AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Menceritakan !!! ...


__ADS_3

Cecil menundukkan kepalanya sejenak dan mendongakkan kembali menatap Noval.


"aku mohon Val, terima yah !!! ... kalo kamu ngga mau terima aku marah sama kamu !!! ... ",


ancam Cecil, lagi-lagi membuat Noval bingung akan sikap Cecil.


"tapi ini terlalu berlebihan, aku bener-bener ikhlas nolong kamu Cecil ... ",


Cecil melihat jam yang melekat dipergelangan tangannya.


"maaf Noval, aku harus pergi. Semoga kamu suka yah !!! ... ",


ucap Cecil senyum, seraya beranjak dari kursinya dan berlalu meninggalkan Noval.


Noval terdiam memandangi kepergian Cecil yang membuat fikirannya terganggu. Ia pun menatap paper bag yang ada dihadapannya.


Noval meraih paper bag tersebut, melihat isi yang ada didalamnya. Betapa terkejutnya Noval saat Ia melihat isi dari paper bag tersebut.


Ya, sepatu pantofel branded ada ditangannya sekarang ...


Noval menatap lagi kepergian Cecil yang telah menghilang ...


"Cecil ... ",


lirih Noval.


***


Acara meeting pun selesai.


Kali ini, Kinara dan Tari mengadakan pertemuan dengan perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaanya disalah satu reastaurant terbuka.


"yukkk ... ",


Kinara beranjak dari kursinya.


"tunggu Ra !!! ... ",


Tari mencegah Kinara yang akan beranjak dari kursinya. Kinara pun menoleh ke arah Tari, mengernyitkan dahinya.


"loe cerita sekarang !!! ... ",


pinta Tari membuat Kinara lolos memandang wajah sahabatnya itu. Ya ... Kinara paham, saat ini Tari tengah meminta penjelasan tentang sikapnya yang aneh beberapa hari belakangan ini.


"Cerita !!! ... cerita apa ??? ... ",


Kinara pun mencoba mengelak.


"kita ini sahabatan udah berapa lama sih Ra ??? ... loe kira gw ngga tau kalo loe lagi ada masalah !!! ",


ucapan Tari membuat Kinara terperanjat.


"gw emang ngga tau masalah loe apa, tapi gw tau kalo loe lagi ada masalah Kinara !!! ... ",


ucap Tari lagi.


"gw ngga akan beranjak dari tempat ini, sebelum loe cerita sama gw ... ",


jelas Tari.


Kinara menatap Tari sendu. Ya, selama ini Tari lah yang selalu memahaminya ...


Kinara terdiam, berfikir sejenak.


"Mungkin Tari harus tahu, dan ini adalah waktu yang tepat ... ",


gumam Kinara. Ia pun kembali duduk pada tempatnya dan menatap sahabatnya.


Kinara menarik nafasnya dalam ...

__ADS_1


Ya, Kinara dan Tari saat ini tengah berbicara serius.


"gw bingung Ri, gw ngga tau harus cerita dari mana ... ",


ucap Kinara.


"tapi gw mohon sama loe, setelah gw cerita semuanya, jangan ada satu pun karyawan kita yang tau masalah gw ... ",


jelas Tari.


"karyawan !!! ... maksud loe apa sih Ra, gw ngga ngerti ... ",


ucap Tari.


Kinara menghela nafasnya lagi-lagi.


"Noval ... IT baru diperusahaan kita, dia adalah ... dia adalah MASA LALU gw ... ",


jelas Kinara. Seketika Tari terlonjak dari rasa penasarannya.


"apaaaaa !!!, jadi ... pantesan, pas loe pertama kali liat CVnya Noval tingkah loe aneh tau ngga, ngga kaya biasanya ... "


ya, apa yang dikatakan Tari benar, Kinara menundukkan kepalanya.


"tapi maksudnya masa lalu, Noval loe itu mantan loe gitu ??? ... tapi ko' gw ngga pernah tau !!! ... ",


Tari pun masih dengan rasa penasarannya.


Kini Kinara menatap jauh, seolah sedang melihat kembali masa lalunya ...


"dia ... adalah cinta pertama gw. Mungkin dulu umur kami masih belum layak untuk mengenal CINTA, tapi pada kenyataannya, selain ayah dan bunda gw yang selalu memberikan rasa cinta dan nyaman untuk anak-anaknya, Noval juga memberikan rasa itu sama gw ... ",


jelas Kinara, membuat Tari yang mendengarkan penuturan Kinara tak bergeming sedikit pun, dan masih memperhatikan setiap kata-kata Kinara.


"dia laki-laki kedua setelah ayah, yang membuat gw nyaman saat ada disampingnya, dia pengertian, dia penyabar, dia penyayang ... ",


jelas Kinara lagi,


Kinara tidak bisa melanjutkan lagi kata-katanya,tanpa Kinara sadari, air matanya lolos begitu saja, membuat Tari yang melihatnya merasa bersalah.


