AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Memohon ...


__ADS_3

Kinara masih termenung, 2 hari berturut-turut Ia bertemu dengan orang yang tak ingin Ia lihat.


Haruskah Ia menceritakan pada Tari sekarang ???, tapi harus mulai dari mana Ia menceritakannya ??? ...


Kinara merasa masalahnya kali ini adalah yang paling rumit dan menyangkut tentang perasaannya.


***


Noval sedang berkutat dengan benda persegi yang ada dihadapannya sekarang, namun tiba-tiba ponsel dalam saku celananya berdering.


Noval pun segera merogoh kantong sakunya dan mengangkat panggilan tersebut


"Cecil ... ",


gumam Noval, segera Noval menggeser kunci layar handpohonenya untuk mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo Cecil ... ",


Seru Noval.


"Hallo Noval ... eeemmm, aku ganggu kamu ngga ???",


tanya Cecil.


"enggak ko', ada apa ??? ",


tanya Noval kembali pada Cecil.


"nanti pas jam makan siang, kita bisa ketemu ngga ??? ... ",


"maaf Cecil, memangnya ada apa ??? .. ",


"ada sesuatu yang mau aku sampein ke kamu, gimana kamu bisa ??? ... ",


ucap Cecil.


Noval nampak berfikir sejenak ...


"yah ... aku bisa. Mau ketemuan dimana ??? ...",


tanya Noval.


"kalo kamu sibuk, biar aku yang dateng ke kantor kamu yah, kamu shareloc aja alamatnya ... ",


jelas Cecil, tanpa pikir panjang Noval pun mengiyakan permintaan Cecil.


"yaudah, nanti aku kirim ... ",


ucap Noval.


"oke, sampe ketemu nanti ... ",


"oke ... ",


seru Noval.


Noval dan Kinara mengakhiri pembicaraan mereka.


***


tok ... tok ... tok ...


"masukk ... ",


"Ra ... kita berangkat sekarang !!! ",


ucap Tari.


"Oke ... ",


Kinara pun mengiyakan dan mengambil tasnya.


Kinara dan Tari pun berjalan beriringan keluar ruangan, namun saat beberapa langkah mendekati pintu, langkah Kinara melambat membuat Tari menengok kearah sahabatnya.


"Nara ... loe kenapa ??? ",


tanya Tari.


"eemmm ... ngga apa-apa ko' ... ",


jawab Kinara.


"yaudah yukk .. ",


seru Tari, Kinara pun mengangguk.


Tari membukakan pintunya untuk Kinara, agar Kinara berjalan terlebih dahulu didepan Tari.


Kinara memenjamkan matanya dan menarik nafasnya dalam. Mempersiapkan diri, pasti Ia dan Noval akan bertemu kembali atau saling menatap satu sama lain.


Kinara pun mulai melangkahkan kakinya.


Ya ... saat ini Kinara dan Tari berjalan ditengah-tengah karyawannya yang tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


"maaf bu Kinara ... ",


tampak salah seorang karyawan Kinara memanggil dan menghampiri Kinara dan Tari.

__ADS_1


"maaf bu, ini ada beberapa berkas yang harus ibu baca dan setelah itu ibu tanda tangani ... ",


jelas karyawan tersebut.


Namun saat Kinara hendak menjawab pertanyaan dari salah karyawannya, Kinara melihat Noval yang sedang berjalan kearahnya.


Tiba-tiba Kinara gugup dibuatnya.


Seketika Kinara pun menatap kembali karyawannya.


"eemmm ... kamu taruh aja dimeja kerjanya Tari, nanti setelah saya selesai meeting dari luar, saya akan periksa ... ",


jelas Kinara pada karyawannya.


"oh baik bu, kalo gitu saya permisi ... ",


ucap karyawan tersebut.


Karyawan itu pun berlalu dan meninggalkan Kinara dan Tari. Setelah itu tampak Noval pun ingin berlalu melewati Kinara dan Tari, namun tak disangka, Noval menyapa dua wanita yang ada dihadapannya.


"pagi bu Kinara ... pagi mbak Tari ... ",


ucap Noval, membuat Kinara terperanjat mendengar sapaan Noval. Ya ... lagi-lagi Kinara membisu dibuatnya.


"Apa jangan-jangan Noval sudah mengetahui, bahwa aku adalah direktur utamanya ???, ngga mungkin, tapi kenapa Noval seperti ... ",


Segera Kinara menepis segala pikirannya.


Belum Kinara menjawab pertanyaan dari Noval, malah Tari yang menjawabnya.


"pagi juga mas Noval ... ",


jawab Tari dengan nada yang berlebihan, kini Kinara melongo melihat sahabatnya.


Kinara dan Noval menatap satu sama lain, sepertinya Noval sedang menunggu sesuatu.


"pagi ... ",


jawab Kinara dengan mimik wajah sedatar mungkin.


Jujur, Noval pun mau tak mau melakukan hal ini, karena hatinya pun beralawan ..


"kalau begitu, saya permisi ... ",


Noval pun berlalu meninggalkan Kinara yang masih mematung pada tempatnya.


Melihat Noval pergi, Kinara pun segera pergi meninggalkan tempat tersebut. Tari yang melihat Kinara pergi terlebih dahulu, bergegas menyusul atasan sekaligus sahabatnya.


