AKHIRNYA KEMBALI

AKHIRNYA KEMBALI
Bunda Sakit !!! ...


__ADS_3

Noval pun mengantar Kinara pulang hingga depan pagar rumahnya.


"Kamu ngga mampir ??? ... ",


tanya Kinara pada Noval.


"Udah malem, ngga enak sama orang rumah !!! ... ",


ucap Noval,


"Yaudah aku pulang yah, kamu masuk sana !!! ... ",


titah Noval pada Kinara,


"heemmm ... kamu hati-hati yah !!! ... ",


"Iya, yaudah kamu masuk duluan ",


titah Noval lagi dan Kinara pun menuruti dengan melambaikan tangannya tersenyum manis.


Walaupun seharian ini Kinara tak lepas dari rasa penat karena pekerjaannya dikantor, semua itu hilang seketika saat dirinya bersama Noval.


Kinara pun masuk kedalam rumahnya, dan saat menghilang dibalik pintu, Noval pun langsung menancapkan gasnya pergi.


Drettt ... Drettt ... Drettt ...


Terasa ponsel Kinara yang bergetar didalam tasnya. Kinara pun langsung mencari ponselnya didalam tas, dan melihat siapa yang menelponnya ...


"Kak Nina !!! ... ",


gumam Kinara,


"tumben, ada apa yah kak Nina jam segini telpon ??? ... ",


gumamnya lagi bertanya dalam hati, namun dengan segera Kinara mengangkat panggilan tersebut.


"hallo Kak ... ",


seru Kinara,


"hallo Nara ... ",


terdengar suara kak Nina dengan nada yang berbeda, seperti mengkhawatirkan sesuatu ...


"kak Nina, kak Nina kenapa kak ??? ... ",


tanya Kinara dengan nada yang panik,


"eemmm ... bunda, bunda - ",


ucap kak Nina dengan nada yang ragu saat ini,


"bunda kenapa kak ??? ... ",


"Bunda sakit Nara !!! .. ",


ucap kak Nina melemah,


"Apaaaa ... bunda sakit !!! ... ",


seru Kinara dengan nada yang ikut melemah tak percaya dengan kabar yang Ia dengar dari sang kakak,


"iya, dari tadi bunda nyebut-nyebut nama Andre terus ... ",

__ADS_1


jelas kak Nina, membuat Kinara jatuh terduduk lemas pas disofa ruang tamunya, pikirannya pun langsung menerawang kemana-mana mendengar kabar bahwa sang bunda tengah sakit.


"yaudah kak, sekarang juga Nara pulang !!! ... ",


seru Kinara dengan nada yang rendah,


"tapi ini kan udah malem Nara, ngga baik buat kamu dijalan sendirian ... ",


ucap kak Nina seperti mencegah,


"kakak cuma mau ngabarin aja kok, kalo bunda sakit ... dan ngga minta kamu buat pulang malam ini juga, "


jelas kak Nina lagi,


"ngga apa-apa kak, Nara pulang sekarang juga. Kalo gitu Nara siap-siap dulu yah, assalamualaikum ... ",


Kinara pun segera mematikan ponselnya dan beranjak dari tempat duduknya,


"Non Nara !!! ... ibu kenapa non ??? ... ",


tanya bi Sum kepada Kinara, karena memang sedari tadi nampak bi Sum yang memperhatikan Kinara saat ditelpon oleh sang kakak.


"bunda sakit Bi, malam ini juga saya pulang !!! ... ",


jelas Kinara,


"tapi ini udah malam Non, apa ngga besok pagi aja, perjalanannya jugakan lumayan jauh non, bibi takut non Nara kenapa-kenapa dijalan ... ",


tampak bi Sum pun mencegah Kinara, karena khawatir sudah larut malam,


"Ngga apa-apa Bi, ",


ucap Kinara menghampiri bi Sum dan menepuk pundaknya perlahan, menenangkan wanita paruh baya tersebut karena kekhawatirannya.


Setelah bi Sum tak dapat melarang majikannya untuk pergi, Kinara pun meninggalkan bi Sum pergi ke kamarnya untuk merapikan dan membawa beberapa barang yang diperlukan saat diperjalanan dan dirumah sang bunda.


