
Noval sudah memutuskan untuk berbicara kepada orang tuanya, dia beranjak dari kamarnya untuk menemui ayah dan ibunya yang berada didepan rumah.
Kebetulan sang ayah dan ibu sedang bersantai menikmati suasana sore hari.
Noval berjalan menghampiri ayah dan ibunya.
"Bu ... Pak ... !!! ",
Noval duduk dihadapan orang tuanya.
"Noval .. ada apa nak ??? ... ",
"Ada yang mau Noval bicarakan sama Ibu dan Bapak ... "
ada sedikit rasa takut dalam hati Noval, pada saat berbicara
kepada kedua orang tuanya.
"Soal apa ??? ... ",
lagi lagi ibu yang menjawab pertanyaan Noval.
"Noval mau minta izin sama Bapak dan Ibu, Noval mau ke Jakarta Bu ... Pak ... !!! ",
Ucap Noval.
"Apa ... Jakarta ... !!! ",
tampak ibu kaget mendengar kata-kata Noval, lain halnya dengan sang ayah.
"Iya Bu, Noval mau cari kerja disana .. Ibu ngk perlu khawatir, yang penting Ibu ridhoi Noval dan selalu mendo'akan Noval, biar Noval dapet kerjaan yang baik disana ... " ,
Ucap Noval lagi.
"Emangnya disini ngk ada pekerjaan ??? ... disini juga banyak kalo kamu mau cari ... ",
tampak sang Ibu sudah mulai khawatir jika Noval benar-benar pergi.
"Noval tau Bu, tapi buat apa kalo Noval punya gelar Sarjana cuma jadi buruh pabrik disini Bu ... ",
Jawab Noval.
"ya kamu sabar nak, semua ada prosesnya, tidak semua apapun itu yang baik dan indah langsung pada tempatnya, semua pasti butuh proses .. ",
Jelas sang ibu kepada Noval.
Noval terdiam, mencari cara untuk meyakinkan sang Ibu dan juga ayahnya.
__ADS_1
"Bu ... Noval mau cari pekerjaan yang sesuai dengan keahlian Noval, dengan gelar title Noval, Noval mau nyenengin Ibu sama Bapak, Noval mau bales semua jerih payah Ibu sama bapak selama ini buat Noval, walaupun Noval tau, Noval ngk akan pernah bisa bales semua jasa-jasa ibu dan bapak sampai kapanpun ... "
Jelas Noval.
"Biarkan saja Bu, dia sudah dewasa,
dan sudah seharusnya dia bertanggung jawab dalam hidupnya ... ",
tiba-tiba sang ayah angkat bicara, membuat ibu Noval semakin sedih karena harus jauh dari anak semata wayangnya.
"tapi Pak ... ",
sang ibu sudah kehabisan kata-kata.
"Maafkan Noval Bu, Noval minta do'a dan ridho ibu sama bapak ... ",
Noval meraih tangan kedua orang tuanya, menciumnya lalu bersimpuh dalam perasaan sedih dan haru.
Allahu akbar Allahu akbar ...
Terdengar suara adzan Maghrib menggema.
"Sudah adzan ... sebaiknya kita sholat dulu ... "
sang ayah selalu mengutamakan agama, kebaikan, dan sopan santun, itu yang orang tua Noval tanamkan dalam diri anaknya. Sang ayah mengajak keluarganya untuk sholat maghrib berjamaah.
***
Hari sudah malam, menunjukkan pukul 21:30 WIB, Kinara sudah sampai dirumahnya. Setelah tadi makan siang, Kinara dan Tari kembali lagi kekantor dan sedikit lembur. Seperti itu lah keseharian Kinara.
Tin ... tin ..
Terdengar suara klakson dari mobil Kinara. Tak lama kemudian, keluarlah sosok lelaki paruh baya, sambil berlari kecil hendak membuka pintu gerbang. Mobil Kinara pun sudah terparkir digarasi. Kinara turun dari Mobilnya.
