AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Memperhatikan


__ADS_3

Kini Tari sudah duduk dimeja kerjanya, sambil menggeser-geser mouse yang ada dalam genggamannya.


Tiba-tiba ponselnya berdering. Tari pun segera menyambar ponselnya.


"Nara ... ",


gumam Tari. Tari pun segera mengangkat panggilan itu.


"Hallo Ra ... ",


ucap Tari.


"Hallo Ri, keruangan gw sekarang yah ... ",


titah Kinara.


"loe ... loe udah .... ",


Tari melongo melihat ponselnya yang sudah ditutup oleh Kinara.


"ni anak ... ",


Tari pun beranjak dari kursinya menuju ruangan Kinara.


tok ... tok ... tok ...


Tari mengetuk pintu ruangan Kinara.


"masuk ... ",


titah Kinara.


"Nara !!! ... jam berapa loe dateng ??? ini masih pagi banget loh ... ",


tanya Tari.


"tadi jam 6 kurang, gw udah sampe sini ... ",


ucap Kinara.


"hhaaaa ... lebih pagi dari kemaren donk !!!, tumben banget sih loe dari kemaren dateng ke kantor pagi-pagi buta kaya gini ... ",


ucap Tari.


"ngga apa-apa ko', cuma mau ngecek laporan aja .. ",


ucap Kinara menghindari pertanyaan Tari.


"ngecek laporan mulu, laporan oke oke aja kan, ngga ada masalah kan ??? ... ",


"yaa ... gw cuma mau ngecek dan mastiin aja ko' ",


alasan Kinara. Yang sebenarnya Ia datang sepagi ini untuk menghindari pertemuannya dengan Noval. Namun cepat atau lambat Kinara pasti bertemu jua dengan Noval.


Dan saat ini Kinara belum mengetahui jika Noval sudah mulai bekerja dan mungkin sedang berkeliaran didepan ruangannya.


Tari pun mengangguk-anggukkan kepalanya.


"oh yah ... ada apa tadi loe nyuruh kesini ??? ",


tanya Tari.


"hari ini ada jadwal apa ??? ",


tanya Kinara balik,


"hari ini free, tapi besok kita ada meeting sama perusahaan xxx diluar ",


ucap Tari.


"apa ??? ",


Kinara kaget mendengar penuturan dari Tari.


"loe kenapa sih Ra ... ???",


tanya Tari.


"ah ... ngga apa-apa ko', tadi apa .. besok kita meeting diluar kan ??? ",


sebenarnya Kinara kaget, karena dia mendengar kata diluar. Kinara sudah berfikir jika besok dia akan keluar dari ruangan pribadinya disaat jam kerja. Itu artinya Ia akan melihat para karyawannya bekerja termasuk Noval.


Kinara pun menggeleng-gelengkan kepalanya, menghalau pikirannya yang selalu mengarah pertemuannya dengan Noval.


"oh ya Ra, loe tau ngga ???, IT baru kita yang bernama Noval itu ada disini !!! ... bu Sarah yang nyuruh dan nempatin dia disini, satu lantai sama kita ",

__ADS_1


Ucap Tari antusias, membuat Kinara kembali gugup.


"dan loe tau ngga ... tadi gw ngga sengaja tabrakan sama dia OH MY GOD' ... gw jadi ngga bisa konek kerja deh kalo ketemu dia tiap hari kaya gini, huuhhh ... ",


Ucap Tari lagi antusias, seraya kini menjatuhkan tubuhnya pada kursi yang ada dihadapan Kinara.


Ucapan dan kata-kata Tari membuat Kinara langsung berpacu tegang pada hati dan fikirannya.


Kinara pun semakin menjadi-jadi dengan fikirannya, apalagi melihat tingkah Tari yang ada didepannya saat ini.


"Noval ... ada disini ... ya Tuhan ... gimana ini ??? ... ",


kini Kinara gundah gulana.


***


Kini sudah masuk waktunya jam istirahat. Semua karyawan PT. MCM sedang makan siang, mungkin ada sebagian karyawan yang masih menunda lapar dan dahaganya, dan masih ada yang stay ditempatnya masing-masing.


Kinara hendak memegang handle pintu ruangannya, namun tiba-tiba Ia menarik kembali telapak tangan yang hampir menarik handle pintu itu.


"ya Tuhan ... aku lupa, hampir aja ",


gumam Kinara dalam hati.


Kinara lupa jika saat ini Noval berada satu lantai dengannya. Mungkin saat ini Noval berkeliaran membenahi unit-unit komputer yang ada dilantai ini.


Namun Kinara tergerak hatinya untuk melihat dari kaca kecil yang ada dipintunya. Ia menggerakkan kakinya dan mendekatkan tubuhnya pada daun pintu tersebut.


Kini Kinara sedang melihat-lihat sekitar depan ruangan pribadinya. Namun Ia tidak melihat sosok lelaki yang kini membuat dirinya sedang frustasi.


Justru sekarang nampak Tari yang hendak mendekati pintu ruangan Kinara dan hendak masuk. Cepat-cepat Kinara kembali duduk pada kursi kerjanya.


Tari pun masuk keruangan Kinara, bermaksud untuk mengajaknya makan siang, namun Kinara menolaknya dengan alasan Ia sudah membawa bekal dari rumah.


Kinara pun menunjukan kotak bekal sarapan tadi pagi, yang sengaja Ia bawa dari rumah. Namun sebenarnya, isi dari kotak bekal tersebut telah habis dilahapnya tadi pagi.


