
"Noval ... Noval tunggu !!! ... ",
ucap Kinara menahan Noval.
Noval yang mendengar Kinara memanggil namanya dan tak menyangka jika Kinara akan mengejarnya, mencoba untuk melihat Kinara sejenak yang tengah berusaha menghampirinya.
"Noval !!! ... ",
seru Kinara terengah-engah saat dihadapan Noval, tiba-tiba Noval pun merasa berat hati saat ingin meninggalkan Kinara.
Noval terdiam, Kinara pun masih mengatur nafasnya dengan memperhatikan wajah Noval.
"Aku tau kamu marah, aku minta maaf ... Aku bisa jelassin semuanya !!! ... ",
ucap Kinara mencoba untuk menjelaskan dan Noval masih terdiam.
Melihat Noval yang masih diam tak menjawab, Kinara benar-benar sangat takut ...
"Noval !!! ... ",
lirih Kinara.
Namun akhirnya terdengar suara Noval,
"Apa pantas jika seorang rekan bisnis berprilaku seperti itu kepada rekan bisnisnya dan bermesraan dihadapan kekasihnya !!! ... ",
ucap Noval seketika menusuk relung hati Kinara, dengan segera Kinara menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba untuk menjelaskan kembali.
"Noval, aku bisa jelassin !!! ... ",
"Apa yang mau kamu jelassin ??? ... ",
tanya Noval mencoba meredam amarahnya, namun Kinara malah terdiam.
"Bahkan kamu diam disaat laki-laki yang bukan pasangan kamu, menyentuh ... ",
kata-kata Noval terhenti saat mengucapkan kata yang sulit diucapkan baginya, karena terlintas lagi kejadian saat Ray melingkarkan lengannya dipinggang Kinara.
"Aku juga ngga tau kenapa dia tiba-tiba bersikap kaya gitu Val, aku juga kaget ... ",
bela Kinara,
"Kamu kaget terus kamu diam aja !!! ... ",
karena Noval tak kuasa membendung amarahnya, Ia segera memakai helm dan menaiki motor CBRnya meninggalkan Kinara yang mulai panik dengan keadaan saat ini.
"Noval ... Noval tunggu !!! ... ",
kini Kinara pun tak kuasa menahan tangisnya, Ia terisak dengan air mata yang berlinang.
Ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan pertengkaran Kinara dan Noval sejak tadi. Ya, Ray memperhatikan Kinara yang mencoba untuk menjelaskan sesuatu.
"Noval !!! ... Siapa laki-laki itu ??? ... kenapa Kinara menangis dan sangat merasa bersalah ??? ... dan kenapa Kinara mengejarnya ??? ... ",
beberapa pertanyaan dalam benak Ray dan memenuhi pikirannya.
Dan tanpa Ray sadari, dibelakangnya pun berdiri sesosok wanita yang juga memperhatikan Kinara dan Noval sejak tadi. Ya, Cecil, sama halnya dengan Ray, Cecil pun merasa heran dengan kejadian yang baru saja Ia lihat.
"Ada hubungan apa Noval dengan Kinara ??? ... Kenapa mereka seperti itu ??? ... dan tadi Ray bilang, Kinara adalah Direktur Utama ??? ... ",
__ADS_1
namun dengan segera Cecil menepis segala yang memenuhi pikirannya, Ia segera kembali masuk kedalam hotel yang megah tersebut, menghampiri kedua orang tuanya.
Ray menghampiri Kinara yang tengah terisak.
"Kinara, kamu kenapa ... ",
seru Ray menghampiri,
Kinara menoleh kearah suara tersebut,
"Apa maksud kamu tadi ??? ... ",
justru pertanyaan Kinara membuat lelaki dihadapannya menjadi bingung,
"Maksud aku ??? ... Maksud aku apa ???, aku ... aku ngga ngerti Kinara !!! ... ",
"Kita ini ngga ada hubungan apa-apa Ray, dan ngga sepantasnya kamu nyentuh akuuuu !!! ... ",
jelas Kinara setengah berteriak meninggalkan Ray yang masih dalam kebingungan,
"Kinara, tunggu Kinara !!! ... ",
Ray mencoba mengejar Kinara dan menarik pergelangan tangannya,
"Lepas Ray !!! ... ",
ucap Kinara dan menyentak lengannya yang ditarik oleh Ray.
"Puas kamu !!! ... puas kamu, udah bikin pacar aku salah paham sama aku !!! ... ",
sentak Kinara pada Ray,
ternyata Ray sudah bisa menebak dan mengetahuinya,
"Iya ... ",
lirih Kinara,
"Tapi kenapa dia sama Cecil ??? ... ",
tanya Ray masih tak mengerti,
"Kamu tanya dia kenapa sama Cecil ??? ... terus aku kenapa sama kamuuuu ??? ... ",
lagi-lagi ucap Kinara berteriak,
"Karena kami saling mengehargai Ray, dan seharusnya kamu bisa menghargai hubungan kita yang hanya sebatas rekan bisnis ... ",
ucap Kinara kini dengan nadanya yang rendah, lalu kali ini Kinara benar-benar meninggalkan Ray yang masih menatapnya dengan tak percaya.
