata sang bunda tentang lelaki yang bernama Noval dihati sang bunda,


Kinara pun tersenyum lembut membalas ucapan lembut sang bunda, Kinara pun meraih dan merengkuh tubuh sang bunda.


Entah, Kinara merasa kecewa untuk yang kedua kalinya kepada Noval. Didalam pelukan sang bunda, lag-lagi pikiran Kinara pun kemana-mana ...


***


Seperti biasa pagi ini Kinara berangkat keperusahaannya, karena tadi, pagi-pagi sekali Kinara sudah berangkat ke Jakarta dari rumah sang bunda ...


Dan seperti biasanya Kinara langsung masuk ke ruangan pribadinya. Saat melintasi meja para karyawannya, Kinara sempat memperhatikan meja Noval yang masih kosong.


Ya, sepertinya Noval memang belum datang ...


Kinara pun melihat Tari dimeja kerjanya, tanpa Tari sadari kedatangan Kinara.


"Ri ... ",


"Nara ... ",


seru Kinara terkejut


Seperti biasa, Kinara memberi instruksi kepada Tari untuk mengikutinya masuk kedalam ruang kerjanya.


"Loe kok' balik nggak ngabarrin gw sih !!! ... terus, nyokap loe gimana ??? ... ",


ucap Tari seperti biasanya juga Ia langsung menyerang Kinara dengan beberapa pertanyaannya.


"Alhamdulillah udah mendingan kok' , lagi pula kan ada kak Nina !!! ... ",


jelas Kinara,


" eeemmm ... terus loe kenapa nggak ngabarrin gw ??? ... ",


tanya Tari lagi,


"yaaa nggak apa-apa, kan karena bunda udah mendingan !!! ... ",

__ADS_1


ucap Kinara, karena memang sebenarnya Ia ingin segera bertemu dengan Noval,


"oh ya Ri, kemarin Noval masuk nggak ??? ... ",


tanya Kinara tiba-tiba,


"kemarin ... masuk kok', tapi kalo nggak salah pas mau jam istirahat dia pergi buru-buru terus nggak balik lagi !!! ... ",


jelas Tari polos,


"nggak balik lagi !!! ... nggak balik lagi gimana maksud loe ??? ",


tanya Kinara bingung,


"ya sampe sore nggak balik lagi ke kantor !!! ... loe potong tuh gajinya, seenaknya aja dia kaya gitu !!! ... ",


jelas Tari menggerutu,


Bukannya memberi respon atas penjelasan Tari, justru Kinara seketika terdiam.


Tari yang melihat Kinara terdiam dan merasa ada sesuatu yang terjadi pada sahabatnya, mencoba menyadarkan sahabatnya.


"Nara ... !!! kok' loe diem sih ... ",


seru Tari, membuat Kinara sedikit terlonjak.


"oh iya, nggak kok' ... ",


ucap Kinara terbata-bata karena Tari membuatnya terkejut,


"Loe kenapa sih ??? ... pasti lagi ada masalah sama Noval ??? .. ",


tanya Tari lagi, seolah-olah mengetahui apa yang terjadi pada Kinara dan Noval.


"nggak, nggak kok' nggak ada apa-apa. Nggak ada masalah !!! ... ",


jelas Kinara dengan raut wajah yang nampak menyimpan kebohongan kepada Tari, justru dengan sikap dan raut wajah Kinara yang sangat tidak mahir untuk menyembunyikan sesuatu, Tari bisa membaca jika sahabatnya sedang membohongi dirinya.


Seketika wajah Tari pun berubah menjadi serius dan mengintrogasi, dengan mengangkat salah satu alisnya, seolah memberi kode kepada Kinara dan meminta untuk menjawab pertanyaannya dengan jujur.


Kinara pun mengerti akan sikap Tari yang seperti itu, dan saat ini, mau tidak mau Kinara harus menceritakan apa yang sedang Ia rasakan.


Kinara menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya dengan kasar.


"Kemarin lusa, dari pas gw jalan sama dia HPnya nggak aktif, gw hubungin terus sampe gw selesai pula ngajak bunda dari rumah sakit, namun tetep HPnya nggak aktif, terus kemarin pagi-pagi, tiba-tiba dia ngehubungin gw dan janji juga kemarin dia mau dateng kerumah bunda buat silahturahmi sama keluarga gw, tapi sampe malem lagi gw tunggu malah nggak ada kabar ... ",

__ADS_1


jelas Kinara dengan wajahnya yang sayu,


...----------------...


__ADS_2