"Tumben non, pulangnya agak malem ??? ... "
tanya pak. Joko kepada Kinara.
Ya ... pak Joko adalah penjaga rumah Kinara. Beliau setia menemani Kinara selama berada dirumah ini. Selain pak. Joko ada Bi Sum. Bi Sum adalah Istri dari pak Joko. Bi Sum juga yang membantu Kinara membersihkan rumahnya, memasak, mencuci baju-baju Kinara dan lain sebagainya, seperti mana tugasnya sang asisten rumah tangga.
Tapi Kinara tidak pernah menganggap pasangan suami istri tersebut sebagai pembantu. Kinara memperlakukan mereka dengan baik dan sudah menganggapnya sebagai orang tuanya sendiri. Sehingga pak. Joko dan Bi Sum sangat nyaman bekerja dirumah ini.
"iya Pak ... tadi banyak kerjaan dikantor, jadi saya sama Tari lembur ... ",
Jawab Kinara sambil berjalan masuk kerumahnya.
"ya sudah Non, silahkan istirahat .. saya panggilkan bi Sum dulu ya, buat nyiapin makan malam ... ",
__ADS_1
Ucap pak. Joko.
"Ngk usah pak ... saya udah makan tadi diluar, biarrin aja bi Sum istirahat. Bapak juga istirahat aja, kalo mau apa-apa saya bisa sendiri ko' ... ",
Jelas Kinara tersenyum, dengan wajahnya yang sudah lesu.
"baik Non, terima kasih ... ",
Jawab pak Joko sambil membungkukkan badannya sedikit.
"Oh iya ... jangan lupa semua pintu dan jendela dikunci ya Pak ... ",
Titah Kinara sebelum pergi kelantai 2, dimana kamar Kinara berada disana.
"Iya Non ... "
Walaupun Kinara sangat baik terhadap pak Joko dan bi Sum, mereka berdua tidak mau memanfaatkan kebaikan Kinara. Pasangan suami istri tersebut tau betul seperti apa sosok Kinara. Itu yang membuat pak Joko dan bi sum enggan berlaku semena-mena disaat Kinara tidak ada dirumahnya. Pak Joko dan bi Sum sangat menjaga kepercayaan Kinara kepada mereka berdua, sebagaimana layaknya seperti Tari.
Kinara masuk ke kamarnya dan langsung menuju kamar mandi. Setelah itu dia naik ketempat tidurnya. Tanpa disadari Kinara pun langsung terlelap, karena Kinara merasa amat lelah seharian ini.
***
Sementara itu, Ray duduk bersandar ditempat tidurnya, masih mengingat kejadian tadi siang. Pertemuannya yang pertama kali dengan Kinara.
Hingga saat ini Ray masih tidak percaya akan sosok Kinara.
Sehingga Ia berniat dan bertekad ingin mendekati dan memiliki Kinara, dengan cara apapun termasuk dengan kesabaran.
"hheemmm ... ",
Tidak ada suara dari bibir Ray, dia hanya mengeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum kecil akan pikirannya.
Ray pun menaruh ponselnya ke atas Nakas hendak beristirahat, karena hari sudah larut malam, Ia pun berdo'a semoga malam ini, Ray bisa dipertemukan kembali dengan Kinara dalam mimpinya.
***
Begitu pula dengan Noval, dia pun sudah bersiap-siap untuk esok hari. Noval telah selesai mempacking barang-barang apa saja yang perlu dia bawa untuk pergi ke Jakarta besok.
Tak banyak yang Noval bawa, hanya ransel besar saja yang akan menemaninya besok dalam perjalanan dan tentunya motor CBR kesayangannya.
Noval sudah selesai mempersiapakan semuanya, Ia pun beranjak ke tempat tidurnya, dimana tempat tidur yang akan jarang Ia rasakan lagi.
...----------------...
Selalu dan selalu ... 😁
Jangan lupa Like, Coment dan Vote ya teman-teman, terima kasihhh ... 🙏🥰
__ADS_1