
Tampak Tari terburu-buru berjalan menuju ruangan Kinara.
Tok ... tok ... tok ...
Tari mengetuk pintu.
"Masuk ... ",
Titah Kinara, Tari pun masuk.
"Ra ... loe tau ngga, ternyata laki-laki yang dibawah itu temennya Agam. Dan dia emang mau ngelamar disini ... ",
jelas Tari sambil menggebu-gebu.
Kinara melirik sahabatnya itu sekilas.
"Trus ... ",
"ya, tadi kan loe yang suruh langsung interview ... ",
tiba-tiba Tari malah merasa jika Ia melakukan kesalahan.
Kinara hanya mengangguk, masih fokus pada layar laptopnya.
"Ra ... gw ngga salah kan ... ",
tampak Tari cemas.
Kinara pun mendongakkan kepalanya melihat Tari.
"Iya Tari ... ", Kinara pun kembali fokus.
Tari benar-benar baru menyadari jika ada yang berbeda dari Kinara sejak tadi pagi.
"kayanya loe lagi banyak kerjaan yah, ada yang bisa gw bantu ??? ... ",
tanya Tari.
"ngga ada ko', gw cuma ngecek laporan lama aj**a ... ",
jelas Kinara.
Tari pun mengangguk mencoba memahami sahabatnya, Ia memberi ruang terlebih dahulu kepada Kinara untuk benar-benar menenangkan hatinya. Tari pun pamit kepada Kinara untuk kembali kemejanya.
"Kinara kenapa yah ??? dari tadi pagi beda banget, ngga biasanya dia kaya gitu, malah sikapnya sok' kaya orang yang ngga ada apa-apa. Tapi tetep aja Nara ... gw sahabat loe, jadi gw tau banget kalo loe itu lagi ada masalah apa ngga ... ",
Tari berbicara pada dirinya sendiri dalam hati.
Tampak bu Sarah menghampiri meja Tari.
"mbk Tari ... ini surat lamaran para IT kita, yang baru saja melamar tadi pagi dan yang kemarin. Dua-duanya sudah mulai bekerja besok dan sudah menandatangni surat perjanjian kontrak kerja ... ",
jelas bu Sarah sambil menyerahkan berkas kepada Tari. Tari pun menerimanya.
"Ohh .. baik, nanti akan saya sampaikan kepada bu Kinara ... ",
ucap Tari tersenyum.
"Baik kalau begitu saya permisi ... ",
seru bu Sarah, meninggalkan meja kerja Tari.
"nanti aja lah, gw kasih ke Kinaranya ... ",
Tari menetap berkas yang baru saja Ia terima.
Ada rasa penasaran dalam benak Tari. Ia pun membuka terlebih dahulu berkas yang ada dihadapannya. Ia melihat CV yang pertama. Sampai pada akhirnya CV yang kedua ...
"ohhh ... namanya Noval Rahardian ... ",
nampak Tari membacanya dengan seksama
"Astagaaa ... Tari. Loe kenapa jadi kepo gini sih, loe kan udah punya Romi !!! ... ",
__ADS_1
Tari merutuki dirinya sendiri.
"maaf ya sayang, aku khilafff ... ngga boleh liat cowok ganteng, padahal kamu juga ganteng ... ",
Saat ini mungkin wajah Tari sudah seperti orang yang tidak waras, senyum sedih secara bersamaan. Untung saja tidak ada yang memperhatikan tingkahnya saat ini.
Waktu sudah menunjukan pukul 17:00 WIB, banyak karyawan yang sudah pulang. Tapi seperti biasa, Kinara masih bergelut dengan pekerjaannya.
Tari masuk keruangan Kinara.
"Ra ... loe ngk balik ... ",
tanya Tari.
"Iya bentar lagi ... ",
kini Kinara sudah berada diposisinya yang sedikit rileks. Menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, dan kedua tangannya sudah memegang pegangan kursi.
"Ini ada titipian dari bu Sarah ... CV para IT kita yang baru ",
jelas Tari, sambil menyerahkan surat lamaran itu.
Kinara pun mengangkat kembali punggungnya yang baru saja menempel pada sandaran kursi itu.
Dibukanya CV yang pertama oleh Kinara, serasa cukup membaca poin-poin pentingnya saja, Kinara menutup dan meletakkan kembali disisi sebelah kanan.
Sekarang Kinara membuka CV yang kedua, pada saat membuka baju map tersebut Kinara masih tampak seperti biasa saja, hingga akhirnya ... mata Kinara membulat dan bibirnya separuh menganga.
deg ... deg ... deg ...
"NOVAL RAHARDIAN ... ",
bibir Kinara berucap tanpa suara, entah kenapa nafasnya seperti berhenti dan jantungnya seolah ada yang menikam.
Membuat Tari yang melihat sahabatnya itu pun kebingungan. Ada apa lagi dengan Kinara ??? ...
Kinara masih tak percaya dengan apa yang Ia baca, Kinara membaca lagi, lagi, dan lagi ...
