AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Pingsan !!! ...


__ADS_3

"Ray ... kamu belum cerita kemarin sama mamah, gimana acara dinnernya sama Kinara ???, lancar kan ??? ... ",


tanya Anita, karena kemarin malam Anita pun heran melihat Ray yang pulang dengan cepat.


Anita sengaja menanyakan masalah ini saat Handoko, suaminya sudah berangkat ke kantor terlebih dahulu.


"Lancar kok mah ... ",


jawab Ray mengelak sambil mengunyah rotinya.


"kamu ngga bohong kan ??? ... ",


tanya Anita lagi menyelidik, karena Ia merasa jika anaknya sedang menyembunyikan sesuatu.


"ngga mah, buat apa Ray bohong ... ",


jelasnya lagi.


"tapi kok kemarin kamu pulangnya cepet sih ??? ... ",


tanya Anita lagi dan membuat Ray mau tidak mau menatap sang mamah.


"kemarin malam, pas baru mau makan tiba-tiba Kinara perutnya sakit mah, sampe mukanya pucet. Aku ajak ke rumah sakit ngga mau, dia malah minta pulang, yaudah cepat-cepat aku antar dia pulang kerumahnya ... ",


jelas Ray berbohong kepada Anita. Namun Anita yang mendengar penjelasan Ray seperti tak mempercayai begitu saja.


"bener kamu ngga bohong ??? ... ",


lagi-lagi tanya Anita menyelidik, seperti tak mempercayai penjelasan Ray.


"bener mah, buat apa aku bohong ... yaudah mah, aku berangkat dulu yah udah siang !!! ... ",


Ray pun langsung meneguk minumannya hingga habis, lalu meraih tangah Anita, menciumnya dan segera pamit untuk pergi bekerja. Seolah menghindari Anita yang mengetahui kebohongannya.


"Anehhh ... kaya ada yang disembunyikan !!! ... tapi liat aja nanti, benar atau ngganya dia bawa Kinara ke acara rekan bisnis papahnya, tapi kalo sampe bohong, awas aja tuh anak ... "


gumam Anita yang berbicara sendiri.


***


Noval seperti tidak fokus akan pekerjaannya. Matanya seperti mencari-cari sesuatu dan pikirannya gelisah, semenjak kemarin kedatangan Tari ke kostannya.


Hingga saat ini Noval masih memikirkan kata-kata Tari kemarin.


"Apa benar Kinara masih mencintaiku ??? ... ",


"Apa benar semua itu ??? ... ",


hanya itu yang ada difikiran Noval hingga saat ini.


Noval pun sempat berfikir kembali sejak pertemuan pertamanya dengan Kinara waktu diacara Reunian SD angkatannya kemarin. Ya, Noval juga mengingat kata-kata yang keluar dari bibir Kinara, hingga saat ini jika Kinara belum mempunyai kekasih. Dan beberapa kali Kinara memohon kepada Noval, agar mau mendengarkan penjelasannya.


"Kenapa dia belum dateng yah ... ",


gumam Noval dalam hati, karena belum melihat kedatangan Kinara sejak tadi pagi.


***


Kinara menghentikan sejenak mobilnya dipinggir jalan, seolah dirinya tak mampu lagi untuk meneruskan perjalanan pulang. Dadanya terasa sesak saat meninggalkan bengkel tempat Andre bekerja tadi.


Kinara menyandarkan sejenak punggungnya dan tak terasa air matanya mengalir begitu saja ...


Kinara merasa akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang dihadapinya dan Kinara merasa begitu berat masalah yang Ia hadapi.

__ADS_1


Seketika pikiran teringat tentang Noval, Ray, Andre dan sang bunda ...


Kinara mengingat masalahnya dengan Noval yang entah akan seperti apa akhirnya.


Ray ... sejujurnya Kinara merasa tidak enak hati hingga saat ini, bukan karena Ia memiliki rasa atau apa pada lelaki tersebut, Kinara merasa tak seharusnya Ia melakukan hal yang tak seharusnya Ia lakukan. Kinara berfikir mungkin Ray tidak menghargai apa yang ingin Ray lakukan terhadap Kinara.


Dan Andre, Kinara juga merasa entah sampai kapan adiknya akan memperlakukan dan menganggap dirinya sebagai kakak. Jika Kinara mengingat Andre, Ia pun mengingat sang bunda, andai bunda tau jika setiap Kinara menghampiri Andre, perilaku Andre sangatlah tidak baik terhadap kakaknya dan jika bunda tau itu, pasti sang bunda sangatlah sedih.


Karena itulah sebisa mungkin Kinara tidak menceritakan sikap Andre terhadapnya kepada sang bunda, setiap Ia menemui Andre.


"ayah ... andai ayah masih ada dan tidak bercerai dengan bunda, mungkin Nara tidak akan pernah mengalami ini semua ... ",


ucap Kinara sambil terisak.


***


Hari menjelang petang, akhirnya Kinara pun sampai dirumahnya.


"Akhirnya loe balik juga !!! ... ",


ucap Tari membuat Kinara terkejut.