Mau tidak mau Tari pun pergi makan siang seorang diri hari ini.


***


Waktu sudah menunjukan pukul 17:00 WIB. Para karyawan pun sebagian sudah ada yang berbenah untuk pulang ke rumahnya masing-masing atau kost-kostsannya.


Nampak Agam menghampiri Noval yang masih berkutat dengan komputernya.


"Val ... ayok balik ",


"kayanya gw harus lembur deh, ngk apa-apa kan ??? ",


jawab dan tanya Noval.


"lembur ??? ... loe baru masuk udah lembur. Ngga takut loe ??? ",


tanya Agam.


"takut ??? takut apa ??? ",


tanya Noval balik.


"yaaa ... maksud gw ini masih lingkungan baru buat loe, kalo loe butuh apa-apa gimana, soalnya malam ini ngga ada yang lembur. Ngga apa-apa sih kalo loe mau lembur ... ",


jelas Agam.


"gw belum selesai Gam, masih banyak yang harus gw selesain dan gw juga harus beradaptasi supaya cepet ... ",


ucap Noval.


"tapi serius nih loe mau lembur ??? apa perlu gw temenin ??? ",


tanya Agam.


"ngga perlu, loe balik aja. Loe juga pasti capek ... ",


jawab Noval dan Agam pun mengangguk mengerti keadaan sahabatnya itu.


"yaudah kalo gitu gw balik yah, loe hati-hati ... ",


"heemmm .. loe juga hati-hati dijalan ... ",


Agam pun meninggalkan sahabatnya yang masih bergelut dengan pekerjaannya.


***


"Ra ... loe ngga balik ???",


tanya Tari yang sudah ada diruangannya sekarang.

__ADS_1


Kinara berfikir sejenak.


Apakah Noval saat ini sudah pulang ???


Apa Noval masih ada dimeja kerjanya ???


Jika seandainya Noval belum pulang, lalu bagaimana dirinya akan pulang ???


dan janjinya pada bi Sum untuk pergi ke swalayan ...


arggghhh ...


Kinara menghembuskan nafasnya kasar.


"loe balik duluan aja Ri, masih ada yang harus gw kerjain buat besok ... ",


ucap Kinara menghindar.


"hheeemmm ... yaudah deh kalo gitu gw duluan yah, ngk enak ayank beb udah nunggu dibawah ... ",


"hemm ... hati-hati ",


ucap Kinara tersenyum, Tari pun membalas dan berlalu pergi meninggalkan Kinara.


Setelah kepergian Tari, Kinara beranjak dari kursi. Ada sesuatu yang ingin Kinara lihat.


Kinara ingin melihat, apakah semua karyawannya sudah pulang ??? atau Noval yang sudah pulang ??? ...


Batin Kinara terus berkecamuk.


Langkahnya semakin mendekati pintu, dan segera Ia melihat kaca kecil yang ada dipojok atas pintunya dan ...


Deg ...


"Noval ... ",


Lirih Kinara. Sekarang Kinara benar-benar melihat Noval, melihatnya dari kejauhan.


Kini matanya tertuju pada seorang pria yang duduk serius berhadapan dengan komputernya.


Ya, diam-diam Kinara memperhatikan Noval.


Kinara memperhatikan lelaki itu dari balik pintu ruangannya, menatapnya dari jauh, menatapnya dengan sendu. Tiba-tiba jantungnya berdegub dengan kencang dan entah kenapa perasaannya menjadi sakit.


Tanpa terasa tangan Kinara meraba pintu yang ada dihadapannya, merabanya seolah-olah menjadi penghalangnya, seolah-olah Ia ingin menyentuh Noval.


Kinara bertanya-tanya dalam hatinya. Kenapa Noval belum pulang ???, sedangkan karyawan-karyawan yang lain sudah banyak yang pulang.


Kinara menyadarkan dirinya, segera Ia menarik jari jemarinya yang masih menempel pada daun pintu tersebut.


Tapi tatapan Kinara masih tertuju pada sosok lelaki tersebut.


Kinara mundur beberapa langkah, menuntun kembali tubuhnya untuk duduk disofa yang ada diruangannya.


Kinara mengeluarkan ponsel yang ada didalam tasnya. Ia bermaksud ingin menelpon bi Sum. Tak berapa lama kemudian ...


"Hallo Bi ... ",


Seru Kinara.


"Non Nara ... ",


ucap bi Sum.


"iya bi, bi ... kayanya saya pulang agak telat. Kalo seandainya saya abis maghrib belum sampe rumah, kita belanja bulanannya besok aja ya bi, soalnya saya masih ada urusan dikantor ",


elak Kinara, memberi alasan pada bi Sum yang ditelponnya memalui telpon rumah.


"owwhhh .. iya non. Non Nara pulang jam berapa nanti malem non ??? ... ",


tanya bi Sum pada Kinara.


"eemmm .. saya belum tau bi, tapi saya usahain sebelum jam 8 malem saya pulang ",


ucap Kinara.


"iya non, yaudah kalo gitu non Nara hati-hati pulangnya ya non ... ",


"iya bi, makasih ya bi ... ",


Kinara pun memutuskan sambungannya dengan bi Sum.


Hari semakin senja, dan suara azan maghrib pun menggema dimana-mana. Tanpa Kinara sadari, Ia pun tertidur pulas disofanya.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa like, tip, vote, koment serta kritik dan saran yah readers 🤗🥰


terima kasih, happy reading 🙏😊


__ADS_2