
Kinara telah sampai dirumahnya, Ia pun memarkirkan mobilnya dan langsung masuk kedalam rumahnya.
Nampak bi Sum menghampiri Kinara.
"non Nara, non Nara sudah pulang ... ",
Ucap bi Sum.
"iya bi ... oh iya bi, ngga usah siapin makan malam, saya mau langsung istirahat aja ... ",
ucap Kinara sambil memijit pelan keningnya.
"oh ... iya non. Non Nara sakit ya non ??? ... ",
tanya bi Sum.
"ngga ko' bi, saya cuma kecapean aja, soalnya tadi banyak kerjaan dikantor ... ",
kilah Kinara.
"bibi buatin teh herbal ya non, biar badan non Nara tetep fit, nanti bibi anter ke kamar ya non ... ",
"heemmm ... terima kasih yah bi ",
Kinara mengangguk tersenyum, berjalan menuju kamarnya dan bi Sum pergi kedapur.
Saat sampai didalam kamarnya, segera Kinara menutup pintu dan menaruh barang-barang yang setia menemaninya saat bekerja.
Kinara membanting tubuhnya diatas kasur, menutup wajahnya dengan bantal, hanya beberapa detik Ia angkat kembali bantal yang menutup wajahnya.
"ya Tuhan ... apa aku mimpi ",
Kinara mencubit tangannya sendiri dan ...
"aawww ... sakit ",
"ternyata ini bukan mimpi ... ",
ucapnya lagi.
"terus, apa yang harus aku lakukan jika bertemu Noval lagi besok ??? ... ",
Kinara sangat bingung sekarang, takut jika esok terjadi hal yang sama seperti tadi.
Mata dan fikiran Kinara menerawang jauh ke atap langit kamarnya.
***
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Agam. Agam pun segera membukanya.
"wisss .. mantap so'ib gw, baru masuk kerja udah lembur. Bener-bener loe hari ini menciptakan kesan yang baik dihari pertama masuk kerja ... ",
ucap Agam, Noval pun melalui Agam yang sedang berkicau seperti burung.
"kayanya ... gw mau resign aja ... ",
ucap Noval, menganggetkan Agam.
"Apaaa ... ",
teriak Agam.
"loe mau resign ??? ... loe kenapa Val ??? ... apa ada masalah tadi dikantor pas loe lembur ??? ... apa ada yang gituin loe tadi hah ... siapa orangnya ??? ... ayokkk, biar gw yang hajar !!! ... "
rentetan pertanyaan Agam malah menambah penat dikepala Noval.
Noval langsung menyambar handuk dan masuk ke dalam toilet, meninggalkan Agam yang masih bertanya-tanya.
"lahhh ... ini anak, gw nanya malah ditinggal !!! ... ",
Tak lama kemudian, Noval pun keluar dari toiletnya.
__ADS_1
Agam pun sudah menunggu kehadiran Noval, untuk menanyakan lagi maksud dari perkataannya tadi.
"Val ... gw mau tanya serius sama loe, maksud loe apa tadi ngomong kaya gitu ??? ... ada masalah loe tadi dikantor ??? ... ",
tanya Agam serius, sambil melipat kedua tangannya.
Noval pun menarik nafasnya dalam. Entahlah, apa ini waktu yang tepat ???, apa Ia harus menceritakannya kepada pada Agam ??? ...
"ngga apa-apa ko', gw cuma bercanda tadi ... ",
ucap Noval.
"apa loe bilang ??? ... bercanda ??? ... bercanda loe ngga etis tau ngga !!! ... ",
seru Agam nampak kesal mendengar jawaban Noval.
"kalo emang loe ada masalah, loe cerita sama gw. Gw sahabat loe dari kecil Val ... kalo loe kaya gitu, loe anggep gw apa ??? ... ",
ucap Agam lagi, namun kini nada dari perkataannya melemah, membuat Noval merasa bersalah.
Noval terdiam, menghela nafasnya. Agam pun masih menunggu jawaban dari sahabatnya itu.
Ya, mungkin Noval harus menceritakannnya pada Agam.
Tapi Noval bingung, harus menceritakan masalahnya dari mana ...
"gw ketemu mantan gw tadi ... ",
hanya itu yang dilontarkan oleh Noval. Sontak Agam terkejut mendengarnya.
"terus, kenapa loe bilang mau resign tadi ??? ",
tanya Agam kembali kesal.
