AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Canggung


__ADS_3

Noval dan Cecil terdiam, semenjak pelayan itu meninggalkan mereka. Kini suasana canggung menyelimuti Noval dan Cecil.


"Eeeemmmm ... kalo boleh tau, kamu kerja dimana ??? ... "


Cecil memecah keheningan.


"Aku baru seminggu di Jakarta, dan rencananya besok mau ngelamar ditempat temen ... "


Jelas Noval.


"kamu baru seminggu di Jakarta !!! ... aku kira kamu udah lama atau emang asli orang Jakarta ... ",


Jawab Cecil sambil tertawa kecil, karena tak menyangka akan jawaban Noval. Noval pun tertawa.


Entah kenepa Cecil merasa persaannya sangat aneh, ketika Noval menatap dan tersenyum kepadanya. Membuat Ia salah tingkah sendiri jadinya.


Tak lama kemudian, pesanan mereka datang. Pelayan itu pun menatanya diatas meja. Cecil mempersilahkan Noval untuk menyantapnya bersama.


Ketika Noval tengah fokus menyantap hidangannya, diam-diam Cecil memperhatikan Noval. Entah apa yang dirasakan Cecil saat ketika menatap Noval, yang pasti perasaannya berbeda dari sebelumnya.


"Perusahaan papahku juga lagi ngebutuhin karyawan, kalau seandainya kamu ngga dapet kerjaan ditempat temen kamu, kamu ngelamar aja diperusahaan papahku, nanti aku yang ngajuin ... ",


Ucap Cecil disela-sela acara makan mereka. Membuat Noval mendongak menatap Cecil. Cecil pun tersenyum ketika Noval menatapnya.


"Sekali lagi terima kasih banyak atas tawarannya. Aku akan mencobanya terlebih dahulu diperusahaan tempat temanku bekerja, karena disana membutuhkan karyawan yang sesuai dengan keahlianku, yaitu IT ... "


Ucap Noval.


"Eeemmmm ...",


Cecil mengangguk kecil sambil tersenyum getir, karena dia berharap Noval benar-benar bisa bekerja diperusahaan sang ayah, sehingga Ia bisa lebih dekat dengan Noval.


"terus sekarang kamu tinggal dimana ??? ... ngekost atau ... ??? ",


Cecil kembali mencoba untuk biasa.


"Aku ngekost bareng temen, kebeneran dia emang udah lama di Jakarta, dan dia juga yang ngerecomd lamaran itu, Pokoknya dia yang ngebantu aku selama di Jakarta dan belum mendapatkan pekerjaan ... ",


Jelas Noval dengan tersenyum


Cecil menghela nafas dan meneguk minumannya. Menenangkan fikiran dan perasaannya. Tak pernah Ia merasakan perasaan yang sangat cepat seperti ini kepada laki-laki lain.


Noval yang sebernarnya tak enak hati akan keadaan saat ini mencoba untuk bersikap biasa saja. Bukan karena hal lain, tapi karena ajakan Cecil kemarin yang terkesan memaksa untuk makan siang bersama. Padahal Noval sudah menolaknya secara halus, karena Ia merasa sudah hal yang wajar bagi Noval untuk menolong seseorang yang sedang kesulitan. Itu semua karena didikan orang tuanya.


Noval dan Cecil pun telah menghabiskan makanan mereka masing-masing.


"Gimana menurut kamu, makanan disini enak ngga ??? ... ",


Tanya Cecil.


"Enak ... ",


Jawab Noval tersenyum dan hendak beranjak dari tempat duduknya.


"Noval, kamu mau kemana ??? ... "

__ADS_1


"Aku mau bayar ke kasir ... ",


"Lohhh ... kok kamu yang bayar sih, kan aku yang traktir kamu, jadi aku lah yang bayar ... ",


Cecil mencegah Noval.


"Ngga apa-apa Cecil, aku laki-laki ... masa perempuan yang bayar ... "


Jelas Noval dan hendak melangkah. Namun segera Cecil pun berdiri dan menghentikan kembali Noval.


"Ngga ngga Noval, biar aku yang bayar .. aku yang ngajak kamu kesini sebagai tanda ucapan terima kasih aku sama kamu, kalo kamu tetep kekeh kamu yang bayar, aku marah sama kamu ... "


Cecil menunjukkan wajahnya serius.


"Heemmm ... maaf ... ",


Noval memandang Cecil sejenak, karena rasa tak enak hati, Noval pun menunduk tersenyum dan kembali ketempat duduknya.


Cecil pun tersenyum kembali dan mengangkat tangan kanannya, tanda memanggil pelayan untuk meminta bill.


Cecil pun membayar semua makanan yang mereka pesan.


Nampak Noval memperhatikan Cecil dan pelayan tersebut ketika sedang melakukan transaksi. Sebenarnya Noval agak terkejut melihat tagihan makanan yang mereka makan tadi.