"Tari ... ",


lirih Kinara yang langsung menoleh ke sumber suara tersebut.


Tanpa melihat Tari lagi, Kinara menghampiri dan duduk disebelahnya.


"loe tau ngga ??? ... gw hampir 1 jam lebih nunggu loe balik, sampe gw balik lebih awal dari kantor ... ",


ucap Tari.


"Nara ... muka loe pucet bangettt !!! ... "


ucap Tari sambil memperhatikan wajah Kinara, namun seketika Kinara yang telah duduk disamping Tari memejamkan matanya dan ...


ucap Tari lagi panik.


"Bi ... bi Sum ... bi tolong bi ... ",


mendengar teriakan Tari yang panik, bi Sum dan pak Joko yang saat itu sedang berada didapur segera berlari menghampiri Tari.


"ada apa mbak Tari ??? ... non Nara !!! ... ya Allah non Nara kenapa mbak ???


ucap bi Sum ikut panik saat melihat Kinara yang sudah duduk diruang tamu, namun melihat keadaan Kinara dengan mata yang terpejam dan wajahnya yang sangat pucat.


"non Nara !!! ... non Nara kenapa mbak Tari ??? ... ",


kali ini pak Joko yang bertanya ikut dengan panik.


"Kinara pingsan bi, pak ... ",


seru Tari, lagi-lagi membuat bi Sum dan pak Joko terlonjak kaget.


"bi, tolong ambilin minyak angin yah, air hangat sama buatin teh manis hangat ya bi ... ",


ucap Tari yang tak kalah lebih panik. Bi Sum yang mendengar perintah Tari langsung sigap.


Tak lama kemudian, bi Sum datang dengan membawa apa yang diminta oleh Tari.


"ini non ... ",


ucap bi Sum sambil menyerahkan yang diminta Tari. Tari pun segera menerimanya dan memberikan pertolongan pertama pada Kinara.

__ADS_1


"Ra ... Ra bangun Ra ... ",


seru Tari sambil mengarahkan minyak angin ke lubang hidung Kinara dan mengusapkannya kebagian-bagian tertentu.


"iya non ... bangun non !!! ... ",


ucap bi Sum sambil memijit pelan kaki Kinara.


"Apa sebaiknya kita bawa kerumah sakit aja mbak Tari !!! ... ",


seru dan saran pak Joko, karena Ia pun khawatir pada majikannya.


Namun tak lama kemudian, Kinara pun sadar.


"eeemmm ... ",


rintih Kinara, dengan matanya yang masih terpejam namun sedikit demi sedikit Ia membuka kelopak matanya.


"alhamdulillahhhh ... ",


seru Tari, bi Sum dan pak Joko bersamaan, karena merasa lega melihat Kinara yang sudah sadar.


"non Nara udah sadar !!! ... ",


"Ra ... minum dulu yuk !!! ... ",


ucap Tari sambil menuntun Kinara untuk meminum teh manis hangatnya.


"heemmm ... gw kenapa Ri !!! ... ",


ucap Kinara yang masih menyipitkan matanya dan heran melihat bi Sum dan pak Joko juga berada disampingnya.


"loe pingsan tadi, muka loe pucet ... keringet dingin lagi !!! "


jelas Tari.


"Loe kecapean Ra. Kita ke dokter yah !!! ... ",


saran Tari dan khawatir jika terjadi sesuatu lagi pada sahabatnya.


"ngga perlu, gw udah baikkan kok ... gw mau istirahat aja dikamar ... ",


tolak Kinara dan ingin beranjak dari tempatnya, dengan segera ketiga orang yang berada disamping Kinara membantu dan menuntun Kinara masuk ke kamarnya.


Saat ini Kinara beristirahat sejenak didalam kamarnya. Bi Sum dan pak Joko pun pamit, meninggalkan Kinara dengan Tari untuk membuat bubur.


Tari memandang sahabatnya itu sejenak dengan tatapan yang lekat. Kinara yang melihat jika Tari sangat khawatir pada keadaannya yang sekarang, memalingkan wajahnya ke arah lain. Tidak ingin Tari mengetahui segala permasalahannya.


"Emang seharusnya loe istirahat ... loe tenangin dulu pikiran loe, biar gw yang handle kantor selama 1 minggu ... ",


ucat Tari menggenggam tangan Kinara. Karena Ia sangat tau keadaan sahabatnya kini seperti apa dan sementara membiarkan Kinara untuk beristirahat dan tidak ingin menanyakan terlebih dahulu apa yang membuat sahabatnya menjadi seperti ini.


"Thank's yah, you are always there when 'am like this ... ",


lirih Kinara dengan tatapan yang berbinar.


"Because ... I'm your best friend !!! ... ",


balas Tari sambil mengeratkan genggamannya, membuat Kinara dan Tari tersenyum hangat bersamaan ...


...----------------...


Please Likenya donkkkk 😁😊🥰

__ADS_1


Terima kasih, happy reading guysss 🙏😘


Jangan lupa kritik dan sarannya yah ... 😉


__ADS_2