AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
"Aku akan merelakannya !!! ... "


__ADS_3

"Aku ... ",


ucap Kinara terputus,


"Aku ... Aku akan merelakannya, asal kau bisa menjaga dan membahagiakannya !!! ... ",


ucap Kinara, seketika membuat Cecil memandangnya tak percaya, semudah itu kah Kinara ...


Seketika Kinara pun langsung beranjak dari kursinya dan bergegas keluar dalam dari ruangan itu.


Cecil yang masih tak percaya mendengar kata-kata yang diucapkan Kinara, masih memandang kepergian Kinara yang sudah hilang dari balik pintu.


"Nak Kinara !!! ... ",


terdengar seruan suara khas yang memanggil nama Kinara,


Kinara yang tadinya melangkah dan berjalan terburu-buru, seketika langsung menghentikan langkahnya.


Kinara pun membalikan badannya dan,


"Om Hendrick !!! ... ",


gumam Kinara. Kinara masih terdiam memandang langkah lelaki paruh baya yang menghampiri dirinya.


"Terima kasih !!! ... ",


ucap Hendrick, seketika membuat Kinara tercengang,


Kinara masih terdiam, mencerna kata 'terima kasih' yang baru saja dilontarkan oleh Hendrick,


"Terima kasih, karena kamu sudah berbesar hati ... ",


ucap Hendrick, entah kenapa membuat hati Kinara terasa sakit, dan Kinara pun mulai memahami.


"Saya yakin, seribu berbanding satu wanita seperti kamu nak', bahkan anak saya sekalipun, tidak termasuk dalam angka seribu itu !!! ... ",


lagi-lagi ucap Hendrick,


"justru saat ini saya merasa amat malu ... malu karena seharusnya saya yang menyadarkan anak saya untuk tidak memaksakan suatu perasaan ... "


ucap Hendrick lagi terputus, membuat Kinara mengalihkan pandangannya, tak kuasa membendung air matanya ...


"Saya mengerti bagaimana perasaan nak' Kinara sekarang, dan saya yakin ... sebenarnya Cecil juga mengerti bagaimana perasaan nak' Kinara saat ini, namun karena Egonya itu yang mengalahkan perasaan dan kesadarannya ... ",


ucap Hendrick dengan raut wajah yang masih merasa bersalah,


Tanpa disadari, sedari tadi saat Kinara dan Hendrick tengah berbincang, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua. Ya, Rahayu ...

__ADS_1


Rahayu yang sedari tadi mendengar perbincangan antara suaminya dan Kinara, Ia pun sama, dihati kecilnya, dilubuk hatinya, Ia pun sama merasa amat bersalah, namun disisi lain Ia pun berfikir, hatinya juga sakit, melihat Cecil anak semata wayangnya harus merasakan penderitaan seperti ini.


Penderitaan fisik dan jiwa ...


Kinara pun mencoba menguatkan kembali hatinya dan memandang lelaki yang ada dihadapannya.


Kinara tersenyum lembut dan berkata,


"Apa pun yang terjadi kedepannya, saya mohon kepada anda dan istri anda ... tolong hargai dia, sebagaimana dia juga selalui menghargai saya dan Cecilia ... ",


ucap Kinara dengan nada yang gemetar.


Dan saat ini, Kinara benar-benar merasa tak sanggup untuk melanjutkannya, melanjutkan apa yang seharusnya Ia ucapkan.


Kinara pun segera memutar tubuhnya beranjak dari situasi saat ini. Namun betapa terkejutnya Kinara saat melihat seseorang yang berdiri tegak dihadapannya sekarang.


"Noval !!! ... ",


seru Kinara,


Selain Rahayu yang memperhatikan Hendrick dan Kinara yang sedang berbincang dengan serius, ternyata sedari tadi Noval berdiri tepat dibelakang Kinara, memperhatikan kekasihnya, menyimak bahkan mendengar dengan jelas setiap kata yang diucapkan Kinara dan Hendrick ...


Noval menatap Kinara dengan tajam dan geram, geram akan kelakuan Kinara yang seolah-olah tegar dan tidak mencintai dirinya ...


Noval melangkah kearah Kinara dengan cepat dan memegang pergelangan tangan Kinara, menarik menuntun Kinara untuk mendekati Hendrick dan,


teriak Noval, membuat Kinara tercengang tak percaya. Begitu pula dengan Hendrick dan Rahayu yang masih memperhatikan dari kejauhan ...


