AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Swalayan ...


__ADS_3

Pagi menjelang siang ...


Nampak Cecil yang sedang menuruni anak tangga, menghampiri bu. Rahayu.


"Mah ... mamah mau kemana ??? ... ",


tanya Cecil yang melihat sang mamah sudah mengapit tasnya.


"Mamah ada acara bulanan sama temen-temen mamah Cil ... ",


jelas bu Rahayu.


"Owhhh ... ",


Cecil yang sudah mengetahui kegiatan sang mamah, hanya menanggapinya biasa saja, karena kegiatan yang diikuti bu Rahayu juga bukan kegiatan yang terlalu berfaedah.


"yaudah mamah jalan dulu yah ... ",


ucap bu Rahayu, meninggalkan anak semata wayangnya yang masih berdiri mematung menatap kepergian sang mamah.


Ya, semenjak Cecil dewasa, jarang sekali Ia merasakan lagi indahnya kebersamaan bersama orang tuanya. Sebenarnya Ia merindukan masa-masa dulu, dimana Ia menghabiskan waktu bersama papah dan mamahnya, walau hanya sekedar menonton acara TV bersama keluarga.


Cecil pun merasa jika hari ini adalah hari yang membosankan, karena semua orang dirumahnya mempunyai kesibukan masing-masing, termasuk orang tuanya sendiri.


***


Kinara terbangun dari tidurnya, Ia merasakan kepalanya teramat sakit. Mungkin efek dari Ia menangis semalaman.


Kinara menengok ke arah samping, melihat Tari yang sudah tidak ada lagi disampingnya. Karena semalam Tari bermalam dikediaman Kinara dan tak tega meninggalkan sahabatnya dalam kerapuhan.


Kinara pun beranjak dari tempat tidurnya dan hendak turun kebawah menuju dapur.


Saat menuruni beberapa anak tangga lagi, Ia mencium bau masakan yang amat sedap, segera Kinara memasuki wilayah dapur.


"Tari !!! ... ",


seru Kinara.


"Nara ... loe udah bangun !!! ... ",


Ucap Tari yang sedang membantu bi Sum memasak.


"Loe kok ngga bangunin gw sih ... ",


ucap Kinara sambil menarik dan duduk dikursi makan.


"ngga tega gw bangunnin loe, lagian loe bukan istirahat aja ...",


ucap Tari, memang saat Tari bangun dari tidurnya dan melihat wajah Kinara, Ia merasa tak tega untuk membangunkan Kinara, karena Ia tau dan bisa merasakan lelahnya perasaan Kinara akibat kejadian semalam.


"Hari ini gw mau belanja kebutuhan sehari-hari sama bi Sum, ngga enak dari kemarin udah janji ... ",


ucap Kinara,


"ngga apa-apa Non. Kalo emang non Nara cape, non Nara istirahat aja, kebutuhan dirumah masih cukup buat tiga hari kedepan kok non ... ",


ucap bi Sum, disela pembicaraan Kinara dan Tari.


"ngga apa-apa kok bi, saya baik-baik aja. Yaudah saya mau mandi dulu mau siap-siap, abis itu kita berangkat. Tari loe ikut yah !!! ... ",


jelas Kinara dan beranjak dari tempat duduknya.


Tari yang melihat Kinara hanya tersenyum mengangguk, Ia merasa jika saat ini harus menemani dan memberikan semangat kepada sahabatnya tersebut. Ada perasaan haru dihati Tari saat melihat sikap Kinara yang berubah dengan cepat dan bangkit dari rasa kesedihannya.


Ya, seperti itulah Kinara ...


Beberapa menit kemudian ...


"Loe yakin ngga apa-apa ??? ... Gw yang bawa deh mobilnya ",


tanya Tari kepada Kinara meyakinkan sahabatnya, jika Kinara benar-benar jauh lebih baik.


"Gw yakin Ri, thanks yah ... ",


ucap Kinara tersenyum manis pada Tari.


"tuh dia bi Sum, yaudah yuk kita langsung berangkat ... ",

__ADS_1


Mereka bertiga pun menancapkan gasnya dan tak membutuhkan waktu lama mereka pun sampai diswalayan.


Kinara, Tari dan bi Sum langsung menuju supermarket. Kinara mengambil 2 buah troli, karena Ia merasa akan banyak sekali kebutuhan rumah yang akan Ia beli. Kinara menyerahkan satu trolinya kepada Tari.


"Sini non Nara, non Tari biar bibi bantu dorong trolinya ... ",


ucap bi Sum.


"ngga apa-apa bi, bibi tinggal ambil dan masukin ke troli apa aja yang harus dibeli, biar saya sama Tari yang dorong, ini agak berat nanti bibi cape .. ",


jelas Kinara kepada bi sum yang diangguki oleh Tari.


"yaudah bi, bibi sama Tari dulu yah ... Saya mau ke rak sebelah dulu, ada yang mau saya cari. Kalo ada yang mau bibi beli, bibi ambil aja sekalian buat pak Joko. Loe juga ya Ri, loe ambil aja apa yang loe mau ... ",


jelas Kinara lagi pada dua wanita yang ada dihadapannya.


"siap bos ku ... ",


ucap Tari tersenyum yang diikuti oleh bi Sum.


Kinara memutar trolinya dan pergi ke rak sebelah untuk mencari pembalut. Setelah melihat apa yang Ia butuhkan segera Kinara menghampiri rak tersebut.


