
Kinara menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya dengan kasar.
"Kemarin lusa, dari pas gw jalan sama dia HPnya ngga aktif, gw hubungin terus sampe gw selesai pula ngajak bunda dari rumah sakit, tapi tetep HPnya ngga aktif, terus kemarin pagi-pagi, tiba-tiba dia ngehubungin gw dan janji juga kalo dia mau dateng kerumah bunda buat silahturahmi sama keluarga gw, tapi sampe malem lagi gw tunggu malah ngga ada kabar ... ",
jelas Kinara dengan wajahnya yang sayu,
"Apaa ... ",
ucap Tari,
"terus kemarin dia kemana ??? ... ",
pertanyaan Tari justru membuat Kinara mendadak mencurigai kekasihnya, dengan pikirannya yang kemana-mana.
Kinara pun memalingkan wajahnya,
"Coba loe hubungin lagi sekarang !!! ... ",
titah Tari memberi saran,
Namun bukannya mengikuti saran Tari, justru Kinara segera mematikan ponselnya, karena rasa kekecewaannya yang timbul kembali, dan kini lebih dari itu.
Jantung Kinara berdebar tak karuan, karena memikirkan hal yang tidak-tidak, ditambah lagi pertanyaan Tari barusan membuat tubuhnya mendadak menjadi panas ...
"Ra ... Loe kenapa ??? ... gw salah ngomong yah !!! ... ",
ucap Tari merasa jika dirinya telah salah berucap,
"nggak kok' ",
jawab Kinara sambil beranjak dari kursinya dan hendak keluar dari ruangan pribadinya.
"Loh, loe mau kemana Ra ??? ... ",
justru pertanyaan Tari dihiraukan Kinara, Kinara pun dengan langkah yang cepat meninggalkan ruangan dan sahabatnya yang merasa bingung melihat Kinara yang pergi begitu saja.
Kinara pun berjalan menuju lift, hingga tiba didepan lift untuk menunggu.
hingga terdengar bunyi,
ting ...
suara pintu lift terbuka, Kinara pun fokus kepada pintu lift yang membelah dan lebih fokus lagi pada seseorang yang nampak hendak keluar dari dalam lift tersebut.
Kinara terdiam melihat siapa yang keluar dari dalam lift itu,
"Kinara !!! ... ",
lirih Noval saat melihat Kinara ada dihadapannya. Noval tak menyangka jika Kinara secepat ini akan kembali ke Jakarta dan sudah ada dihadapannya.
Saat melihat dan mendengar Noval menyeru namanya, Kinara justru membuang wajahnya dan berlalu masuk kedalam lift tersebut, dengan perasaan yang berkecamuk Kinara mencoba melewati Noval begitu saja.
Noval pun merasa heran pada kekasihnya, sehingga Ia melihat Kinara sambil memutar tubuhnya, lagi-lagi melihat sikap Kinara yang ...
"Kinara ... ",
gumam Noval sambil menatap wajah Kinara yang datar, karena rasa kecewa yang tengah dialaminya,
__ADS_1
"Pasti dia ___ ",
tanpa berfikir panjang, Noval mengejar langkah Kinara yang sudah berada didalam lift,
Noval pun menahan Kinara dengan segera menekan tombol panah (>|<) untuk menutup pintu lift, beruntung hanya mereka berdua yang ada didalam lift tersebut, sehingga Noval bisa leluasa memanfaatkan waktu untuk berbicara pada Kinara.
Kinara menatap Noval tak percaya dengan sikapnya saat ini, Noval menggenggam tangan Kinara erat, membuat Kinara menatap Noval.
"Aku tau kamu marah ... kamu kecewa ... tapi aku punya alasan, kasih aku waktu untuk menjelaskan alasan kenapa aku kemarin ngga datang kerumah bunda !!! ... ",
ucap Noval dengan mata yang berbinar-binar,
Kinara terdiam, hingga terdengan suara pintu lift terbuka tanda bahwa sampai dilobby.
Noval pun tersadar dan segera melepaskan genggamannya.
Kinara pun berjalan terlebih dahulu, dan tak lama kemudian disusul oleh Noval dibelakangnya.
Hingga Kinara sampai diparkiran dan tepat berada didepan mobilnya, namun lagi-lagi Noval menahan Kinara dengan menarik tangannya dan ...