Segera Kinara masuk kedalam lift yang kebetulan berhenti dilantainya.


Saat didalam lift ...


"ya Tuhan ... lagi-lagi !!! ... ",


Tari yang menyadari tingkah Kinara yang aneh menyadarkan sahabatnya itu


"Nara ... loe kenapa sih, maen pergi aja tadi ... ",


ucap Tari mendengus kesal.


"Ra ... ",


panggil Tari lagi, karena Kinara masih tak sadar.


"akh ... iya ... "


jawab Kinara terbata-bata.


"Loe kenapa sih ??? Sumpah yah, loe tuh makin lama makin aneh tau ngga ... pokoknya gw ngga mau tau loe harus cerita nanti pulang meeting ... ",


masih terdengar nada kesal dari Tari, namun Kinara masih terdiam.


ting ...


Pintu lift pun terbuka, Kinara dan Tari keluar dari dalam lift.


Saat hendak mendekati mobil Kinara, Kinara melempar kunci mobilnya pada Tari.


"Tari ... loe yang bawa mobilnya ... ",


ucap Kinara sambil melempar kunci mobil tersebut. Tari pun menangkapnya. Ya ... lagi-lagi Tari bisa merasakan ada yang berbeda pada sahabatnya.


Kinara dan Tari pun menancapkan gasnya menuju tempat untuk meeting dengan perusahaan yang akan menjalin kerjasama dengan perusahaannya.


***


Kini Cecil sampai dikantor tempat Noval bekerja. Cecil pun turun dari mobilnya dan masuk kedalam gedung tersebut.


"ini belum masuk jam istirahat, lebih baik aku tunggu disini aja dulu ",


gumam Cecil sambil melihat jam dipergelangan tangannya. Ia pun lebih memilih untuk menunggu Noval dilobby.


Cecil pun memainkan gadgetnya, namun tak lama kemudian Ia mengirim pesan kepada Noval, memberitahunya bahwa Ia telah sampai dan menunggunya dilobby saat ini.


Setelah mengirim pesan kepada Noval, tak lama kemudian ponsel Cecil pun berdering.


"hallo Val ... ",

__ADS_1


jawab Cecil.


"kamu udah sampe ???... ",


tanya Noval pada Cecil.


"iya, aku dilobby sekarang ... ",


"oke, sebentar lagi jam istirahat ... ",


"iya ngga apa-apa, aku tunggu ko', "


"oke kalo gitu ... ",


ucap Noval, menutup pembicaraan mereka.


"ada apa yah Cecil, sampe dateng kesini dan mau nunggu ... ",


Noval berbicara pada hatinya sendiri.


Jam istirahat pun tiba.


Tampak Noval mengahampiri Agam yang terlihat sibuk dengan pekerjaannya.


Noval menepuk pundak sahabatnya.


"Gam, gw turun dulu yah ... ada Cecil dibawah ... ",


ucap Noval.


"Cecil !!! ... "


seru Agam mengernyitkan dahinya.


"dia disini ??? ada masalah loe sama dia ??? ... ",


tanya Agam lagi.


"ngga ada, cuma ... ngga tau, dia ada perlu katanya sama gw ... ",


jelas Noval.


" Owhhh .. gw kira ada apa, yaudah buruan sana, ngga enak dia nungguin ... "


Noval mengangguk dan meninggal Agam. Kini Noval pun hendak menghampiri Cecil.


Tak lama kemudian ...


"Cecil ... ",


seru Noval,


"Noval ... ",


ucap Cecil tersenyum,


"udah lama ??? ... ",


tanya Noval.


"ngga ko', eemmm ... gimana kalo kita ke kantin aja ??? ",


Noval pun menuruti dan berjalan beriringan bersama Cecil menuju kantin. Saat sesampainya dikantin, mereka pun duduk dibangku yang agak jauh dari keramaian.


Tak lama, Cecil menyodorkan paper bag yang terdapat sesuatu didalamnya, membuat Noval heran dan mengernyitkan dahinya.


"apa ini ... ",


tanya Noval, Ia pun enggan untuk menerimanya.


"anggap aja ini ucapan terima kasih dari aku ... ",


"ucapan terima kasih ???, untuk apa ??? ... ",


"untuk yang kemarin ... ",


"kemarin !!! ... "


Noval benar-benar bingung.


"udahlah, pokoknya kamu harus terima. Semoga pas dan kamu suka ... ",


ucap Cecil.


Noval melihat sejenak paper bag yang ada dihadapannya dan memandang Cecil.


"Cecil ... maaf, tapi aku ngga bisa terima ini ... ",


ucap Noval, sambil mendorong sedikit paper bag tersebut kearah Cecil, membuat Cecil heran.


"Noval ... aku mohon, kamu terima yah. Anggap aja ini sebagai ucapan terima kasih aku karena kamu udah nolong aku kemarin ... ",


pinta Cecil, agar Noval mau menerima pemberiannya.


"tapi kemarin kan kamu udah tarktir aku makan siang, itu lebih dari cukup dan ngga perlu berlebihan seperti ini ... ",


Cecil menundukkan kepalanya sejenak ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2