AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Tepi Danau ...


__ADS_3

Kinara dan Noval pun sampai ditempat yang begitu sunyi, ya ... Noval mengajak Kinara ke suatu tempat, yaitu danau yang terletak dipinggiran kota Jakarta.


Saat Noval mengajak Kinara ke danau itu, tiba-tiba perasaan Kinara menjadi berat dan ragu dengan apa yang sudah Ia rencanakan tadi.


Seketika Kinara terdiam saat turun dari motor Noval. Noval pun menghampiri Kinara yang tengah memandang kejauhan dengan tatapannya yang kosong.


Noval meraih dan menyentuh tangan Kinara dengan lembut, seketika Kinara pun memandang wajah Noval dalam.


"Apa pun yang ingin kamu ucapkan, aku mohon ... jangan ada kata perpisahan !!! ... ",


ucap Noval, lagi-lagi seketika membuat Kinara memandangnya dalam. Kinara tersentak, karena seolah-olah Noval sudah mengetahui apa maksud dan tujuan Kinara ingin berbicara pada dirinya.


Kinara menundukkan wajahnya sejenak, melepaskan pegangan tangan Noval.


Berjalan perlahan menjauhi Noval dan mendekati tepi danau.


"Tapi ... apa kita bisa bahagia diatas penderitaan orang lain ??? ... ",


tanya Kinara membuat Noval mengernyitkan dahinya bingung, bingung akan kata-kata dan pertanyaan Kinara.


"Maksudnya !!! ... ",


tanya Noval.


Kinara terdiam cukup lama, mengumpulkan kembali kekuatan pada hatinya.


"Apa iya kamu belum tau, kalo Cecil juga cinta sama kamu !!! ... ",


ucap Kinara, namun saat kata terakhirnya terasa bergetar menahan sakit.


Noval yang mendengar kata-kata Kinara seketika memandangnya lekat. Noval pun berjalan perlahan menghampiri Kinara, menarik pundaknya perlahan membawa tubuh Kinara saling berhadapan.


"Lalu maksud kamu apa bicara seperti itu !!! ... ",


tanya Noval dengan tatapan yang tajam,


"*Aku tahu, sebelum kita bersama lagi seperti sekarang ini, Cecil lah yang jauh lebih dulu menemani hari-hari kamu, Cecil yang terlebih dahulu bersama kamu ... ",


"Sebelum bersamaku !!! ... ",


ucap Kinara lagi dengan lirih,


"ya terus kenapa ??? ... Apa maksud kamu bicara tentang Cecil* ??? ... ",

__ADS_1


tanya Noval dengan kedua tangannya yang memegang pundak Kinara, masih dengan tatapan yang lekat.


Kinara pun menghempaskan kedua tangan Noval yang menahan pundaknya secara perlahan, lalu Ia membalikkan badannya, berjalan dan semakin mendekati tepi danau ...


"Aku ngga mau nyakitin perasaan orang sebaik Cecil ... seharusnya aku berterima kasih, karena dia telah menjaga dan menemani hari-hari kamu ... ",


ucap Kinara lirih,


Mendengar ucapan Kinara, kini secara perlahan Noval mulai menyadari, Ia mulai mengerti. Kepergian Kinara begitu saja yang keluar dari kamar rawat inap Cecil kemarin, lalu kejadian yang terjadi saat hujan deras, lalu saat Noval datang kerumah Kinara tapi Kinara enggan untuk menemuinya, dan sekarang Kinara yang mengajak dirinya ketempat ini, lalu berbicara tentang Cecil, semuanya Noval mengerti sekarang,


Mungkin kemarin Cecil telah mengatakan sesuatu pada Kinara, sehingga Kinara bisa berbuat dan mengucapkan kalimat-kalimat seperti ini. Kalimat yang sebenarnya, hati kecilnya tidak ingin melakukannya.


Noval mengangguk-anggukkan kepalanya perlahan, sambil berjalan dan berdiri berdampingan tepat disamping Kinara, dengan tatapan yang jauh memandang ...


"Aku paham sekarang, apa maksud kamu ... tapi aku mohon Kinara, jangan paksa perasaan aku !!! ... ",


ucap Noval masih dengan tatapannya yang jauh memandang,


Kinara yang tersentak akan kata-kata Noval yang sudah mengetahui isi hati dan fikirannya, seketika menatap laki-laki yang berdiri disampingnya.