Tari meraih tangan sahabatnya, menggenggam, menyalurkan kekuatan.


"Andai dia tahu ...10 tahun ini, gw selalui dihantui rasa bersalah. Dan jujur, sampai saat ini gw belum bisa lupain dia, itu yang buat gw ngga bisa perpaling dengan laki-laki manapun ... ",


kini Kinara tengah terisak, rasa sakit yang mendalam seketika muncul kembali dalam perasaannya.


Tari yang melihat sahabatnya rapuh, segera beranjak dari kursinya dan menghampiri Kinara, merangkul dan menenangkan sahabatnya.


"huusstttt ... Ra ",


seru Tari sambil mengelus lembut pundak Kinara.


"apapun alasan loe dulu ninggalin Noval, loe harus kasih penjelasan sama dia Ra. Wajar kalo sekarang dia kecewa atau marah sama loe. Kalo gw diposisi Noval, mungkin gw juga akan melakukan hal yang sama ... ",


ucap Tari, membuat Kinara terdiam mencerna setiap kata-kata sahabatnya.


Ya, wajar jika Noval marah. Karena ini semua adalah kesalahannya. Dan kini, cepat atau lambat Kinara harus memberikan penjelasan pada Noval.


***


Ray tengah memasuki kediamannya, Sambil mengendurkan ikatan dasi yang melingkar dilehernya. Rasa lelah yang menyelimutinya saat ini, mengajaknya untuk segera sampai ke kamarnya, namun saat hendak menaiki anak tangga, ada yang memanggil namanya dan membuatnya menoleh.


"Ray ... ",


terdengar suara bu Anita menyeru nama Ray.


"mamah, kok mamah belum tidur ???, ini udah malem loh ... ",


ucap Ray.

__ADS_1


"bisa duduk dulu sebentar ... ",


bu Anita menepuk kursi yang ada disampingnya, menuntun Ray agar duduk disampingnya. Saat ini bu Anita ingin berbicara serius.


"ada apa mah ??? ... ",


Ray pun kini tengah duduk disamping sang ibu.


"mamah sama papah nungguin kamu dari tadi !!! ... ",


"nungguin Ray ???, emangnya ada apa mah ??? ... ",


tanya Ray.


"Papah kamu, ada yang mau dibicarakan ... ",


jelas bu Anita, membuat Ray menyatukan alisnya.


"Minggu depan, teman bisnis papah kamu ngundang keluarga kita untuk dateng ke acara ANNIVERSARY WEDDINGnya yang ke-50 tahun ... ",


jelas bu Anita, Ray pun mengangguk memahami.


"dan papah minta sama kamu, kalo bisa kamu juga datang dan ... ",


namun ditengah-tengah ucapannya, Anita berhenti dan sedikit ragu akan pembicaraannya.


"dan apa mah ??? ... ",


tanya Ray dibuat penasaran oleh sang mamah.


"dan papah minta, kamu membawa pasangan !!! ... ",


ucap bu Anita.


"Appaaa !!! ... Pasangan !!! ... ",


Ray terkejut mendenger kata-kata Anita dan Anita pun mengangguk pelan.


"Kamu pahamkan kan maksud mamah dan papah ... ",


ucap Anita seraya beranjak dari duduknya sambil mengusap lembut pundak Ray dan berlalu meninggalkan Ray yang masih mencerna perkataan ibunya.


Ray menghembuskan nafasnya kasar. Ia pun memutuskan untuk segera pergi kekamarnya.


Saat berada dikamarnya. Ia mengingat kembali kata-kata Anita.


"Papah sama mamah apaan sih ???, mereka kan tau kalo aku belum punya pacar, kenapa papah minta aku bawa pasangan ... ",


Ray kini berbicara pada dirinya sendiri.


"Mamah !!! ... jangan jangan mamah yang ngasih tau papah soal ... ",


ya, Ray berfikir pasti Anita yang memberi tau suaminya bahwa Ray tengah dekat dengan seorang wanita. Karena kemarin Anita yang melihat foto wanita ada dalam ponsel Ray.


Seketika Ray pun mengingat Kinara ...


"Kinara !!! ... ",


lirih Ray.


"yah ... Kenapa sampe saat ini Kinara belum ngasih kabar ??? ... ",


Ray pun mengingat kembali ajakan untuk makan malam bersama Kinara. Namun hingga saat ini Kinara belum memberinya kabar, perihal bisa atau tidaknya Kinara.


"atau mungkin Kinara tidak mau dan tidak ingin mengabariku ??? ... ",


tiba-tiba Ray pun menjadi lemah dengan pikirannya sendiri.


Namun Ray tidak putus asa, dia berpikir masih banyak cara untuk mendekati Kinara, dan Ia merasa pasti suatu saat hati Kinara pun akan luluh padanya.

__ADS_1


Ray pun memantapkan kembali hati dan pikirannya. Ia berencana esok akan menghubungi Kinara kembali.


...----------------...


__ADS_2