"non Nara ngga makan dulu non ??? ... ",


tanya bi Sum, saat majikan sudah ada dihadapannya.


"Ngga bi, saya udah makan tadi dijalan. Saya langsung berangkat ya bi, takut kemaleman dijalan ... ",


pamit Kinara,


"Iya non, hati-hati ya Non, jangan ngebut-ngebut yah non ... ",


lagi-lagi bi Sum sangat mengkhawatirkan Kinara, walaupun Kinara adalah seorang majikannya, tapi bi Sum dan suami, pak. Joko sudah menganggap Kinara seperti anaknya sendiri.


"Iya bi, assalamu'alaikum ... ",


"Wa'alaikumsallam ... ",


balas bi Sum.


Segera Kinara masuk kedalam dan menyalakan mesin mobilnya, Kinara langsung menancapkan gasnya pergi kerumah sang bunda yang tengah terbaring sakit.


Disepanjang perjalanan tak hentinya-hentinya Kinara menghubungi Noval, namun nomer yang dituju tak dapat dihubungi, hingga akhirnya Kinara memutuskan untuk menunda dan menghubunginya kembali saat sesampainya dirumah sang bunda.


Hanya memakan waktu 1 jam lebih, Kinara pun sampai dirumah bunda.


Kinara memarkirkan mobilnya digarasi dan segera masuk.


Tok ... tok ... tok ...

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, ",


ucap Kinara sambil mengetuk pintu utama.


"itu pasti Kinara !!! ... ",


gumam kak Nina dalam hati,


"biar saya aja bi, bibi jagain Nuca aja yah dikamar ... ",


pinta kak Nina pada asisten rumah tangganya, yang hendak membukan pintu untuk Kinara.


Tak lama kemudian kak Nina membukakan pintu dan muncul Kinara dihadapannya,


"Kinara !!! ... ",


"kak Nina !!! ... ",


Seru mereka berdua dan saling berpelukan,


"alhamdulillah kamu udah sampe, ",


"bunda gimana Kak ??? ",


tanya Kinara khawatir, sambil berjalan masuk kedalam menuju kamar sang bunda,


"bunda ada dikamar ... ",


jelas kak Nina.


"Bunda .... ",


lirih Kinara saat masuk ke kamar sang bunda dan melihat kondisinya yang memprihatinkan,


Kinara meraih tangan sang bunda yang cukup hangat, menciumnya dan ditempelkannya lengan tersebut kepipi Kinara, seolah sang bunda sendiri yang sedang membelai wajahnya.


"Nara ... ",


lirih sang bunda terbangun, karena merasa jika ada sesuatu yang menyentuh tangannya.


"Bunda ... kenapa bisa sakit kaya gini sih bun ??? ... bunda mikirin apa ??? ... ",


tanya Kinara dengan tatapannya yang sendu melihat wajah sang bunda, namun bunda menggelengkan kepalanya perlahan, seolah menutupi jika dirinya sedang memikirkan anak bungsunya, yaitu Andre ...


"ini kan sudah malam nak, kamu kesini malam-malam ??? ... ",


tanya bunda dengan nafasnya yang berat, dan Kinara pun hanya mengangguk tak terasa air matanya menetes melihat kondisi sang bunda yang terlihat sangat lemas.


"Kita ke dokter sekarang yang bund ... ",


ajak Kinara, namun lagi-lagi bunda hanya menggelengkan kepalanya


"Tapi bunda harus kedokter, ",


"bunda ngga apa-apa nak, bunda cuma kecapean aja ... ",


jelas sang bunda menenangkan Kinara,


"tadi juga kak Nina sempat paksa bunda buat kerumah sakit, tapi bunda ngga mau, ",


ucap kak Nina disela-sela pembicaraan Kinara dan bunda. Kinara yang mendengar kak Nina berbicara menoleh kepadanya,


"tuh, kenapa bunda ngga mau sih. Pokoknya kita kedokter sekarang yah !!! ... ",

__ADS_1


paksa Kinara, dan akhirnya sang bunda pun menuruti paksaan Kinara.


...----------------...


__ADS_2