
Tampak Kinara sudah bersiap-siap untuk turun kebawah hendak sarapan pagi. Hari ini Kinara terlihat tidak bersemangat, entahlah ... mungkin karena masih memikirkan hal kemarin.
"Bi ... ",
Sapa Kinara pada bi Sum, namun seperti orang yang sedang memanggil. Membuat bi Sum menoleh tanpa menyahut.
"non Nara ... pagi Non ",
sapa bi Sum, memperhatikan wajah Kinara.
"non Nara sakit yah ??? ... ",
tanya bi Sum mendekati Kinara. Membuat Kinara terkejut akan pertanyaannya.
"ngga bi, emangnya keliatan kaya orang sakit yah ??? ... "
tanya Kinara heran.
"iya non, non Nara agak pucet dan lemes ... ",
jelas bi sum.
Namun Kinara tersenyum.
"ngk ko bi, biasa aja ... ",
"bibi bikinin susu anget ya non atau bibi ambilin obat ??? ... ",
tanya bi Sum, terlihat wajahnya khawatir.
"ngk usah bi ... saya ngga apa-apa ko' ... ",
jawab Kinara tersenyum.
"yakin non ngga apa-apa ??? ... kalo ngga istirahat ajja dulu non .. ",
bi Sum meyakinkan.
"ngga apa-apa bi ... ",
jawab Kinara lagi-lagi tersenyum manis, membuat bi Sum tenang.
Kinara pun segera menyantap sarapannya agar bi Sum tidak terlalu khawatir pada dirinya. Setelah itu Kinara segera berangkat ke kantornya.
***
Terlihat Noval sedang bersiap-siap untuk hari ini, Noval akan melamar diperusahaan dimana tempat Agam juga bekerja disana.
Noval sangat bersemangat sekali hari ini, Ia sangat berharap bahwa hari ini adalah hari keburuntungannya.
"Semoga hari ini menjadi hari yang indah ... ",
gumamnya dalam hati sambil menatap dirinya dalam cermin.
Noval dan Agam bersiap menuju garasi menghampiri kendaraannya masing-masing. Tak lama kemudian mereka menancapkan gasnya.
***
Kinara turun dari mobilnya dan segera menuju keruangan pribadinya. Ia ingin segera mengerjakan pekerjaannya hari ini, agar apa yang menyelimuti pikirannya hilang dengan apa yang Ia kerjakan.
Banyak yang menyapa Kinara, Kinara pun membalasnya. Namun ada seorang pegawai yang memberanikan diri untuk menyapa Kinara dengan sapaan yang berbeda.
"Pagi bu Kinara ... maaf bu, ibu tumben pagi-pagi sekali sudah datang ke kantor ... ",
salah satu karyawan Kinara.
"Owh ... ",
sontak Kinara melihat jam dipergelangan tangannya.
yah, tak biasanya Kinara sepagi ini sudah berada dikantor. Membuat Ia sadar dan meruntuki dirinya sendiri. Namun segera Kinara mengendalikan diri.
"iya, karena ada pekerjaan yang harus saya selesaikan ",
jawab Kinara dengan ramah.
"Owhhh ... baik bu, kalo gitu saya permisi ... ",
karyawan itu tersenyum pamit.
__ADS_1
Sebenarnya apa hak pegawai itu bertanya. Tapi Kinara bukanlah atasan yang seperti itu, Ia selalu mencoba untuk menjadi atasan yang baik.
Kinara pun langsung masuk keruangan pribadinya, Kinara pun berjalan melambat saat melihat meja Tari yang masih kosong.
Pantas saja tadi ada karyawan yang bertanya padanya, Tari saja belum datang. Kinara pun langsung melenggang masuk kedalam ruangannya.
"kenapa gw jadi kaya gini sihhh !!! ... ",
Kinara menghempas duduk pada kursi kerjanya.
Kinara merasa, gara-gara Ia memikirkan seseorang kemarin, kekacauan pada hati dan fikirannya berimbas hingga saat ini. Bahkan Kinara tidak fokus.
Ya ... seperti itu lah Kinara, jika teringat dengan Noval selama 10 tahun ini.
***
Agam menyuruh Noval untuk menunggunya di lobby, sampai waktu menunjukan pukul 07:30 WIB.
"Loe tunggu disini dulu oke, nanti gw turun lagi ... ",
perintah Agam, Noval pun mengangguk.
Noval pun duduk dikursi yang berdekatan dekat meja resepsionis. Noval mengambil koran yang ada disamping kursinya. Ia membaca-baca koran tersebut sambil menunggu kedatangan Agam.
Tak lama nampak seorang wanita berjalan masuk sambil memperhatikan Noval yang nampak serius membaca Koran. Langkahnya melambat sambil memperhatikan lekat wajah pria tersebut.
"OMG ... ganteng banget tuh cowokkk ... ",
Tari memegang erat tasnya, karena perasaannya yang kagum pada seseorang.
Langkahnya melambat lagi saat Tari melewati Noval. Dadanya berdegub kencang ...
Tiba-tiba langkahnya dipercepat karena melihat pintu lift yang akan tertutup. Pada saat di dalam lift Tari mengatur nafasnya. Ia ingin segera menceritakannya pada Kinara.
Pada saat sampai dimejanya Tari duduk dan meletakan tasnya. Perasaannya sudah seperti semula, Tari belum mengetahui Jika Kinara sudah lebih awal datang dan ada didalam ruangannya.