Namun betapa terkejutnya Kinara saat akan mengambil pembalut tersebut, ada seseorang yang ikut memegang pembalut yang sudah Kinara pegang. Membuat Kinara menoleh pada pemilik tangan tersebut.


Ternyata seorang wanita cantik ...


Wanita itu pun tersenyum manis dan meminta maaf.


"maaf ... saya ngga tau kalo kamu mau ambil ini juga ... ",


ucapnya.


"Owhh ... ngga apa-apa. Ambil aja, ini masih banyak kok ... ",


Kinara tersenyum ramah, memberikan pembalut tersebut kepada wanita yang ada disampingnya sekarang.


Wanita itu tersenyum kembali dan mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih yah, kalo gitu saya permisi ... ",


Setelah selasai Kinara, Tari, dan bi Sum kembali bertemu. Serasa semuanya telah lengkap, mereka bertiga pun menuju kasir. Namun lagi-lagi Kinara terkejut saat trolinya menabrak troli yang sama-sama ingin menuju kekasir yang sama.


Kinara kembali terkejut saat melihat pemilik troli yang menabrak trolinya adalah wanita yang sempat bertemu dengannya tadi.


Kinara dan wanita tersebut tersenyum kembali.


"kamu !!! ... ",


ucap Kinara dan wanita tersebut bersamaan, membuat keduanya menahan tawa.


"kita ketemu lagi !!! ... ",


ucap wanita yang ada dihadapan Kinara.


"kamu duluan aja, ngga apa-apa kok !!! ... ",


lagi-lagi Kinara yang mengalah, menawarkan wanita tersebut untuk kekasirnya terlebih dahulu.


"ngga apa-apa nih saya duluan ??? ... ",


tanya wanita tersebut.


"ngga apa-apa, lagi pula saya ada dua troli, takut lama ... "


jelas Kinara.


"owhh .. oke kalo gitu, sekali lagi terima kasih yah ... ",


ucap Wanita tersebut tersenyum dan berlalu terlebih dahulu, Kinara lagi-lagi hanya tersenyum mengangguk.


"Ra !!! ... ",


panggil Tari. Ternyata Tari sudah berada dikasir sebelah yang kosong, menyuruh Kinara untuk menghampirinya.


Setelah selesai mereka bertiga membawa semua kantong-kangtong belanjaannya kedalam bagasi mobil Kinara, mereka pun kembali pulang kerumah.


***

__ADS_1


Ray tengah bersantai didepan kolam renang rumahnya, Ia mengambil ponselnya dan hendak menelpon seseorang.


Ray mencari nama kontak yang akan Ia telpon, setelah menemukannya, tampak Ray ragu dan pada akhirnya Ia mendial juga ...


tut ... tut ... tut ...


terdengar suara sambungan telpon ditelinga Ray.


"Hallo Kinara ... ",


seru Ray,


"Hallo Ray ... ",


ucap Kinara, Kinara pun menepi kan mobilnya sejanak untuk mengangkat panggilan telpon dari Ray. Tari yang melihat Kinara, hanya memperhatikan sahabatnya dari samping.


"maaf Kinara, apa aku ganggu waktu kamu ??? ... ",


tanya Ray pada Kinara.


"eemmm ... ngga kok, kenapa Ray ??? ... ",


tanya Kinara kembali.


"aku cuma mau tau jawaban dari kamu, soal tawaran aku yang kemarin !!! ... ",


"yang kemarin ??? ... ",


lirih Kinara, menyipitkan matanya dan mencoba mengingatnya.


"Owwhhhh ... Astaga Ray, maaf aku lupa ",


ucap Kinara dengan nada yang sedikit bersalah,


Ya, Kinara baru saja mengingatnya. Beberapa hari yang lalu Ray mengajaknya untuk makan malam bersama.


"ngga apa-apa Kinara, apa besok malam kamu bisa ??? ... ",


tanya Ray kembali memastikan.


Kinara terdiam sejenak, melirik Tari yang berada disebelahnya. Tari yang dilirik oleh Kinara mengangkat bahunya bingung ...


Namun segera Kinara menjawab pertanyaan Ray.


"eemmm ... Ray, maaf aku lagi dijalan sekarang. Gimana nanti kalo aku udah sampe rumah, aku telpon kamu lagi ... ",


ucap Kinara dengan hati-hati, takut akan menyinggung perasaan Ray.


Ray yang mendengar penuturan Kinara, menundukkan kepalanya, mencoba memahami Kinara.


"Baiklah kalau begitu, aku tunggu !!! ... ",


ucap Ray mencoba tetap tersenyum untuk mendapatkan perhatian Kinara.


"hheemmm ...",


Kinara dan Ray mengakhiri pembicaraan mereka.


***


Ray menghembuskan nafasnya kasar dan menyandarkan tubuhnya.


Ray berfikir sejenak baru kali ini Ia menemukan wanita yang berbeda dari biasanya. Biasanya Ia tak pernah mengejar wanita sampai seperti ini, malah kebanyakan wanita diluaran sana yang mencuri perhatian Ray. Justru Ray sangat tidak menyukai wanita yang seperti menjual dirinya sendiri.


"aku akan bersabar dan terus berjuang untuk mendapatkanmu KINARA !!! ... ",


gumam Ray, meyakinkan dan menyemangati dirinya sendiri.


...----------------...


Gimana nih Reader's, kalo menurut kalian Kinara sama Ray ??? 😋


yang setuju dan ngk setuju koment dikolom komentar yah 😊😚


jangan lupa LIKE, Tip, Fav dan VOTE yah teman-teman 🤗


terima kasih teman-teman 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2