"Kinara, kasih aku kesempatan buat ngejelasin semuanya !!! ... ",
ucap Noval sambil menarik tangan Kinara,
"Apa !!! ... apa alasan kamu ??? ... ",
tanya Kinara menantang, membuat Noval diam seketika, tak percaya akan sikap Kinara yang berbeda dari biasanya, karena Kinara merasa benar-benar kecewa dan Noval paham akan itu.
Noval tertunduk sejenak, tak lama kemudian ...
ucap Noval masih dengan menundukkan wajahnya, membuat Kinara berbalik diam seketika.
"Dia kecelakaan kemarin ... ",
ucap Noval lagi,
"pas aku mau jalan kerumah bunda kamu, tiba-tiba papahnya Cecil telpon dan dia ngasih kabar kalo Cecil kecelakaan dan minta aku buat datang merumah sakit !!! ... ",
jelas Noval, namun tidak menceritakan yang sebenarnya tentang Cecil, jika sebenarnya Cecil menyebut-nyebut nama dirinya dan tentang Hendrick yang memohon untuk menemani putri semata wayangnya hingga benar-benar pulih.
Seketika Kinara merasa bersalah,
"Apa !!! ... Cecil kecelakaan !!! ... ",
gumam Kinara dalam hati, sambil memalingkan wajahnya tak menyangka,
"apa Cecil masih dirawat sekarang ??? ... ",
tanya Kinara tiba-tiba, membuat Noval menatap wanita yang ada dihadapannya,
"yah, Cecil masih dirawat !!! ... ",
jawab Noval,
"bisa antar aku kesana ??? ... ",
tanya Kinara lagi, dan Noval pun tersenyum mengangguk menyanggupi.
__ADS_1
"kita naik motor aja !!! ... ",
saran Noval, lalu Kinara pun ikut tersenyum,
Namun saat Noval menuntun Kinara menuju parkiran khusus motor, kini Kinara berbalik menahan pergelangan tangan Noval, membuat Noval menghentikan langkahnya dan menatap Kinara.
"MAAF !!! ... ",
ucap Kinara dengan penuh rasa bersalah,
"Maaf karena aku berfikir yang ngga ngga tentang kamu kemarin dan maaf atas sikap aku !!! ... ",
ucap Kinara dengan penuh penyelasan,
Noval pun meraih tangan Kinara yang putih dan lembut, membalas genggaman itu ...
"Aku yang seharusnya minta maaf ... ",
ucap Noval lembut, membuat Kinara kembali tersenyum manis.
Kini mereka pun pergi menuju rumah sakit, tempat dimana Cecil dirawat.
***
Kini hentakan langkah kaki Kinara dan Noval terdengar dilorong rumah sakit, ya ... mereka berdua telah sampai dirumah sakit.
Noval langsung mengajak Kinara ke ruang rawat inap Cecil.
Namun siapa sangka, justru kedatangan mereka disambut baik oleh Hendrick, namun tidak oleh Rahayu. Masih dengan amarahnya, rahayu berlenggang begitu saja meninggalkan Kinara, Noval dan Hendrick yang saling menyapa ...
Kinara yang tercengang dan bingung melihat sikap Rahayu, dengan segera Hendrick mencairkan kembali situasi saat ini.
"Eemmm ... maaf, ",
senyum canggung Hendrick pada Kinara, dan mempersilahkan Noval dan Kinara untuk masuk kedalam kamar rawat inap Cecil.
Namun ternyata Kinara lebih terkejut melihat keadaan Cecil saat pertama kali melihat kondisinya.
Begitu pula dengan Noval, Ia tak menyangka jika Cecil masih belum siuman.
Kini Hendrick mengajak Noval untuk meninggalkan Kinara berdua saja dengan Cecil yang masih belum sadar.
Noval mundur beberapa langkah, namun Kinara maju beberapa langkah, sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Entah kenapa ada perasaan sangat sedih dan tega melihat wanita yang baru begitu saja Kinara kenali.
"Cecil ... ",
lirih Kinara, masih dengan langkah perlahan dan semakin mendekati Cecilia yang tengah terbaring lemas.
Namun tak disangka, saat Kinara dan Cecil hanya berjarak beberapa centimeter, jari jemari Cecil bergerak perlahan membuat Kinara terkejut tak menyangka.
Masih dengan mata yang terpejam, Cecil terus menggerakkan jari jemarinya dan menyebutkan satu nama ...
"Noval ... ",
Rintihan Cecilia nyaris tak terdengar, membuat Kinara ingun mendengarnya sekali lagi
__ADS_1