Tak lama kemudian, pintu ruangan Kinara terbuka dan nampak Kinara keluar dari ruangannya. Tari tampak kaget melihat Kinara keluar dari ruangannya, karena tak biasanya Kinara datang lebih awal dari Tari.
"Nara !!! ... tumben loe jam segini, mmppp ... ",
tiba-tiba Tari menutup mulutnya sendri, karena tak sadar akan ucapannya saat ini yang sedang berada diluar ruangan Kinara, otomatis banyak karyawan Kinara yang sudah berdatangan.
"Maaf bu Kinara ... Selamat pagi Bu ... !!! ",
Tari segera beranjak dari duduknya, menyapa Kinara.
"Pagi ... ",
balas Kinara tersenyum dan berlalu meninggalkan Tari yang masih mematung.
"Kinara mau kemana ... ",
Tari bertanya dalam hatinya.
Tapi tak lama kemudian, Kinara kembali sambil membawa beberapa helai kertas.
"Maaf bu, ada yang mau saya sampaikan ... ",
ujar Tari setelah melihat Kinara kembali dengan membawa sesuatu ditangannya.
"Kita bicara diruangan saya ... ",
ajak Kinara.
"baik Bu ... ",
Kinara terlebih dahulu masuk keruangnya, lalu disusul oleh Tari yang sudah menutup rapat pintu ruangan tersebut.
Kinara pun sudah menjatuhkan dirinya diatas kursi, dengan menatap Tari menunggu apa yang ingin disampaikan.
"heheehhe ... sory yah, tadi gw kaget, gw kira loe belum dateng ... abis ngga biasanya loe dateng sebelum gw dateng ... ",
jelas Tari.
"Iya ngga apa-apa ... ",
Jawab Kinara santai mengangguk dan tersenyum. Kinara tidak ingin Tari seperti bi Sum yang menghakiminya melihat raut wajah dan tingkah lakunya yang berbeda.
Tapi Tari sedikit aneh melihat tingkat Kinara yang sedikit berbeda yang menanggapinya barusan. Namun segera Tari menepisnya dan menceritakan apa yang Ia lihat tadi pada saat dilobby.
__ADS_1
Tari mendekati Kinara lebih dekat lagi, dan kini Tari sudah duduk berhadapan dengan atasan sekaligus sahabatnya sendiri.
Kinara yang hendak fokus pada laptopnya, kembali mendongakkan wajahnya kearah depan, yaitu melihat Tari.
"loe tau ngga sih Ra ... tadi dilobby ada cowok ganteng bangettt ... ",
Tari memegang pipinya sendri dengan kedua tangannya dan tatapannya yang sudah menerawang entah kemana ..
Kinara masih memperhatikan sahabatnya bercerita.
"trus ... ",
tanya Kinara.
"Kenapa gw udah punya Romi sihhh !!! ... ",
seketika wajah Tari memelas, membuat Kinara kaget dan menatap sahabatnya itu.
"Lah ... emangnya kenapa sama Romi ??? ... ",
Kinara menegakkannya tubuh mendengar jawaban Tari.
"ya kan kalo gw belum punya Romi, gw bisa cari yang lebih dari Romi, lebih gantengnyaaa .... ",
ucap Tari masih dengan khayalannya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Astagfirullah haladzimm ... Tari ... !!! trus Romi loe mau putusin iya gitu, cuma gara-gara loe liat cowok yang lebih ganteng dari Romi ... ",
jawab Kinara sedikit Emosi melihat tingkah dan ucapan Tari.
"inget perjuangan Romi buat ngedapetin loe, tapi loe sekarang ngelepas orang yang benar-benar sayang dan nerima apa adanya sama loe gitu aja ... ",
ucap Kinara dengan nada yang sedikit agak kesal
"yaa ... bercanda Ra, sory ... ",
sesal Tari.
"ekhhh ... tapi kayanya kalo diperhatiin tadi tuh yahh, dia mau ngelamar disini deh Ra ... ",
"eemmm ... ",
ternyata Kinara telah fokus pada laptopnya.
"iikkhhh ... dasar yah, gw ngomong serius-serius, malah dicuekin ... ",
Tari mendengus kesal.
"gw denger ko' Tari ... ",
"yaudah kalo emang dia mau ngelamar diperusahaan kita, loe bilang aja kebagian HRD, suruh langsung interview ... ",
Ucap Kinara lagi pada Tari, entah sadar atau tidak, karena tak biasanya Kinara sembarangan menerima pegawainya.
"apa ??? ... langsung interview, trus kalo dia lolos dan kerja 1 lantai bareng sama gw, gw ngga bisa fokus donk sama kerjaan gw juga ... ",
Gumam Tari dalam hati, malah ada rasa cemas dalam hatinya.
"Tari ... ",
Kinara memanggil, saat ini Tari yang malah hilang kendali.
"oh ... iya ... ",
jawab Tari gagap.
"ya ... yaudah ... gw telpon bagian HRD dulu ... ",
Tari pun menganggap ucapan Kinara serius dan malah melenggang begitu saja meninggalkan Kinara yang juga masih bingung melihat Tari.
Kinara pun membuang nafasnya kasar.
...----------------...
Maaf yah kalo ceritanya agak rumit dan ngk dapet feelingnya, karena Author susah banget buat ngatur pertemuan Kinara sama Noval ... 😁
tapi author akan slalu brusaha agar kalian enak bacanya dan dapet feelingnya 🥰
tapi jangan lupa like, komen, dan vote yah, biar author tambah smangat 45 😂 ...
__ADS_1
trima kasihh 🙏🥰