AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Sandaran Diri ...


__ADS_3

"sepertinya aku harus menemui Noval dan meminta maaf, karena aku telah mengambil keputusan sepihak, tapi ... tidak merubah dengan apa yang telah aku putuskan ... ",


gumam Kinara dengan tatapan yang sendu,


Kinara pun sampai diperusahaannya. Ia bergegas masuk kedalam ruangan pribadinya, namun saat keluar dari dalam lift, Kinara berpapasan dengan Agam.


Saat Agam berpapasan dengan Kinara, seketika Agam terdiam dan mengingat apa yang terjadi tadi pagi dikostannya.


"Selamat pagi bu. Kinara !!! ... ",


sapa Agam,


"Pagi ... ",


balas Kinara, dengan perangainnya yang khas, seperti biasa tersenyum ramah dan manis.


Saat Kinara hendak berlalu melewati Agam, namun entah kenapa seperti ada yang ingin sekali Kinara tanyakan pada Agam, begitu pula sebaliknya, saat Agam melihat Kinara berlalu beberapa langkah darinya, ingin sekali Agam bertanya dan sedikit bercerita,


Kinara memutar kembali tubuhnya dan,


"Agam ... ",


seru Kinara memanggil,


Agam sedikit terkejut, karena Ia merasa jika Kinara pun memiliki feeling yang sama dengan dirinya.


"iya bu ... ",


jawab Agam,


"Eemmm ... kamu bisa ikut keruangan saya sebentar ??? ... Ada yang ingin saya tanyakan !!! ... ",

__ADS_1


ucap Kinara,


"Baik bu, ",


Kinara pun berjalan terlebih dahulu yang diikuti oleh Agam.


Setelah Kinara masuk terlebih dahulu dan diikuti oleh Agam,


"Tutup pintunya !!! ... ",


titah Kinara mengejutkan Agam, Agam pun menuruti perintah atasannya.


Setelah itu, seperti biasa Kinara duduk disinggahsananya, dan Agam memperhatikan itu,


"Kinara ... ",


ucap Agam seketika membuat Kinara tersentak, karena ini adalah kali pertama anak buahnya memanggil Kinara dengan sebutan nama, bukan lagi dengan bu atau bos ...


"Maaf jika saya lancang, tapi saya rasa ini ruangan tertutup dan nggak akan ada yang tau tentang apa yang ingin kita bicarakan nanti ... ",


Tapi apa yang dikatakan oleh Agam merupakan suatu kebenaran, karena maksud dan tujuan dirinya pun memanggil Agam untuk menanyakan masalah Noval, masalah pribadinya, bukan masalah atau urusan kantor.


Kinara pun dengan segera menguasai dirinya kembali,


"Apa hari ini dia bekerja ??? ... ",


tanya Kinara tanpa basa-basi langsung pada Agam. Namun seketika justru Agam yang berbalik diam, seolah-olah Kinara langsung memahami penuturannya barusan.


Mendengar pertanyaan Kinara, Agam kembali mengingat kejadian tadi pagi dikostannya.


Seketika ruangan itu pun hening, namun tak lama kemudian akhirnya Agam membuka suara dan menceritakan kejadian tadi pagi kepada Kinara, tanpa berfikir lagi tentang bagaimana nanti perasaan Kinara jika Ia menceritakan tentang keluarga Cecil, bahkan Cecil sendiri pun ikut bertamu.

__ADS_1


Setelah menceritakan kepada Kinara dengan hati-hati, dan Agam pun belum selesai menceritakan ceritanya, Kinara langsung menyambar kembali tas slempangnya dan beranjak dari kursinya, membuat Agam yang melihatnya bungkam seketika ...


Agam yang melihat kepergian Kinara, tidak bertanya satu kata patah pun, pada gadis yang pergi begitu saja ...


Ya, saat ini Kinara sudah berada didalam mobilnya, dan saat ini Kinara tau harus kemana Ia pergi sekarang, dan apa yang harus Ia lakukan. Mendengar penjelasan Agam, justru menambah keyakinan dalam diri Kinara.


Kinara langsung melaju kerumah sakit Healty Care, dimana Cecil pasti akan kembali dirawat disana ...


***


Hendrick, Rahayu dan Noval tampak sangat gelisah didepan ruangan rawat inap Cecil, sambil menunggu dokter keluar dari dalam.


Noval yang melihat Rahayu terisak tiada henti, membuat dirinya merasa salah, bingung dan tak nyaman dengan posisinya saat ini ...


"Dokter ... dok, gimana keadaan anak saya dok ??? ... ",


tanya Hendrick langsung menghambur saat dokter itu keluar dari dalam ruangan dimana Cecil berada didalamnya, membuat Noval ikut berdiri ...


"Keadaannya baik-baik saja, namun sepertinya apa yang sedang dialaminya sekarang membuat dirinya drop dan masih belum bisa menerima keadaan ... ",


jelas sang dokter, siapa pun yang mendengar penjelasan dokter tersebut menghembuskan napasnya sesak, dan tanpa disadari ada sepasang mata dan telinga yang menyaksikan secara seksama begitu pula dengan perasaannya yang sangat iba ...


"untuk saat ini harus ada dukungan dari orang-orang terdekatnya, yaitu keluarga atau orang yang dicintainya !!! ... ",


deg ... deg ... deg ...


ucap sang dokter lagi, namun entah kenapa penjelasan yang terakhir membuat Noval yang merasa dipojokkan dengan penuturan sang dokter, lebih tepatnya dari kata yang terakhir.


deg ... deg ... deg ...


Tanpa terasa pula, Kinara yang baru saja datang dan tanpa sengaja mendengar semua penjelasan sang dokter, tiba-tiba dadanya terasa amat sesak.

__ADS_1


Kehadiran Kinara, tak disadari oleh Noval dan kedua orang tua Cecilia, bergegas Kinara berjalan cepat dan bersembunyi dibalik tembok. Entah mengapa Kinara ingin mendengar semua obrolan mereka namun tiba-tiba saja dokter itu pun pergi.


Seketika Kinara bersandar pada tembok yang kekar mencoba menguatkan hatinya sendiri seperti tembok yang amat kuat yang menjadi sandaran dirinya kini ...


__ADS_2