"Noval !!! ... ",


Kinara menghentakan pegangan tangan Noval dan tak kalah teriak,


"Apa maksud kamu ??? ... ",


teriak Kinara lagi,


"Seharusnya aku yang tanya !!! ... APA MAKSUD KAMU KINARA ??? ... ",


ucap Noval, seketika membuat Kinara terdiam ...


"Apa maksud kamu dengan melakukan semua ini ??? ... Apa maksud kamu hahhhh ??? ... ",


Ucap Noval lagi, dan Kinara masih terdiam ...


Noval mendekatkan wajahnya ke wajah Kinara, Kinara pun lagi-lagi terkejut, apalagi melihat kedua mata Noval yang memerah menahan amarah, membuat Kinara takut dan tak menyangka, karena ini baru pertama kalinya Kinara melihat lelaki yang Ia cintai seperti itu ...


"AKU NGGA NYANGKA ... KALO KAMU TEGA MENGORBANKAN PERASAAN KITA KINARA !!! ... ",

__ADS_1


ucap Noval memekik dengan menggertakan giginya, menahan amarah. Masih dengan perasasaannya yang kecewa, Noval meninggalkan Kinara begitu saja ...


Melihat kepergian Noval, kali ini Kinara merasa sangat bersalah.


Begitu pula dengan Hendrick, yang menyaksikan pertengkaran antara Kinara dan Noval. Pertengakaran antara sepasang kekasih yang sebenarnya, yang saling mencintai.



Kinara menundukkan kepalanya, masih dengan rasa bersalahnya, tak lama kemudian Ia menatap kepergian Noval yang telah menghilang.


Beberapa hari kemudian ...


Ternyata Kinara dan Noval sama-sama diam dalam menjalani pekerjaan dikantor beberapa hari ini, bahkan saat mereka berpapasan sekalipun, membuat Tari maupun Agam melihat tingkah mereka bingung dibuatnya.


Ya, Kinara dan Noval belum menceritakan kepada sahabatnya masing-masing. Menceritakan permasalahan yang lagi-lagi tentang hati dan perasaan, lebih tepatnya tentang hubungan mereka.


***


Noval memandangi langit malam dengan perasaannya yang masih dan sangat sakit. Noval tak habis pikir, apa yang bisa membuat Kinara menjadi bisa melakukan semua hal itu, apa mungkin Kinara sudah tidak mencintainya lagi, atau Kinara melakukan semua itu dengan kebohongan dan melawan hatinya ...


"Ada apa lagi loe sama direktur gw ??? ... ",


tanya Agam mengejutkan Noval dari arah belakang, namun Noval yang diberi pertanyaan seperti itu malah semakin diam dan menundukkan kepalanya.


"Ceritalahhh ... biasanya loe cerita !!! ... ",


ucap Agam lagi, namun kali ini Noval beranjak dari tempatnya dan melalui Agam begitu saja yang masih penasaran dengan pertanyaannya.


"Gw mau tidur, ngantuk !!! ... ",


balas Noval yang sudah diambang pintu,


"Tuh anak !!! ... ",


gumam Agam dalam hati, masih sambil memperhatikan Noval.


Dan ternyata tak lama kemudian, Noval benar-benar menutup matanya saat sudah berada diatas kasur, Ia lebih memilih beristirahat dan melupakan sejenak masalah hatinya, karena Noval pun merasa bahwa jiwa dan raga sangat-sangat lelah ...


***


Namun tidak dengan Kinara, Ia masih menatap langit-langit kamarnya. Pikiran dan hatinya sangat terganggu beberapa hari ini, terganggu karena ulah yang dibuatnya sendiri.


Kinara merasa sangat bersalah, dan jujur ada perasaan menyesal. Bahkan dihati kecilnya, yang paling ditakutkan saat ini adalah jika hatinya benar-benar tidak ikhlas untuk melepaskan Noval, dan pada akhirnya jika Ia harus kehilangan lelaki yang sangat Ia cintai untuk yang ledua kalinya.


Kinara tak sanggup membendung air matanya setiap memikirkan hal ini. Setiap perasaan dan hatinya seperti ini, Ia mencoba menguatkan dan meyakinkan kembali hatinya, jika apa yang Ia perbuat adalah keputusan yang tepat ...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2