
Hari semakin senja, dan suara azan maghrib pun menggema dimana-mana. Tanpa Kinara sadari, Ia pun tertidur pulas disofanya.
***
Kini Kinara terbangun dari tidurnya.
Betapa terkejutnya Kinara, mendapati bahwa dirinya tertidur disofa ruang kerja pribadinya.
ya ... saat ini Kinara masih dikantornya.
Segera Kinara melihat jam yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Waktu suduh menunjukkan pukul 19:00 WIB.
"ya ampun, ko' bisa sih ketiduran disini ??? ",
Kinara bertanya pada dirinya sendiri, dan kini Kinara pun baru mengingatnya ...
"Noval ... ",
lirih Kinara.
Segera Kinara beranjak dari sofanya dan menghampiri jendela kecil yang ada dipintu ruangan pribadinya.
Namun, Kinara tidak melihat sosok Noval saat ini. Kinara pun tidak berfikir panjang, segera Ia kembali ke sofanya menyambar tas slempangnya dan tas laptopnya.
Segera Ia keluar dari ruangan pribadinya dan menuju lift, tapi sepertinya tidak mungkin jika Kinara menaiki lift, dia akan membutuhkan waktu beberapa menit untuk menunggu lift sampai dilantainya.
Kinara pun tak berfikir lama, segera Ia memutar tubuhnya ke pintu tangga darurat dengan berlari kecil, agar Ia sampai dan segera masuk kedalamnya.
Namun betapa terkejutnya Kinara, saat membelokkan tubuhnya kelorong yang menuju pintu tangga darurat, dan Kinara pun menabrak seseorang ...
buggg ... brukkkk ...
terdengar suara benturan tubuh yang saling bertabrakan dan tas laptop Kinara yang sudah terjatuh kelantai.
"akhhh ... ",
pekik Kinara, karena tubuh Kinara nyaris terjatuh.
Namun segera tangan kekar seorang lelaki yang ditabrak Kinara dengan sigap menangkap tubuh Kinara, hingga tubuh Kinara sekarang ada dibawah dekapan tubuh lelaki tersebut.
Tangan Kinara pun refleks memegang erat kedua pundak lelaki tersebut, hingga mata mereka berdua beradu pandang dan ...
"NOVAL ... ",
"KINARA ... ",
Lirih mereka masing-masing, masih pada posisi yang sama. Fikiran dan hati mereka seolah-olah seperti mimpi. Apakan benar orang yang dihadapan mereka saat ini adalah bagian dari masa lalunya ???, yang pernah ada dalam hatinya ...
Dan masih pada posisi yang sama. Kini mata Kinara dan Noval saling menyelami satu sama lain, tubuh mereka pun kini sangat dekat bahkan saling bersentuhan satu sama lain.
Perasaan Kinara kini bercampur aduk, namun dihati kecilnya Kinara masih ingin berlama-lama seperti ini, memandang wajah Noval, menyentuh tubuhnya, mencium aromanya, untuk mengobati rasa rindu yang sekian lama Ia tahan.
Begitu juga dengan Noval. Noval menatap lekat mata dan wajah Kinara, karena Noval masih tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
Namun segera Kinara menyadarkan diri dari fikirannya, begitu pula dengan Noval. Mereka tersadar secara bersamaan. Kinara melepaskan pegangannya dari pundak Noval, Noval pun melepaskan tangannya dari lingkaran tubuh Kinara.
Saat ini mereka dalam keadaan canggung, tegang, gugup dan mereka mencoba mengatur perasaannya masing-masing.
Sejenak Kinara dan Noval mengalihkan pandangan mereka ke arah lain.
__ADS_1
Kinara dan Noval pun berfikir, tidak mungkin mereka berlari dan pergi begitu saja, walaupun ini bukan kenyataan, ya ... tapi memang inilah kenyataannya karena ini memang nyata.
Kinara dan Noval mencoba menatap satu sama lain, menguatkan perasaan masing-masing.
Kinara menatap Noval, hendak menyapa.
Begitu pula dengan Noval.
"maaf ",
hanya itu yang dilontarkan oleh Kinara tanpa berani mengucapkan nama Noval dan dengan segera Kinara membenahi dirinya, mengambil tas laptopnya yang terjatuh kelantai.
Noval hanya memperhatikan Kinara yang sedang mengambil tasnya, masih tidak percaya dan tidak menyangka, bahwa Ia akan bertemu dengan Kinara disini ...
Noval masih dengan wajahnya yang datar.
"maaf ... ",
ucap Noval membuat Kinara memandang lelaki tersebut.
"Noval juga minta maaf ... ",
gumam Kinara dalam hatinya. Namun segera Kinara menanggapinya.
"emm ... iya, apa kabar ??? ... ",
tanya Kinara tanpa mengulurkan tangannya.