"dia ... dia satu kerjaan sama kita ??? ... ",
jelas Noval dengan lirih.
seru Agam masih dengan kekesalannya.
"loe ngga mikir Val, cari kerjaan dijakarta itu susah ... kan loe ngerasain sendiri kemaren, gimana rasanya loe muter-muter selama 1 minggu cari kerjaan ... ",
ucap Agam lagi, membuat Noval terdiam.
"loe juga harus inget sama nyokap bokap loe ... mereka nunggu kerja keras loe Val ... kalo loe berfikiran pendek kaya gini, sama aja loe ngga ngehargain usaha, jerih payah, dan do'a mereka buat loe selama ini, sampe loe sekarang bisa kaya gini ... ",
kata-kata Agam sekarang membuat Noval tersadar akan fikirannya yang buntu.
Agam pun menghampiri Noval.
"Jakarta itu keras bro ... tapi kalo masalah loe cuma karena cewek, huuhhh ... kecil nyali loe !!! ... ",
ucap Agam sambil menepuk pundak sahabatnya yang sedang dilema.
Noval pun menatap Agam.
"thank's yah ... ",
ucap Noval tersenyum.
"nah ... gitu donk, itu baru Noval yang gw kenal ... ",
Ucap Agam. Mereka pun saling merangkul, saling menguatkan satu sama lain, dikala salah satu sahabatnya sedang terjatuh.
***
"Val ...bangun woyyy ... udah siang !!! ... ",
seru Agam, menepuk-nepuk tubuh Noval dengan bantal.
"eemmmm ... ",
__ADS_1
sahut Noval, dengan mata yang masih terpejam.
"jaelahhhh ... baru lembur begitu aja, udah ah cepetan bangun, udah siang ",
"iya ... iya ... ",
Noval pun dengan terpaksa membawa tubuhnya sendiri masuk ke toilet, untuk bersiap-siap pergi bekerja.
Perkataan Agam semalam membuat Noval tersadar akan ingat kepada kerja keras dan jerih payah kedua orang tuanya hanya untuk dirinya sendiri. Kini giliran dirinya yang membalas jerih payah kedua orang tuanya. Bahkan Noval bertekad akan bekerja keras untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
Nampak Agam sudah rapi, tapi Noval belum juga keluar dari dalam toiletnya.
"Val ... loe masih lama ??? ",
teriak Agam.
"bentar lagi ... ",
balas Noval.
"gw duluan yah, ngga apa-apa kan ??? ... udah jam 7 lewat nih ... ",
teriak Agam lagi.
"iya ... ",
saut Noval.
Setelah berpamitan pada Noval, Agam pun segera pergi.
Tak lama kemudian, Noval keluar dari dalam toilet. Noval pun bergegas memakai pakaian dan atributnya. Segera Noval pun menyusul sahabatnya yang telah pergi terlebih dahulu ke kantor.
***
Nampak bi Sum hendak melangkahkan kakinya menaiki anak tangga, untuk menemui majikannya. Tapi ternyata Kinara telah turun beberapa anak tangga, membuat bi Sum tak jadi menghampiri Kinara.
"non Nara ... saya kira, non Nara ngga pergi ke kantor ... ",
Ucap bi Sum.
"hari ini saya ada meeting diluar kantor bi ... ",
ucap Kinara tersenyum.
"oh iya bi ... besok aja ya kita pergi ke swalannya. Kebetulan besokkan saya libur, jadi punya banyak waktu ... ",
jelas Kinara.
"baik non ... ",
ucap bi Sum mengangguk.
Kinara pun menghampiri meja makan dan memulai acara sarapan paginya. Setelah selesai, Kinara melihat jam yang ada dipergelangan tangannya.
"ya ampun, udah siang !!! ... ",
ucap Kinara terkejut. Dengan cepat Kinara meminum susu hangatnya, dan dalam sekejap Ia menghabiskannya.
"bi, saya berangkat dulu yah ... Assalamu'alaikum ... ",
"oh iya non, hati-hati ya non ... wa'alaikumsallam ",
Segera Kinara menaiki dan menyalakan mobilnya. Kini Kinara tengah membelah jalanan ibu kota Jakarta.
...----------------...
Jangan lupa Kritik dan Saran yah ... 🤗
terima kasihhh 🙏😊
happy reading 🥰
__ADS_1