***
Noval melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata, bahkan Ia semakin menambah kecepatannya karena rasa emosi, kekecewaannya bahkan rasa sakit hati yang dirasakannya.
Lain halnya dengan Kinara. Kinara melaju tanpa arah, dengan langkah kaki yang gontai dan pandangan kosong menerawang jauh kedepan.
Kini yang dirasakan Kinara adalah penyelasan. Kinara menyesal jika dirinya menerima tawaran Ray untuk menemaninya malam ini, jika Ia tahu malam ini akan seperti ini, Kinara pasti akan menolaknya dari pada Ia dengan Noval harus salah paham seperti ini.
Sesekali Kinara mengeluarkan ponselnya dari dalam dompetnya dan menghubungi Noval, Kinara benar-benar ingin menjelaskan pada Noval tentang kesalah pahaman ini.
__ADS_1
Tanpa Kinara sadari, Ia terus berjalan hingga melewati segerombolan preman yang tengah mabuk.
Salah satu preman tersebut nampak memperhatikan Kinara yang melewati kelompoknya dan memberitahu beberapa temannya jika ada seorang wanita cantik yang tengah berjalan sendirian.
Dengan pandangan yang kosong, tanpa Kinara sadari ada empat orang preman yang tengah menghampirinya. Dan betapa terkejutnya Kinara saat kelompok preman tersebut sudah ada dihadapannya.
"Mau apa kalian !!! ... ",
pekik Kinara terkejut,
"Sendirian aja nenggg !!! ... ",
Ucap salah satu preman tersebut,
"Mau apa kaliannnn ??? ... ",
tanya Kinara lagi dengan rasa ketakutan,
"Gilaaa ... cantik banget nih cewek !!! ... bodynya juga !!! ... ",
timpal salah satu preman diantaranya.
Mendengar kata-kata preman yang ada dihadapannya, Kinara segera memutar tubuhnya hendak berlari karena ketakutan. Namun saat Kinara baru berlari beberapa langkah, preman-preman tersebut mampu mendahuluinya dan mengcegah Kinara.
"Mau kemana neng, kok sendirian aja sih ... jalan kaki lagi !!! ... ",
ucap salah satu preman tersebut mengejek Kinara yang tengah panik dan rasa ketakutan yang bertambah.
"Pergi kalian, jangan ganggu saya !!! ... "
seru Kinara berteriak.
Mendengar kata-kata Kinara, para preman tersebut bukannya menjauh nustru semakin mendekat dan hendak menyentuh Kinara.
Kinara pun kembali memutar tubuhnya hendak berlari mencari celah, namun justru preman-preman tersebut bergerak lebih cepat darinya dan menahan memegang kiri kanan pergelangan Kinara dan mulai menyentuh beberapa titik bagian wajah Kinara.
"Tolong ... tolonggggg !!! ... ",
teriak Kinara pasrah dengan air matanya yang deras karena tak ada satu pun yang menolongnya, namun tiba-tiba tubuhnya ikut tersungkur saat dua preman yang tengah memegangi pergelangan tanganya tersungkur lebih dulu, karena ada seseorang yang memukul dan menendang dua preman itu dari arah belakang.
Saat Kinara lepas dari jeratan preman tersebut dengan segera Kinara berdiri dan melihat siapa yang membuat mereka terjatuh bahkan dirinya juga ikut terjatuh,
Namun betapa terkejutnya Kinara saat melihat Noval yang sudah berkelahi dengan dua preman yang tengah melawannya, ditambah dua preman yang memegangi tangan Kinara tadi. Jadi saat ini Noval tengah melawan empat preman dengan tangan kosong dan sendirian.
Kinara benar-benar tak menyangka dengan apa yang ada dihadapannya, kini rasa ketakutan yang dialaminya berubah menjadi rasa khawatir, karena dirinya sedang melihat lelaki yang amat Ia cintai sedang bertarung dengan keempat preman yang sedang mabuk dan mengeluarkan beberapa benda tajam.
"Noval ... ",
lirih Kinara dengan air matanya yang masih mengalir,
"Tolong ... tolong ... ",
teriak Kinara, berharap ada seseorang yang melintas, mendengar dan menolongnya.
"Novaallll !!! ... ",
lagi-lagi Kinara berteriak, namun kali ini teriakan yang membuat dirinya terkejut, karena melihat Noval yang terkena sayatan pisau tajam.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa Likenya yaaaa 🥰