
Terlihat Ray yang sudah rapi dengan wajahnya yang bersinar, sedang menuruni anak tangga.
Anita yang memperhatikan anak semata wayangnya itu menyapa ...
"Aduuhhh ... yang mau malam mingguan ganteng banget sihhh !!! ... ",
ucap Anita, menggoda Ray.
"Mamah ... ",
seru Ray, seraya menghampiri Anita.
"Ray jalan dulu ya mah ... ",
meraih tangan wanita yang ada dihadapannya.
"mau kemana ??? ... ",
tanya sang mamah.
Ray menundukkan kepalanya dan memandang kembali wajah Anita dengan tersenyum tipis.
"Ray mau ngajak Kinara makan malem mah ... ",
"oowwwhhh ... jadi wanita yang ada diponsel kamu namanya KINARA ... ",
ucap Anita menebak ...
"iyah mah, namanya Kinara !!! ... ",
kini senyuman Ray melebar saat menyebut nama perempuan yang tengah menghiasi hatinya.
"yaudah, Ray jalan dulu yah mah ... ",
"sampein salam mamah ke Kinara yah ... ",
"minggu depan juga nanti mamah ketemu diacara teman bisnisnya papah ... ",
"heemmm ... kalo kamu baru kenal sama perempuan, jangan terburu-buru untuk mencuri perhatiannya, biar dia sendiri yang mencari rasa nyaman dari diri kamu, paham !!! ... ",
jelas Anita.
Ray yang mendengar penuturan sang mamah, tertegun akan penjelasannya dan Ia pun langsung mencerna setiap kata-kata dari kalimat yang diucapkan oleh Anita.
"heemmmm ... ",
Ray mengangguk tersenyum mengerti.
"good luck ya sayang ... ",
ucap Anita melepas kepergian Ray.
"iya mah, yaudah kalo gitu Ray berangkat yah ... ",
Ray meraih dan mencium kembali lengan wanita yang ada dihadapannya.
"iya sayang, hati-hati yah ... ",
"iya mah ... ",
Tak lama kemudian, nampak pak Handoko menghampiri Anita.
"Mau kemana Ray mah ??? ... ",
tanya pak Handoko kepada istrinya.
"Biasa pah anak muda ... kaya papah ngga pernah muda aja ... ",
ucap Anita kepada suaminya sambil tersenyum berlalu meninggalkan suaminya yang masih bertanya-tanya.
***
Terdengar suara bel berbunyi ...
Bi Sum yang mendengar suara bel, berlari kecil untuk segera membukakan pintu, tak ingin membuat tamu tuan rumahnya menunggu lama.
Saat bi Sum telah membukakan pintunya ...
"Malam ... maaf, apa Kinaranya ada ??? ... ",
tanya sosok laki-laki tampan nan gagah, tinggi, putih bersih dan senyumnya yang ramah, bertanya pada bi Sum. Bi Sum yang sedikit kagum akan makhluk yang ada dihadapannya sekarang, menatap tak percaya.
"Gustiiii ... sungguh indah makhluk ciptaanMu. Astagfirullah !!! ... ",
bi Sum yang tadi menganga melihat Ray yang ada dihadapannya kini tersadar.
"oh emmm, maaf mas maaf ... "
ucap bi Sum sedikit menahan malunya, Ray yang melihat wanita paruh baya itu hanya tersenyum mengangguk.
"Non Nara ada, silahkan masuk mas. Saya panggilkan dulu ... ",
__ADS_1
ucap bi Sum sambil menuntun Ray masuk, untuk menunggu diruang tamu dan berlalau meninggalkannya.
tok ... tok ... tok ...
"Non Nara ... ",
panggil bi Sum sambil mengetuk pintu kamar majikannya.
Kinara yang mendengar suara ketukan pintu segera menghampiri dan mebukanya.
"iya Bi ... ",
"maaf non, dibawah ada tamu ... "
"oh iya bi, saya segera turun. Terima kasih ya bi .. ",
ucap Kinara yang diikuti anggukan oleh bi sum.
"Pasti itu Ray !!! ... ",
batin Kinara. Ia pun segera turun untuk menghampiri Ray.
"Hai Ray ... ",
ucap Kinara yang kini ada dihadapan Ray. Ray yang melihat kedatangan Kinara langsung beranjak dari duduknya.
"Kinara ... ",
ucap Ray tersenyum, tak percaya melihat Kinara yang ada dihadapannya. Kinara yang melihat Ray tersenyum kepadanya mau tidak mau membalas senyuman itu.
"kamu udah siap ??? ... ",
tanya Ray.
"sudah ... ",
"yaudah kalo gitu, kita berangkat sekarang !!! .. ",
Kinara pun mengangguk menyetujui Ray.
Kini Kinara dan Ray berjalan bersamaan menuju mobil Ray, lalu membukakan pintunya untuk Kinara, tak lama kemudian mereka pun melaju ke sebuah restaurant yang tidak pernah Kinara kunjungi.
Sejak berada didalam mobil tak henti-hentinya Ray mencuri pandangannya, memandangi wajah Kinara diam-diam yang sangat cantik. Dengan hati yang berdebar, Ray masih tidak menyangka, jika Ia bisa mengajak Kinara makan malam bersamanya.
Kinara merasa jika Ray yang terus memandanginya secara diam-diam sangat tak nyaman dibuatnya. Namun Kinara mencoba untuk terlihat santai dan biasa saja dihadapan Ray.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai disebuah restaurant yang eksotis. Kinara sedikit kagum pada saat mereka memasuki restaurant tersebut.
Saat berada dimeja yang telah dipesan oleh Ray, Kinara sedikit terkejut. Karena Ia merasa tatanan meja tersebut sedikit dibuat seperti pasangan kekasih yang akan dinner.