"Baik ... ",
Jawab Noval.
tanya Kinara bodoh, jelas-jelas sejak tadi siang Ia memperhatikannya diam-diam dari dalam ruangan pribadinya. Bukannya bodoh, tapi Kinara benar-benar tidak bisa menguasai diri dan perasaannya dihadapan Noval.
"ya ... baru hari ini ... ",
ucap Noval sedikit cuek, membuat Kinara semakin bingung, harus bagaimana sekarang agar tak terlihat gugup dihadapan Noval.
"kerja disini dan dilantai ini juga ??? ... "
tanya Noval datar, masih dengan tatapannya yang mengintrogasi.
"eeemmm ... iya ",
jawab Kinara gugup, tak menyangka jika Noval akan bertanya kepadanya dengan pertanyaan seperti itu.
"oh yah, semoga kamu betah kerja disini, selamat yah ... selamat bergabung di PT. MCM ",
entah dari mana kata-kata itu, terlontarkan begitu saja dari bibir Kinara, dan bodohnya Kinara memberanikan diri mengulurkan tangannya hendak menyalami Noval.
Tapi tidak disangka, Noval menerima uluran tangan Kinara.
"hemmm ... terima kasih ",
jawab Noval sambil menjabat tangan Kinara.
Entah ada perasaan aneh dihati Noval, khususnya bagi Kinara. Pada saat mereka berjabat tangan, ada getaran yang aneh muncul dalam hati mereka masing-masing, setelah sekian lama mereka tidak bertemu dan dalam beberapa detik kini mereka saling bersentuhan.
Mereka pun menyudahinya.
__ADS_1
"Sekali lagi maaf, tadi aku ngk sengaja nabrak kamu, dan terima kasih kamu ... ",
ucap Kinara terpotong, entah kenapa Kinara enggan untuk melanjutkan kata-katanya, membuat mata Noval menatapnya tajam.
Lagi-lagi tatapan tajam Noval membuat Kinara sesak akan hal itu. Kinara mengalihkan padangannya dari tatapan itu.
"eemmm ... aku, aku duluan, sekali lagi maaf ... permisi .. ",
ucap Kinara terburu-buru dan gugup, Ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan Noval yang masih setia berdiri pada tempatnya.
Namun tiba-tiba ...
"kenapa ngga naik lift ??? ... ",
pertanyaan Noval membuat langkah Kinara terhenti dan menoleh ke arah Noval. Karena Noval melihat Kinara yang berjalan terus menuju arah pintu tangga darurat dan tidak manaiki lift.
" emmm ... oh, iyah ... ",
Kinara yang biasanya terlihat anggun dan bijaksana, kini benar-benar telihat bodoh dihadapan Noval, karena kegugupannya.
Kinara pun segera menuju lift, tanpa menoleh kearah Noval lagi. Ia benar-benar ingin segera pergi dari tempat ini.
Beruntung saat Kinara memencet tombol panah yang mengarah kebawah, pintu lift pun langsung terbuka, dan dengan segera Kinara masuk kedalamnya.
Noval yang masih berdiri mematung masih sangat syok.
"Kinara ... ",
lirih Noval.
"dia juga bekerja disini !!! ... ",
"bagaimana ini ???, apa yang harus aku lakukan jika bertemu dengannya setiap hari ???, apa aku harus mengundurkan diri ??? ",
Noval merauk wajahnya kasar. Ternyata fikirannya sama dengan Kinara, pada saat Kinara mengetahui jika Noval bekerja diperusahaannya.
Sempat terlintas difikiran Noval untuk mengundurkan diri diperusahaan ini, tapi itu tidak mungkin, karena baru saja sehari Ia bekerja, dan Noval pun sudah menanda tangani surat perjanjian kontrak kerjanya dengan bu Sarah. Jika Ia melanggar perjanjian itu, bisa saja Ia dikenakan sanksi.
Noval bingung dibuatnya, tentu saja itu semua karena fikirannya tentang Kinara.
Bagaimana nanti dengan kesehariannya sehari-hari bekerja disini. Karna Noval juga benar-benar ingin menjauhi Kinara dan mengubur luka dihatinya dalam-dalam.
Tapi apa yang dilihat dan terjadi pada dirinya tadi membuat Noval benar-benar tak menyangka. Jika mulai hari ini, esok dan seterusnya, Ia akan bertemu Kinara kembali, mengingat semua kenangan dan luka yang Ia alami, jika harus bertemu dengan Kinara.
***
Kinara menyandarkan tubuhnya lemas pada saat didalam lift.
Kinara pun benar-benar tak menyangka, jika niat hatinya tadi ingin menghindari pertemuannya dengan Noval, justru akhirnya malah mempertemukan mereka.
Apalagi pertemuannya dengan cara ...
Kinara pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tak bisa membayangkan kejadian tadi, sangat-sangat membuat perasaan dirinya campur aduk dibuatnya ...
...----------------...
Ngk bosenΒ² deh, Author minta buat kalian kasih Like, tip dan Vote juga yahhh ππ₯°
Terima kasih ππ
__ADS_1