AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Menjenguk Cecil ...


__ADS_3

"Please Ra, loe jangan egois ... loe juga harus jaga perasaan Noval, perasaan loe !!! ... ",


kalimat terakhir Tari kali ini membuat Kinara lagi-lagi tak bisa menahan air matanya,


Ruangan itu hening sejenak, lalu tiba-tiba Kinara beranjak dari kursinya,


"Loe mau kemana Ra ??? ... ",


tanya Tari, karena melihat Kinara yang tiba-tiba bangun dari kursinya,


"Gw mau nyelesain masalah gw dulu !!! ... ",


ucap Kinara sambil menyambar tasnya,


"Ra, gw mohon sama loe ... loe harus inget gimana perjuangan loe sama Noval kemarin, loe juga harus pikirin perasaannya Noval, gw ngga mau loe nyesel nanti !!! ... ",


ucap Tari mengingatkan lagi,


Mendengar kata-kata Tari, Kinara menghentikan sejenak langkah kakinya, jika kata-kata Tari barusana benar adanya, namun kemudian Ia seperti menghiraukannya dan segera berlalu.


Kinara keluar dari ruangannya, tanpa memikirkan lagi hubungan privasinya dengan Noval, Kinara mantap berjalan menuju arah meja kerja karyawannya sekaligus kekasih itu ...


Para karyawan yang menyapa Kinara, memperhatikan langkah wanita itu hingga sampai dimeja kerja Noval, tanpa Kinara pikirankan lagi dan tanpa ada rasa lain. Bagi dirinya saat ini hanya ingin menyelesaikan masalahnya bersama Noval.


"Bisa kita bicara sebentar !!! ... ",


ucap Kinara tiba-tiba, saat sudah berada didepan meja kerja Noval, seketika Noval pun terlonjak akan suara Kinara yang terdengar mimpi baginya, ya ... saat Kinara berbicara, Kinara tau, jika Noval sedang melamun.


Noval menatap wanita yang ada dihadapannya tak percaya, karena ini adalah kali pertamanya Kinara seperti ini, dihadapan karyawan-karyawannya yang lain.


"Noval !!! ... ",


seru Kinara menyadarkan kekasihnya, namun Kinara segara berlalu dan pergi terlebih dahulu.


Noval tersadar dan segera menyusul Kinara.


Begitu cepat langkah Kinara, hingga Noval mencari-cari keberadaan Kinara.


Ting ...


terdengar suara notifikasi dari ponsel Noval yang berisi pesan dari Kinara,


"AKU DIPARKIRAN !!! ... ",


isi dari pesan Kinara, Noval pun segera menuju parkiran dan menemui Kinara. Lagi-lagi Noval terkejut melihat Kinara yang sudah berdiri disamping CBRnya sambil memandangi kedatangan dirinya.


Noval pun segera menghampiri Kinara yang sudah menyambut kedatangannya, namun tidak tau maksud dari tujuannya.


"Kinara !!! ... ",

__ADS_1


lirih Noval yang langsung memeluk Kinara karena rasa kerinduannya yang tak bertemu seperti bertahun-tahun lamanya.


Saat Noval memeluk tubuhnya, tak ada perlawanan dari Kinara, Kinara merasa sudah tak takut hubungannya yang sempat Ia minta tutupi dari karyawan-karyawannya, apalagi sekarang Kinara dan Noval sedang berada diarea parkiran, siapa pun pasti melihat mereka.


Ya, saat ini Kinara juga menikmati pelukan yang terasa sangat hangat bagi dirinya. Entah kenapa disisi lain hati Kinara tiba-tiba terasa sakit, karena sejujurnya Ia pun sangat merindukan kekasihnya, namun ada hal lain yang harus Ia selesaikan.


"Ada yang ingin aku bicarakan !!! ... ",


ucap Kinara dalam pelukan Noval, Noval pun melepaskan Kinara secara perlahan,


Noval menatap Kinara dalam, karena Noval langsung berpikir,


"Apa yang ingin Kinara bicarakan ??? ... Apa jangan-jangan, masalah kemarin !!! ... ",


gumam Noval dalam hati, namun Noval segera mengiyakan permintaan Kinara dan mengajaknya kesuatu tempat untuk membicarakan apa yang ingin Kinara bicarakan.