Ray menarik satu bangku dan mempersilahkan Kinara untuk duduk. Lagi-lagi Kinara tertegun. Kini Ray pun duduk berseberangan dihadapan Kinara.
"eemmm ... Ray, apa kamu ngga salah pesen meja ??? ... ",
tanya Kinara hati-hati. Namun Ray yang mendengar pertanyaan Kinara tersenyum lembut menatap Kinara.
"ngga ... ada yang salah yah ??? ... atau kamu ngga suka ??? ... kalo kamu ngga suka kita bisa pindah meja ... ",
ucap Ray.
"oh ngga kok, aku suka !!! ... ",
Kinara yang mendengar kata-katanya sendiri tertegun dan langsung menatap Ray.
Ray yang mendengar jawaban dan tatapan dari Kinara pun tertegun mendengarnya. Ia merasa tak percaya dan tak sia-sia untuk mengajak wanita yang akan Ia pilih menjadi pendamping hidupnya malam ini.
Kinara merasa jika ucapannya salah dan tak seharusnya Ia mengucapkan kata-kata itu, langsung membuat perasaannya menjadi tak menentu. Karena Kinara merasa pasti jika Ray akan berfikiran macam-macam dan berharap lebih.
Setelah Ray dan Kinara memesan makanan dan pesanan meraka datang, Ray pun mempersilahkan Kinara untuk menyantapnya.
"Silahkan, semoga kamu suka hidangannya ... ",
ucap Ray.
"terima kasih ... ",
balas Kinara dengan tersenyum tipis.
Namun saat hendak memasukan suapan pertama kedalam mulutnya, mata Kinara terbelalak melihat sesuatu ...
Kinara mengerjapkan matanya beberapa kali, ternyata memang benar apa yang dilihat, segera Kinara mengalihkan pandangannya. Sebisa mungkin menyembunyikan wajahnya agar tak terlihat.
"ya tuhan ... sedang apa Noval disini ??? ... ",
gumam Kinara, dengan wajahnya yang menunduk.
Ray yang memperhatikan tingkah Kinara pun mengernyitkan dahinya.
"Kinara !!! ... ada apa ??? ... ",
tanya Ray pada Kinara.
__ADS_1
Kinara yang masih fokus dengan fikiran dan apa yang dilihatnya, samar-samar mendengar suara Ray, memang itu suara Ray yang bertanya.
"oh ... eemmm ... Ray maaf sepertinya aku harus pulang, karena ada urusan mendadak ... ",
ucap Kinara yang hendak berdiri, namun Ray mencegahnya.
"Kinara tunggu !!! ... ada apa ??? ... kenapa mendadak sekali, bahkan kamu belum mencicipi makanannya ... ",
"mungkin lain waktu, sekali lagi aku minta maaf ... ",
ucap Kinara beranjak dari tempatnya dan pergi dengan terburu-buru.
Ray yang melihat Kinara pergi, terdiam sejenak memikirkan sesuatu. Kenapa Kinara tiba-tiba pergi ???, apa ada yang salah dengan dirinya ???.
Namun segera Ray mengejar Kinara.
Namu saat Kinara hendak keluar dari restaurant tersebut, ditengah-tengah ruangan Kinara menabrak seorang wanita.
"aawwww ... ",
"aakhhh ... ",
Pekik wanita tersebut dan Kinara bersamaan.
"kalo jalan bisa ngga sih pake ... KAMUUUU !!! ... ",
maki wanita tersebut, namun terhenti saat melihat wajah Kinara. Kinara pun lagi-lagi tak percaya.
Ya, saat ini dua wanita itu tersenyum bersamaan.
"maaf yah ... ",
ucap Kinara.
"kita ketemu lagi, kok bisa sih ??? ... ",
ucap wanita tersebut dengan senyum yang menyeringai.
"iya yah !!! ... ",
jawab Kinara.
"Kenalin aku Cecil, kamu ??? ... ",
tanya wanita yang ada dihadapan Kinara sambil mengulurkan tangannya.
"eemmm, aku KINARA ... ",
balas Kinara tersenyum.
"kok kita bisa kebetulan yah ketemu lagi disini ??? ... ",
"hem entahlah mungkin karena takdir !!! ... ",
jawab Kinara dan mereka pun tertawa bersamaan.
"oh ya Cecil, maaf ... aku harus segera pergi. Mungkin lain waktu kita akan bertemu lagi ... ",
ucap Kinara hendak beranjak pergi, namun ...
"Kinara, ini ada kartu nama aku ... ",
Kinara melihat sejenak kartu nama yang diberikan oleh Cecil.
"kamu desainer ??? ... ",
tanya Kinara.
"iyahh ... ",
jawab Cecil tersenyum.
"yaudah kalo gitu nanti aku hubungi kamu yah, maaf aku harus pergi ... ",
"oke, aku tunggu ya Kinara ... ",
Kinara pun dengan segera pergi meninggalkan restaurant itu, karena sejujurnya pada saat Ia bercengkrama bersama Cecil, hatinya sangat gugup karena melihat Noval yang tiba-tiba ada ditempat yang sama dengannya.
Saat Kinara sudah berada diluar restaurant tersebut dan hendak menghentikan sebuah taxi, tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
"Kinara !!! ... ",
...----------------...
Maaf ya teman-teman, kalo aku ngk tentu Upnya, karena didunia nyata banyak yang harus aku kerjakan dan aku lebih utamakan 😔
mohon maaf ya semua 🙏😊
Semoga episode kali ini kalian syuka yahhh 🥰
jangan lupa Like, Coment dan Votenya Reader, happy Reading, terima kasih 🙏🥰😘
__ADS_1