
Entah kenapa hati Noval pun terasa sakit saat Ini, dadanya terasa sesak. Namun Noval terus melajukan kendaraannya.
Namun tak lama kemudian, Noval pun menepi dan menghentikan CBRnya, Ia merasa benar-benar tidak fokus untuk mengendarai saat ini, karena pikirannya yang dipenuhi bayang-bayang Kinara dan kejadian yang baru saja Ia alami tadi.
Noval melepas helm yang melindungi kepalanya, merauk wajahnya dan menarik nafasnya kasar ...
"ya Allah ... maaf Kinara !!! ... ",
lirih Noval,
"kenapa gw jadi kaya gini ??? ... ini kan yang loe mau !!! ... suatu saat loe ketemu Kinara dan loe minta penjelasan kenapa dia ninggalin loe tanpa alasan, dan sekarang disaat loe ketemu Kinara dan dia pengen ngejelasin semuanya kenapa loe bersikap kaya gini sama dia ... ",
Noval merutuki dirinya sendiri dan tampak rasa penyesalan dalam dirinya.
Ya, tidak bisa dipungkiri sedalam apapun Noval mengubur dalam-dalam perasaannya pada Kinara, namun tetap saja sampai saat ini Noval juga tidak bisa melupakan cinta pertamanya, yaitu Kinara ...
Sampai saat ini pula, Noval masih bisa menjaga hatinya untuk Kinara ...
Sama seperti Kinara. Bukan berarti para wanita tidak ada yang jatuh hati kepada Noval, banyak kaum hawa yang berlomba-lomba ingin memilikinya, hanya saja Noval masih belum bisa melupakan sosok wanita yang sampai saat ini ada dalam hatinya.
***
Kinara masih terisak melihat kepergian Noval yang begitu saja meninggalkannya.
Kinara mengusap air mata yang mengalir dipipinya.
Ia angkat kedua kakinya untuk masuk kedalam mobil. Langkahnya yang gontai seolah mewakili akan perasaannya saat ini.
Kinara masuk kedalam mobilnya dan menelungkupkan kepalanya pada stir mobil, Kinara terisak kembali. Ya, saat ini isakannya semakin menjadi ...
"apa yang harus aku lakukan sekarang, apa semuanya sudah berakhir ???... ",
***
Kini Kinara tengah berada dikamarnya. Menyandarkan tubuhnya sambil menelungkup kedua lututnya, memutar kembali kejadian yang belum lama Ia alami tadi, dengan air mata yang masih berlinang, hanya saja tak terdengar suara isakan tangisnya lagi sekarang ...
Terdengar suara ponsel Kinara bergertar diatas nakas. Ia hanya menoleh, tak ingin mengangkatnya.
Tak lama kemudian ponselnya kembali bergetar, kali ini mau tidak mau Kinara pun menjawabnya.
"Hallo ... ",
ucap Kinara dengan suara yang amat berat, membuat Si penelpon terheran ...
"Nara !!! ... Loe nangis yah ??? ... ",
tanya Tari, Kinara yang mendengar pertanyaan sahabatnya itu bingung harus menjawab apa, karena sebenarnya Ia tidak ingin menjawab dan memang benar saat ini dirinya tengah menangis.
"Nara ... loe kenapa ???, loe udah sampe rumah kan ???,
tanya Tari lagi, namun Kinara tetap terdiam ...
__ADS_1
"*Nara, loe jawab gw donk, jangan diem aja, jangan bikin gw panik* ... ",
saat ini Tari sangat Panik, karena pertama mendengar suara Kinara dengan nada seperti orang yang habis menangis, lalu rentetan pertanyaan Tari pun tak segera dijawab oleh Kinara, membuat Tari semakin panik.
"gw udah sampe rumah kok Ri, loe tenang aja ... ",
ucap Kinara, kini nada suara Kinara pun semakin berat.
"Ra ... loe kenapa ???, loe ngga lagi nangis kan ???, loe baik-baik aja kan ??? ... ",
lagi-lagi rentetan pertanyaan Tari membuat perasaan Kinara teringat lagi tentang kejadiannya bersama Noval tadi,
Kini, Kinara tak kuasa menahan perasaannya lagi dan ...
"hiks hiks .. hiks hikss ... hiksss ... ",
dan akhirnya air mata Kinara pun pecah kembali.
"Nara ... loe nangis !!! ... ",
saat ini suara Tari pun merendah dan bukan pertanyaan lagi yang Ia lontarkan, tapi Ia menyadari jika sahabatnya kini benar-benar sedang menangis.
