
"AKU YAKIN ... DAN NGGA AKAN MENYESAL !!! ... ",
ucap Kinara dengan tegar, sambil memasukkan sesuatu dalam genggaman tangannya kedalam tangan Noval.
Seketika Kinara pun pergi begitu saja, pergi meninggalkan Noval yang masih berdiri mematung.
Noval benar-benar tak percaya akan Kinara, akan kata-kata yang diucapkannya dan apa yang dilakukannya.
Noval benar-benar tak percaya, jika Kinara bisa melakukan semua ini, dan melawan hatinya.
Noval tersadar dari lamunannya, Ia baru menyadari jika Kinara memasukan sesuatu kedalam genggaman tangannya.
Betapa terkejutnya Noval, saat membuka dan melihat apa yang ada diatas telapak tangannya, ya ... sebuah cincin, cincin yang baru saja Noval berikan kepada Kinara beberapa hari yang lalu, kini telah kembali pada genggamannya.
Seketika jantung Noval berdetak kencang, hatinya bergemuruh dan dadanya terasa sesak.
"Kinara !!! ... ",
ucap Noval lirih, sambil menggenggam kembali cincinnya dengan kuat.
Noval membalikkan badannya dan segera menaiki CBRnya, untuk mengejar kepergian Kinara ...
***
Serasa agak jauh dari Noval dan danau itu, Kinara segera berlari, berlari sekencang mungkin sambil terisak menahan hatinya yang teramat sakit ...
Melihat taxi yang hendak melintas, Kinara segera menghentikan dan menaikinya.
"kerumah sakit HEALTY CARE ya pak ... ",
ucap Kinara pada pengemudi taxi itu,
Kinara kembali menguraikan air matanya didalam taxi itu, Ia benar-benar merasakan sakit dalam hatinya, seolah-olah ada anak panah yang menghujam jantungnya.
Seketika Kinara teringat kembali akan kejadian yang Ia lakukan terhadap Noval beberapa menit lalu. Kinara sendiri pun tak menyangka, jika dirinya bisa melakukan dan berbicara kata-kata yang menyakiti perasaan Noval, bahkan dirinya sendiri.
Kini Kinara mulai merasa takut akan penyesalannya yang Ia buat sendiri.
Seketika Kinara pun teringat akan kata-kata Tari yang telah memperingatinya tadi, menambah ketakutan hati dan penyeselannya sendiri.
***
"Aduhhh ... ini anak kemana yah ??? ... ditelpon ngga diangkat-angkat lagi !!! ... ",
seru Tari, sambil berjalan kesana kemari didalam ruangan pribadi Kinara,
Tari merasa khawatir pada sahabatnya. Tari takut jika dirinya yang sudah memperingati Kinara untuk tidak melakukan hal yang membuat dirinya menyesal nanti, tapi tetap saja jika Kinara lakukan nanti,
Tari mencoba menghubungi Kinara kembali,
"Gw coba telpon lagi deh, siapa tahu diangkat !!! ... ",
gumamnya lagi,
"Hallo ... ",
__ADS_1
jawab Kinara dari ujung telponya,
"Nara !!! ... loe dimana sekarang ??? ... loe ngga kenapa-kenapa kan ??? ... loe ngga ngelakuin apa yang gw bilang tadi kan ??? ... ",
rentetan pertanyaan Tari membuat Kinara semakin sedih, ya ... Tari sudah memperingatinya tadi, jika jangan sampai dirinya menyesal nanti ...
Kinara menghentikan isakannya dan mencoba untuk tegar, menjawab pertanyaan-peryanyaan Tari,
"Gw masih nyelesain masalah gw. Gw titip kantor yah ... ",
ucap Kinara pada Tari dan langsung menutup panggilan dari sahabatnya itu.
"Ra ... Ra ... Hallo Ra ... ya Allah ini anak !!! ... ",
seru Tari,
***
Noval melihat kesana kemari namun tak menemukan sosok Kinara,
"Kinara, dimana kamu ??? ... ",
ucap Noval sambil menghentikan motornya, lalu Ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Kinara.
Noval menghubungi Kinara beberapa kali, namun tidak ada jawaban dari wanita yang saat ini Ia takuti, takut akan kehilangan Kinara ...
"atau jangan-jangan ___ ",
gumam Noval, dan Ia berpikir pasti Kinara menemui Cecil.
***
Tok ... tok ... tok ...
Kinara mengetuk pintu kamar rawat inap Cecil. Tak lama kemudian, bu. Rahayu pun membukan pintu tersebut.