Nama : Noval Rahardian
Yang lebih membuat Kinara terkejut ialah, pada saat Kinara melihat foto Noval berukuran 3×4, dengan background berwarna biru.
ya ... itu benar-benar data Noval. Kinara masih ingat sampai saat ini. Tanggal kelahirarannya pun Kinara masih sangat ingat, apa lagi terpampang foto Noval dalam CV tersebut, hingga beberapa kali Kinara mengerjapkan matanya, meyakinkan sekali lagi bahwa berkas ini adalah benar CV dari lelaki yang masih Ia cintai sampai saat ini.
Kinara benar-benar terkejut dengan apa yang ada dihadapannya sekarang.
Kinara masih mematung.
"Ra ... are you okey ??? ... ",
tanya Tari, yang saat ini sudah berada disamping Kinara. Tari berdiri disampingnya pun, Kinara tidak menyadarinya.
"Ra .. ",
Tari menepuk pelan pundak sahabatnya itu.
"ahh iya ... ",
Tampak Kinara kaget dan gelagapan.
"Loe kenapa sih ??? ... jujur yah, gw perhatiin loe tuh dari pagi aneh tau ng**ga ... ",
tanya Tari khawatir.
"eeemmm ... gw ngga apa-apa ko' Ri ... ",
jawab Kinara gugup, tangannya segera menutup berkas CV Noval dengan cepat, tidak ingin Tari mengetahuinya.
Namun dengan cepat tari pun memperhatikan gerakan itu, membuat Tari heran.
Tari pun merebut CV yang ada ditangan Kinara dan melihatnya juga.
"Owwhhh ... dia emang ganteng, ini cowok yang gw maksud tadi pagi Ra ... ",
__ADS_1
ucap Tari.
"ganteng kan ... ",
ucap Tari lagi.
Mendengar ucapan tari, Kinara mengerutkan alisnya dan menganga kembali.
Kinara tak habis pikir dengan sahabatnya ini. Untung saja Tari berfikiran tentang hal lain.
Kinara pun memalingkan wajahnya kearah lain, memikirkan lagi tentang apa yang batu saja Ia lihat.
"dan besok para IT kita udah mulai masuk kerja ... ",
jawab Tari tersenyum, membuat Kinara langsung melihat Tari.
"apa ??? ... besokk ??? ... masuk kerja ??? ... ",
lagi-lagi Kinara terperanjat dengan ucapan Tari.
"Iya ... loe kenapa sih Ra ??? ... aneh deh ... "
kali ini Tari melihat sahabatnya itu tampak berbeda kembali.
"ngga, ngga-ngga apa ... ",
jawab Kinara menggeleng dan memalingkan wajahnya.
"loe yakin Ra ??? ... gw perhatiin juga loe belum makan dari tadi siang ... ",
ucap Tari lagi.
"ngga apa-apa ko', gw lagi ngk nafsu aja ... ",
"cerita Ra ... ",
titah Tari, yang sudah mendudukan tubuhnya didepan Kinara.
"Cerita apa Tari, gw ngga apa-apa ko' ",
Tari membuang nafasnya kasar. Ia tau betul sahabatnya, percuma Ia memaksa, karena pada akhirnya jika Kinara sudah berada diujung, dia sendiri yang akan menceritakan masalahnya pada Tari, tanpa harus memohon.
"Yaudah kalo gitu yukk balik ... ",
"loe duluan aja, gw masih mau periksa laporan yang kemarin ... ",
Ucap Kinara berbohong.
"hheeemmm ... yaudah deh, kalo gitu gw duluan yah ... ",
"heemmm .. hati-hati yah ",
jawab Kinara tersenyum.
Tari pun meninggalkan ruangan Kinara, hingga pada akhirnya Ia tak terlihat lagi.
Kini Kinara termenung sendiri didalam ruangannya.
"ya Allahh .. kenapa bisa kebetulan seperti ini ??? .. kenapa juga Noval harus bekerja diperusahaan ini ??? ... ",
"terus besok .. ??? ",
Kinara tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi, Ia sudah tidak bisa membayangkan jika besok bertemu dengan Noval.
Dan jika bertemu, apa yang harus Ia katakan ??? dan kalau Noval tau jika Ia adalah Direktur Utamanya diperusahaan ini, apa Noval akan langsung mengundurkan diri ???, lalu Kinara harus apa untuk mengahadapi Noval besok ??? ...
aarrgghhhh ... entahlah Kinara tidak bisa berfikir apa-apa lagi, pikirannya saat ini sangat kacau. Kacau hanya karena memikirkan 1 orang, yaitu Noval ...
Kinara mematikan laptopnya dan segera keluar dari ruangannya.
Saat Kinara hendak melangkahkan kakinya, matanya tertuju kembali pada CV salah seorang dari ITnya yang baru, yaitu matanya tertuju pada CV Noval.
Tangannya seperti ada yang menuntun untuk mengambil CV itu, dan memasukkannya kedalam tas laptopnya. Sepertinya Kinara masih sangat-sangat tak percaya dengan hal ini, Ia ingin membawanya pulang.
__ADS_1
ya ... Kinara ingin segera pulang kerumahnya.
...----------------...