AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Lumpuh !!! ...


__ADS_3

"Dan ... ",


ucap Hendrick terputus, membuat Ray dan kedua orang tuanya menatap serius wajah Hendrick.


"Hingga saat ini kami semua masih menunggu hasil rontgen, karena kemarin dokter bilang, ada luka serius dibagian kaki dan kepala Cecil ... ",


lanjut Hendrick dan mendapat tatapan yang iba dari Ray, Handoko dan Anita.


"Ya ampunnn ... ",


lirih Anita, karena Ia tak bisa membayangkan, jangankan membayangkan, untuk mendengar penjelasan dari Hendrick tadi saja, Anita merasa tidak ingin ...


Handoko berjalan menghampiri tempat tidur Cecil dan memegang lembut tangan Cecil,


"Maafin om yah, dengan pertanyaan om tadi. Om bisa merasakan jika kamu masih sangat trauma, dan ini berat buat kamu, tapi semoga hasil rontgennya baik dan kamu lekas sembuh dan beraktifitas kembali ... ",


ucap Handoko menyemangati,


"Apa bisa aku beraktifitas kembali om, apabila nanti hasil rontgennya buruk bagaimana om ??? ... ",


pertanyaan dan kata-kata yang terlontar dari bibir Cecil secara tiba-tiba sangat menyesakkan hati seisi ruangan tersebut.


Mereka semua pun menganga tak percaya mendengar kata-kata yang diucapkan Cecil secara tiba-tiba.


"Maksud kamu apa Cecil, om yakin kamu akan baik-baik saja ... ",


ucap Handoko lagi menenangkan Cecil,


"AKU NGGA BAIK OM !!! ... ",


ucap Cecil ketus, bahkan terdengan seperti bukan Cecil yang lemah lembut, yang biasa mereka kenal.


"Maksud kamu apa nak' berbicara seperti itu ??? ... kamu tenang yah, om sangat yakin jika kamu akan baik-baik saja !!! ... ",


ucap Handoko masih dengan nada yang tenang,


"GIMANA AKU BISA BAIK OM !!! ... GIMANA AKU BISA TENANG, KALO KAKI AKU NGGA BISA DIGERAKKIN !!! ... GIMANA AKU BISA TENANG HAAHHHHH ...",

__ADS_1


teriak Cecil tiba-tiba, membuat seisi ruangan itu yang mendengarnya sangat tercengang dan sangat terkejut.


"APPAAAA !!! ... ",


kali ini Rahayu yang terkejut,


"Ka ... ka ... ka ki, ngk bisa gerak ... ",


ucap Rahayu terbata-bata, namun semakin lama semakin tak terdengar lagi kalimat terakhir yang Rahayu ucapkan,


Ruangan itu Hening seketika,


Rahayu berjalan perlahan dengan langkah yang gontai menghampiri Cecil dengan tatapan yang sendu, menatap wajah anak semata wayangnya yang terasa amat malang seketika.


Rahayu menyentuh, membelai lalu menggenggam erat jari jemari Cecilia, lagi-lagi dengan tatapan yang sudah tak bisa diartikan.


"ka ... ka, kamu bilang ap ... apa tadi, kaki ... kaki kamu ... ngga bisa gerak ??? ... ",


tanya Rahayu dengan lirih, bahkan air matanya sudah terjatuh ...


Saat Rahayu bertanya dan menatap wajah Cecilia, justru Cecil membuang wajahnya, tak ingin menampakan wajahnya yang sedang sangat berkalut.


tanya Rahayu masih dengan kesedihannya.


"Apa jangan-jangan___ ",


ucap Rahayu terputus dan menatap tak percaya pada Cecil,


"Apa jangan-jangan sebenarnya hasil rontgen sudah keluar, dan kamu sembunyikan dari mamah dan papah, iyah ??? ... ",


tanya Rahayu yang kini seperti orang yang menyelidik,


Seketika Cecil menatap wajah Rahayu,


"Apa mamah bilang !!! ... Aku sembunyikan hasil rontgen !!! ... walaupun hasil rontgen keluar dari tiga hari yang lalu, aku ngga akan mau liat mah, jika kenyataannya ini yang aku alami, AKU LUMPUHHHHH !!! ... ",


ucap Cecil memekik, dengan air mata yang tak bisa tertahankan,

__ADS_1


Lagi-lagi, orang-orang yang berada didalam ruangan itu seperti terlonjak tak menyangka, sedari tadi menyaksikan kejadian yang sangat tak disangka, jika Cecil menyembunyikan apa yang Ia rasakan pada kaki kanannya selama tiga hari yang lalu, sejak Cecil siuman dari komanya.


Hendrick memalingkan wajahnya, mengeluarkan air mata yang begitu pedih,


"Maafkan papah Cecil ... Mungkin tak seharusnya papah menyembunyikan ini dari kamu !!! ... ",


gumam Hendrick, karena sebenarnya Hendrick lah yang menyembunyikan hasil rontgen ini dari Cecilia dan istrinya, Hendrick tidak ingin memberi tahukan kepada Cecil tentang hasil rontgen itu, jika ternyata hasil dari rontgen itu menyatakan bahwa Cecilia mengalami cacat permanen.


Ray berjalan perlahan menuju arah dimana Cecilia terbaring.


"Cill ... ",


seru Ray,


"Aku tau ... aku tau ini sangat berat buat kamu, tapi kita semua akan selalu ada disamping kamu !!! ... ",


ucap Ray menyemangati Cecil, menyemangati wanita yang sangat Ia kenal namun tak ingin Ia mendekatinya.


Mendengar kata-kata Ray, lagi-lagi Ia memalingkan wajahnya, namun entah kenapa saat mendengar kata-kata Ray, Cecil merasa jauh lebih baik.


Ruangan itu pun hening kembali.


Anita menganggukan kepalanya perlahan, memberikan kode kepada Handoko dan Ray, untuk segera pergi. Ray dan Handoko pun langsung mengiyakan dan segera pamit kepada Hendrick dan Rahayu, terutama pada Cecil ...


"Mamah masih ngga percaya dengan apa yang menimpa Cecil !!! ... ",


ucap Anita pada suami dan anaknya, dengan pandangannya yang fokus lurus menghadap kedepan saat melewati lorong rumah sakit.


"Iya mah, papah juga ngga nyangka, tapi untungnya kita semua udah jenguk Cecil, jadi kita tau bagaimana kondisi dan keadaannya sekarang ... ",


ucap Handoko yang kini terlihat sangat iba pada Cecil mengingat kejadian tadi.


"yaudah kalo gitu Mah, Pah ... Ray duluan yah, harus balik lagi ke kantor !!! ... ",


ucap Ray sambil meraih tangan kedua tangan orang tuanya dan bergantian menyalami dan menciumnya.


"Ray ... kamu hati-hati ya nak' ... ",

__ADS_1


ucap Anita pada Ray, karena seketika Anita pun menjadi takut akan apa yang menimpa Cecil, takut pula terjadi pada Ray, yang juga anak semata wayangnya. Karena Anita tau jika Ray selalu mengendari mobilnya sendiri dan tidak ingin memakai jasa supir pribadi, karena alasan tertentu yang Ray berikan kepada kedua orang tuanya. Bahkan kedua orang tuanya memaksa dengan alasan jika Ray adalah seorang CEO yang muda dan sukses, namun tetap saja Ray enggan untuk itu.


Mereka bertiga pun akhirnya berpisah didepan halaman rumah sakit, dan kembali pada pekerjaannya masing-masing, karena waktu menunjukan masih jam kerja.


__ADS_2