Dengan bibir yang bergetar Kinara mencoba melawan hati kecilnya, dengan apa yang sebenarnya tidak ingin Kinara ucapkan dan Ia lakukan, sungguh Kinara sangat takut akan penyesalannya nanti, dengan apa yang sudah Ia lakukan saat ini.


"Tapi kita ngga bisa menjalin hubungan diatas kesedihan dan penderitaan orang lain Val !!! ... ",


"KESEDIHAN SIAPA ??? ... PENDERITAAN SIAPA ??? ... ",


teriak Noval, seketika membuat Kinara terpejam terkejut,


"CECIL !!! ... ",


teriak Noval lagi, memandang wajah Kinara.


Namun Noval meraih tangan Kinara perlahan, menyadari akan sentakannya yang membuat wanita yang Ia cinta sangat ketakutan.


"Cecil seperti itu karena sudah takdirnya Kinara, bukan karena aku !!! ... ",


ucap Noval lirih, membuat mata Kinara kembali menatap Noval dengan air mata yang sudah mengalir,


"tapi aku ngga bisa Val, dan aku ngga mau !!! ... Aku dan Cecil, sama-sama wanita, sama-sama bisa merasakan sakitnya seperti apa !!! ... ",


ucap Kinara masih dengan itikadnya, itikad agar Noval mengerti akan perasaannya. Perasaan yang sebenarnya tidak ingin Kinara lalukan ...


Noval melepaskan tangannya, dan menatap Kinara tajam ...

__ADS_1


"Oke ... terus maksud dan mau kamu apa sekarang ??? ... "


tanya Noval menantang Kinara, membuat Kinara tak percaya akan kata-kata Noval, walaupun Kinara yakin, Noval tak ingin melakukan apa yang Ia pinta nanti ...


Kinara kembali terdiam sejenak,


"KITA AKHIRI HUBUNGAN INI ... PERGI DAN BAHAGIALAH BERSAMA CECIL !!! ... ",


ucap Kinara lantang, namun ada satu butir air matanya yang terjatuh, mewakili hati kecilnya yang sebenarnya tak ingin Ia mengucapkan kalimat itu, kalimat yang membuat Noval menatap Kinara tak percaya saat ini.


"bisa kamu ulangi kata-kata itu ??? ... ",


tanya Noval, karena Ia yakin pasti Kinara sedang berbual atau ini hanyalah mimpi belaka,


"KITA AKHIRI HUBUNGAN INI ... PERGI DAN BAHAGIALAH BERSAMA CECIL !!! ... BUAT DIA BAHAGIA !!! ... ",


ucap Kinara lagi, membuat Noval mengusap wajahnya kasar dan ...


"ngga ... ngga Kinara ngga ... 11 tahun aku bertahan dan melawan perasaan aku dan ... kamu mau mengakhiri hubungan yang baru kita mulai dengan masalah yang ngga seharusnya aku yang bertanggung jawab, tapi kamu paksa aku, paksa perasaan aku buat cinta sama wanita lain, ngga Kinara, AKU ... NGGA ... BISA !!! ... ",


pekik Noval dengan perasaannya yang bergemuruh,


Mendengar kata-kata Noval, kini Kinara mulai terisak.


"Aku tau kamu ngga mau liat orang lain menderita dengan melihat hubungan kita, tapi apa hubungan kita ini penyebab Cecil seperti itu ??? ... Dan aku tau Kinara, bahwa sesungguhnya dihati kecil kamu, kamu ngga rela untuk mengatakan apa yang semua kamu katakan tadi ... ",


ucap Noval,


"Karena kamu begitu mencintai aku, begitu pula dengan aku, dengan bukti yang sama, dengan 11 tahun yang sama, dengan perasaan yang sama, kita bisa kembali lagi seperti dulu Kinara ... ",


ucap Noval masih meyakinkan Kinara,


Noval semakin mendekati Kinara, dan menyentuh wajahnya lembut yang sudah dibasahi dengan air mata,


"Aku ngga mau ada penyesalan diantara kita nanti ... ",


tatapan Noval yang tadinya tajam berubah menjadi tatapan yang sendu,


Kinara menghempaskan kembali tangan Noval yang kekar secara perlahan, dan berbalik menggenggam erat tangan Noval dengan hangat. Kinara yakin, mungkin ini adalah sentuhan hangat darinya yang terakhir.


"AKU YAKIN ... DAN NGGA AKAN MENYESAL !!! ... ",


ucap Kinara dengan tegar, sambil memasukkan sesuatu dalam genggaman tangannya kedalam tangan Noval.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2