"Kamu ... ",
ucap Rahayu terputus, sambil mengingat kembali sosok Kinara, walaupun sudah dua kali bertemu, namun sepertinya Rahayu masih belum mengenali Kinara,
"Saya temannya Cecil bu, yang kemarin. Kedatangan saya kesini, mau jenguk Cecil ... ",
ucap Kinara menjelaskan,
"Oh ... silahkan masuk !!! ... ",
seru Rahayu sedikit acuh, membuat Kinara merasa tidak nyaman. Namun Kinara tidak memperdulikannya, Ia segera masuk kedalam dan menemui Cecil.
Rahayu pun seakan mengerti, Ia pun keluar dari dalam ruangan itu, yang kebetulan hanya ada Cecil dan Rahayu sebelum kedatangan Kinara, tidak terlihat sosok Hendrick, ayah Cecil didalam ruangan itu.
Setelah Rahayu keluar, Kinara berjalan mendekati Cecil.
Lagi-lagi Kinara mengumpulkan kekuatannya untuk berbicara hal yang sangat serius, yang menyangkut masalah hati dan hidupnya kedepan.
Sungguh, untuk Kinara menuju rumah sakit dan masuk kedalam ruangan ini saja, Kinara harus bergelut dengan hatinya, dan untuk berbicara empat mata dengan Cecil, lagi-lagi Kinara harus mengumpulkan kekuatan hatinya, walaupun hati kecilnya sangat sakit ...
__ADS_1
Cecil menatap lekat wajah Kinara yang menghampiri dirinya,
" Hai Kinara ... ",
seru Cecil, namun terdengar lirih ...
Kinara menarik bangku yang terletak disebelah tempat tidur pasien, setelah menarik dan mendudukinya, Kinara membalas sapaan Cecilia,
"Hai Cecil, gimana kabar kamu ??? ... ",
balas Kinara dengan senyum lembut dan manis khas wajahnya, membuat Cecil yang melihat itu sangat yakin, pantas saja jika Noval sangat mencintai Kinara, karena yang pertama memang parasnya yang sangat cantik dan lembut, belum lagi sifat dan sikapnya yang belum Cecil ketahui lebih dalam,
"Aku baik, kamu ??? ... ",
tanya Cecil balik, seolah mereka berdua menghilangkan kecanggungan dan ketegangan pada diri mereka masing-masing, setelah kejadian kemarin.
Namun sebelum Kinara menjawab pertanyaan Cecil, Ia menggukkan kepalanya, karena ragu akan jawaban yang ingin Ia lontarkan, karena sesungguhnya hatinya sangat tidak baik saat ini, namun ... mau tidak mau, Kinara harus menjawab pertanyaan Cecil.
"Aku baik !!! ... ",
seru Kinara.
Mereka pun terdiam sejenak, seolah tidak bisa menghilangkan kacanggungan yang mereka rasakan masing-masing.
"Ada hal yang ingin aku bicarakan !!! ... ",
ucap Kinara, membuat Cecil seketika menatap Kinara.
"tentang Noval !!! ... ",
seru Kinara, mendengar kalimat 'tentang Noval', Cecil memalingkan wajahnya kembali. Entah kenapa perasaan Cecil sekarang ini menjadi malu ...
"Aku sudah memikirkan hal ini, bahkan aku sudah berbicara dengan Noval ... ",
lanjut Kinara,
"Aku berterima kasih, karena sebelumnya kehadiran Noval saat bersamaku, dia jauh lebih bersamamu terlebih dahulu, karena kamu yang menjaganya selama dia belum bersamaku dan aku minta maaf untuk itu ... ",
ucap Kinara, Cecil pun mendengarkan dengan hati yang berdesir,
"dan untuk perasaanmu terhadap Noval ... ",
ucap Kinara terputus, karena seketika dadanya terasa sesak, Ia pun kembali mengumpulkan kekuatannya untuk melanjutkan kepentingannya datang menemui Cecil.
"sebagai wanita, aku bisa memahami ... dan aku bisa merasakan apa yang sedang kamu rasakan saat ini ... ",
ucap Kinara menatap Cecil, Cecil pun menatap Kinara, namun Cecil merasa saat ini tatapan Kinara seolah menjadi sindiran keras bagi hatinya,
"Aku mungkin bisa melakukan apa yang wanita lain tidak bisa lakukan, karena sebenarnya ... aku juga tidak bisa melakukan hal itu, tapi aku harus ... "
ucap Kinara, lagi-lagi mendengar kata-kata Kinara, Cecil menjadi sakit dan merasa bersalah, namun dihati kecil Cecil Ia sangat mencintai Noval dan ingin memilikinya.
"Aku ... ",
ucap Kinara terputus,
__ADS_1
...----------------...