***


Drett ... Drett ... Drett ...


terdengar suara ponsel Ray bergetar diatas meja kerjanya.


"Papah ... ",


gumam Ray dalam hati,


"ya hallo Pah !!! ... ",


"Papah lagi dijalan, habis jemput mamah dirumah mau nengok Cecil. Kamu sekarang susul Papah sama mamah dirumah sakit Healty Care yah, kita ketemuan disana, kita jenguk anaknya om Hendrick sama-sama ... ",


jelas Handoko pada anak semata wayangnya,


"tapi Pah, Ray masih ada meeting nanti sama beberapa karyawan untuk merancang struktur baru diperusahaan ... ",


ucap Ray,


"kamu cancel aja dulu, ngga enak sama om Hendrick. Kamu tau kan !!! ... ",


Handoko pun mengingatkan Ray tentang hubungannya dengan Hendrick yang sudah berteman lama sejak dulu dan membangun bisnis bersama,


"iya Pah ... ",


Ray mengiyakan dan tidak bisa menolak lagi. Ray pun segera pergi menyusul kedua orang tuanya dan bertemu dirumah sakit yang telah diberitahu sebelumnya oleh sang papah,


Setelah memutus sambungan telponnya, Ray seketika terdiam ...


"Kenapa aku baru kepikiran yah ... Cecil !!! ... Dia masuk rumah sakit !!! ... Dia sakit apa yah ??? ... "


gumam Ray, bertanya dalam hati. Demi menghilangkan rasa penasarannya, Ray segera pergi menyusul kedua orang tuanya.

__ADS_1


Handoko dan Anita menunggu kedatangan Ray didepan meja resepsionis, mereka sengaja menunggu Ray terlebih dahulu, agar masuk kedalam bersama-sama dengan Ray.


Namun tak lama kemudian Ray pun datang,


"Mah ... Pah ... kok belum masuk ??? ... ",


tanya Ray, saat sudah sampai dihadapan kedua orang tuanya.


"Iya, mamah sama papah sengaja nunggu kamu, biar kita masuk kedalem bareng-bareng ... ",


jelas Anita,


"yaudah kalo gitu, yuk kita masuk !!! ... ",


ajak Ray kepada Anita dan Handoko,


tok ... tok ... tok ...


Anita mengetuk pintu kamar ruang rawat inap Cecil, tak lama kemudian mereka bertiga pun masuk, setelah Hendrick dan Rahayu mempersilahkannya masuk.


Mereka semua yang ada didalam ruangan itu pun saling menyapa terlebih dahulu,


"Cecil, gimana keadaan kamu ??? ... ",


tanya Handoko, namun Cecil tak menjawab melainkan hanya tersenyum lesu.


"Om ... Tante ... kenapa Cecil bisa kaya gini ??? ... ",


tanya Ray kepada Hendrick dan Rahayu yang masih penasaran,


"Cecil kecelakaan Ray !!! ... ",


jelas Hendrick,


"Menurut warga yang menjadi saksi ditempat kejadian ___ ",


namun tak lama kemudian, Hendrick menceritakan kronologinya.


flassback ...


Saat Cecil keluar dari apotik dan memasuki mobilnya, Ia langsung menuju kebutik.


Namun saat ditengah jalan, Cecil tidak melihat jika ada seorang ibu-ibu yang tengah menyebrang, karena saat itu, Cecil juga tengah memainkan ponselnya saat sedang mengendarai, saat Cecil melihat kedepan betapa terkejutnya Ia melihat seorang wanita paruh baya yang sudah berada ditengah jalan, Cecil pun refleks karena terkejut, Cecil segera menginjak pedal rem, bukan pedal rem yang Cecil injak justru Ia malah menginjak pedal gas, bukannya berhenti justru Cecil malah menambah kecepatannya. Cecil pun tak bisa mengendalikan lagi kendaraannya, karena kecepatan yang begitu tinggi, sehingga Ia harus mengorbankan dirinya dengan membanting stir kearah trotoar dan menabrak pohon yang cukup besar, yang berada dipinggir jalan.


"Dan saat itu juga, Cecil tidak sadarkan diri, hingga koma selama 2 hari ... ",


jelas Hendrick panjang lebar,


"Dan ... ",

__ADS_1


ucap Hendrick terputus, membuat Ray dan kedua orang tuanya menatap serius wajah Hendrick.


...----------------...


__ADS_2