"Cecil ... biar aku ganti yah uang kamu barusan ...",


"Noval .. kamu apaan sih, "


"Aku ngk enak aja Cecil ... ",


Cecil tersenyum lembut kepada Noval. Noval mencoba mengerti dan mengalah akan perdebatannya. ya ... apa salahnya, memang seharusnya Cecil yang membayar semuanya.


Noval dan Cecil keluar dari restaurant itu dan sampai pada parkiran dimana mereka bertemu tadi.


"Cecil ... "


panggil Noval.


"yah ... ",


Cecil menoleh dengan senyumannya.


"Makasih buat traktirannya ... ",


Noval pun tersenyum.


"Sama-sama Noval, harusnya aku yang terima kasih sama kamu. Tapi besok gantian yah, kamu yang traktir aku sama gaji pertama kamu ... ",


"heemmm ... pasti ",


Noval mengangguk tersenyum.


"Ngk lahh, aku bercanda ... ",


Cecil dan Noval pun akhirnya tertawa bersama.

__ADS_1


"Kamu mau langsung pulang ??? ... ",


tanya Noval.


"Aku mau kebutik ... kamu ??? ... ",


"aku mau balik ke kostsan, mau nyiapin CV buat ngelamar besok .. ",


jelas Noval.


"heemmm ... yaudah kalo gitu sampe bertemu lain waktu yah, sekali lagi terima kasih kamu udah mau diajak makan bareng ... ",


Ucap Cecil.


"Iyah ... seharusnya aku yang ngucapin terima kasih .. ",


"Sama-sama Noval, yaudah kalo gitu aku duluan yah, mau nengok butik dulu, bye ... ",


Cecil melambaikan tangannya tanda perpisahan. Noval pun mengangguk dan tersenyum. Cecil memasuki mobilnya, begitu pula dengan Noval, Ia menaiki CBRnya dan memakai helmnya.


Cecil membuka kaca mobil sampingnya dan tersenyum kepada Noval, Noval pun membalas senyuman itu. Cecil pun berjalan terlebih dahulu meninggalkan Noval. Tak lama kemudian Noval pun meninggalkan tempat itu dan kembali ke kostsanya.


***


Hari mulai petang, terlihat Kinara sedang menyirami tanaman didepan rumahnya sambil bersenandung. Setelah selesai Kinara menggulung kembali selang yang Ia gunakan untuk menyalurkan air ke tanamannya tadi ...


Kinara duduk dikursi halaman depan rumahnya, halamannya terlihat lebih seperti taman kecil yang nyaman. Disudut taman itu terdapat kolam Ikan yang indah. Ini adalah salah satu tempat favorite Kinara untuk melepas penat.


Kinara meneguk air jeruk hangat kesukaannya yang dibawakan bi Sum tadi. Terdengar ponsel Kinara berdering dan bergetar, Kinara menyambar ponselnya.


"Rame banget nih group SD ... ",


gumam Kinara.


Kinara pun melihat percakapan teman-temannya mensecroll hingga akhir, tapi tiba-tiba pikirannya tertuju pada seseorang. Ya, Noval ...


Kinara baru menyadari bahwa jarang sekali Noval membalas atau ikut menimbrung digroup ini, bahkan sebenarnya dirinya juga sama seperti Noval. Namun Kinara enggan membalas karena Ia merasa tidak ada Popon, Lina dan Novi yang menimpali, Ia takut seperti itu ...


Lalu Kinara mengklik "INFO GROUP", diam-diam Kinara mencari kontak seseorang. Nampak Kinara terdiam setelah melihat apa yang Ia cari ...


Ya, Noval ... dalam photo profilenya, Ia nampak menaiki motor CBRnya dengan memangku helm didepan dadanya.


Kinara masih memperhatikan photo Noval, entah kenapa dadanya terasa sesak.


"apa kamu juga masih mencintaiku Noval ??? ... apa masih ada aku didalam hati kamu ??? ... ",


ucap Kinara dalam hati, sambil jarinya mengusap bagian wajah Noval diphoto tersebut.


"Kenapa kemarin kata-katanya seperti itu, apa mungkin dia sudah melupakanku, apa mungkin sudah tidak ada lagi aku dihatinya ... aku tau, aku salah !!! ... ",


Ucap Kinara masih dalam hati, dengan tatapan matanya yang sudah menerawang ke langit yang mulai senja ...


Kinara tau, waktu 10 tahun bukanlah hal yang mudah bagi dirinya dan Noval.


Jika saja ada kesempatan untuk Kinara menjelaskan semuanya kepada Noval, Ia akan pergunakan waktu itu dengan sebaik-baiknya. Walaupun mungkin Noval tidak akan pernah kembali padanya, bahkan untuk memaafkannya ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2