"hiks ... hiks ... hiks ... ",
mendengar ucapan Tari, tangis Kinara pun semakin menjadi.
"Astaga Nara ... gw kerumah loe ya !!!, loe tunggu. Gw OTW sekarang !!! ... ",
tanpa meminta persetujuan dari Kinara, Tari pun langsung bergegas pergi kerumah Kinara, untuk memastikan keadaannya ...
Hampir 30 menit kemudian Tari pun sampai dirumah Kinara, karena perjalanan dari rumah Tari kerumah Kinara hanya memakan waktu beberapa menit saja.
Sesampainya Tari dirumah Kinara, bi Sum membukakan pintu untuk Tari dan segera Ia mengahampiri Kinara yang berada dikamarnya.
Tari pun langsung masuk kekamar Kinara tanpa mengetuk pintu kamar Kinara terlebih dahulu.
"Nara !!! ... ",
seru Tari, berjalan menghampiri Kinara yang saat ini sedang rapuh ...
Kinara yang mendengar suara Tari langsung terbangun dari kesedihannya, namun saat Tari sudah berada disampingnya tangis Kinara pun pecah kembali.
"hiks ... hiks ... hiks ... ",
tangis Kinara.
"ya ampun Nara !!! ... husssssss ",
ucap Tari menenangkan Kinara sambil mengusap lembut punggung Kinara,
Tari pun tidak langsung bertanya, Ia lebih memilih untuk menahan pertanyaannya agar Kinara lebih tenang sejenak.
__ADS_1
Saat Kinara lebih tenang, Tari pun bertanya pada sahabatnya. Mengapa Ia bisa seperti ini ???, apa yang terjadi ??? ...
"Loe kenapa Ra, cerita sama gw ??? ... ",
tanya Tari,
Kinara menghela nafasnya panjang dan ...
"Noval ngga mau ngedenger penjelesan gw Ri ... ",
ucap Kinara yang masih meneteskan air matanya.
"Noval !!! ... ngk mau ngeder penjelasan loe ??? maksudnya gimana ??? ... ",
ucapan Kinara tadi membuat Tari bingung,
Kinara menghela nafasnya lagi, menguatkan dirinya untuk menceritakan kejadian tadi kepada Tari.
"Tadi, pas perjalanan balik dari rumah loe, tiba-tiba mobil gw mati !!! ... ",
ucap Kinara mencoba menjelaskan, dan Tari pun mendengarkan penjelasan sahabatnya tersebut ...
"gw sempet panik karena ngga ada siapapun disana kecuali gw, tapi tiba-tiba Noval dateng dan nolongin gw ... ",
jelas Kinara, Tari pun semakin menyimak.
"perasaan gw campur aduk saat Noval ngebenerin mesin mobil gw dan setelah selasai tiba-tiba dia mau pergi gitu aja. Gw coba tahan dia buat ngucapin makasih dan akhirnya gw coba juga buat ngejelasin semuanya, kenapa gw dulu ninggalin dia gitu aja tanpa alasan ... ",
tutur Kinara.
"dan loe mau tau Ri, apa yang bikin gw sakit ??? ... ",
tanya Kinara pada Tari, namun Tari tidak menjawab, Ia malah menautkan kedua alisnya dan menggelengkan kepalanya lemah.
"dia bilang ... dia ngga perlu lagi penjelasan apapun dari gw. Dan yang paling bikin gw sakit adalah ... dia bilang, ANGGAP AJJA KITA NGGA PERNAH KENAL SEBELUMNYA !!! ... ",
ucap Kinara tak kuasa menahan air matanya dan tak sanggup untuk menceritakannya lagi ...
Kini Kinara kembali terisak, Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Tari yang melihat Kinara seperti itu langsung memeluknya dan menenangkannya.
Tari pun tak bisa berkata apa-apa, selain menenangkan dan menyemangati sahabatnya ...
"loe tenang yah !!! ... Loe yang sabar, gw yakin kebahagian pasti berpihak sama loe !!!... "
hanya itu yang bisa Tari ucapkan untuk Kinara,
"gw harus lakuin sesuatu buat Kinara !!! ... ya, gw harus lakuin sesuatu !!! ... ",
gumam Tari dalam hati,
...----------------...
__ADS_1
Please buat para Reader's kasih Like, Tip, Fav, VOTE dan Sharenya juga yah, biar Author tambah semangat 😊
Terima kasih, happy reading 🙏🥰