Aku dia & kita

Aku dia & kita
Anak Itu Penting


__ADS_3

Semua anak anak mulai memadukan warna warna itu, anak anak memiliki imajinasi yang begitu tinggi dan bebas ia yakin jika warna warna itu bahkan dengan mudah di sesuaikan oleh mereka, Lia tersenyum lebar menatap Alif yang bahkan terlihat begitu fokus dalam pekerjaannya, dan tak lupa ia juga menatap sekeliling, para anak anak bahkan terlihat sangat bersemangat untuk mendapatkan juara pertama untuk membanggakan orang tua mereka, sedangkan Lia?, Bahkan ia hanya melihat dari kejauhan


"Bundanya Alif, saya bundanya Kiki nama saya Meri" Ucap Seornag wanita dengan begitu ramah


"Ah, senag bertemu nama saya Auliya, panggil Lia aja" Ucap Lia dengan nada pelan,


"Ngak nyangka ya bundanya Alif masih muda banget, pantes saja sibuk terus, namanya masih muda masih perlu banyak pencapaian" Ucap wanita lainya, dan Lia bahkan hanya menanggapi ucapan sarkas dari si wanita dengan senyuman ramah


"Ah, mbak Lia, ini bundanya Dion, dia emang gini suka bercanda, jangan di masukin ke hati ya" Ucap Meri dengan nada pelan, seperti biasa Bu Sinta akan selalu menjadi sosok yang paling sewot dan paling suka mengejek orang baru


"Saya cuma ngomong apa adanya, ia kan mbak" Ucap Bu Sinta yang tak mau di salahkan

__ADS_1


"Kita itu seneng banget tau ngak kalo alif ada yang nemanin gini, saya kadang kadang kasihan sama dia, mana Ayahnya Alif sering telat, kasihan liat Alif, setiap ada acara di sekolahan pasti dia jadi sedih karena ngak memiliki ayah yang menemaninya, mbaknya seharunya lebih perhatian sama anak" Ucap Bu Sinta lagi, Bu Sinta bukan wanita yang jahat, namun ia merasa tak suka saat melihat Seornag anak yang di abaikan hanya karena sibuk mengejar harta dunia


"Makasih udah perhatian banget sama Alif, maaf kalo Alif sering ngerepotin ibuk ibuk" Ucap Lia yang bahkan hanya bisa menujukan senyum kecil, apakah semua ibu ibu di sini benar benar menganggapnya sebagai bunda Alif?, ah sudah lah biarkan saja orang orang berfikir semau mereka, toh ia tak akan rugi,


"Kerjaan emang penting, tapi ya namanya anak juga penting, setiap hari sendiri dan sedih terus, pas ada acara dia sering sendirian di pojokan karena orang tuanya ngak bisa dateng, kan kasihan sama anaknya" Ucapnya lagi, Lia bahkan hanya bisa mengguk dengan senyuman yang tertahan, para ibu ibu yang melihat Alif tentu saja merasa kasihan, ibu yang sibuk dan ibu yang bakan ngak pernah nunjukin diri


"Bener, karir emang perlu, tapi ya sekali kali luangkan waktu buat anak, kasihan banget kan kalo anak anak sampe tumbuh kekurangan kasih sayang" Ucap ibu ibu lain yang mulai menimpalinya, dan begitu lah suasana yang harus Lia hadapi kebanyakan ibu ibu akan menasehatinya yang terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga melupakan anak sendiri, walau bagai manapun saat ini ia berperan sebagai seorang ibu, ia hanya perlu mendengar segala sindiran itu


"Iya Bun, lain kali harus prioritaskan anak, kasihan kan liat Alif sendirian terus setiap ada acara di sekolah, ayahnya Alif keliatannya sering dateng tapi telat terus, kasihan juga kan" Ucap ibu lainya yang bahkan sangat menyetujui perkataan Bu Sinta sebelumnya,


"Ah maaf dan terimakasih banget buat wejangannya di masa depan saya bakan luangkan lebih banyak waktu untuk nemanin Alif" Ucap Lia yang mulai berbaur dengan ibu ibu

__ADS_1


"Kalo kita sih ngak masalah ya Bun, kita cuma kasihan sama anaknya, bagai manapun anak kecil itu rentan banget Bun, salah salah dia bakalan sedih, trauma masa kecil bisa kebawa sampe gede loh, takutnya alif malah jadi anak tertutup karena ngerasa ngak punya sandaran dan ngak punya tempat untuk berkeluh" Ucap ibu satu, anak memang sangat membutuhkan bimbingan dan pemantauan orang tua, namun Alif tak seberuntung itu karena ia bahkan tak memiliki kesempatan untuk merasakan sebuah kasih sayang dari seorang bunda


"Ngomong ngomong jamnya bagus banget Bun, siapa desainernya, saya pengen deh beli" Ucap Meri dengan nada pelan, sepertinya acara memberi wejangan sudah harus di selesaikan, sebagai seorang ibu muda ia juga tau bagai mana berada di posisi Lia saat ini, semua selalu berfikir jika dirinya yang tak pengertian, namun bahkan mereka tak ingin tau dengan kesulitan yang ada di belakangnya,


Mendengar itu para ibu ibu mengalihkan pandangannya ke arah jam yang sedang melingkar indah di pergelangan tangannya, jam yang telah bersama selama 5 tahun ini, jam yang menjadi hadiah ulang tahun pertama yang di berikan Leo di masa lalu


"Bener, desainnya bagus banget, saya jadi suka, pasti harganya mahal banget" Sabung ibu lainya jam yang di gunakan bunda Alif benar benar indah, desain yang begitu elegan namun terlihat begitu pas di tangan cantik itu, dalam sekali lihat bahkan mereka tau jika bunda Alif adalah wanita yang berkelas


"Betul banget, saya kok baru sadar ya, siapa nama desainernya, siapa tau kan masih ada yang sama" Ucap Bu Sinta dengan nada semangat, jam tangan di tangan Lia bahkan dengan mudah menarik semua perhatian, acara wejangan sudah berlalu dan saat ini bahkan langsung beralih pada jam yang melingkar indah di pergelangan tangan gadis berusia 22 tahun itu


"Ah ini jam pemberian teman buk, ngak tau juga sih siapa desainernya" Ucap Lia seadanya, ia bahkan tak menyangka jika jam di tangannya semenarik ini, dan perihal harga sepertinya sangat tak sebanding dengan barang yang berada di tubuh dan menghiasi para ibu ibu keluarga kaya ini

__ADS_1


"Yah sayang banget dong Bun, padahal kan kalo tau kita juga mau liat liat, siapa tau ada yang suka kan, tapi kalo di liat dari aksesnya ini kayanya desainnya udah jago banget, liat deh, semuanya bahkan Serapi itu, bahkan hadiah dari suami saya aja ngak sebagus dan semewah itu" Ucap ibu Sinta dengan menghela nafas pelan, ia benar benar menyukai jam itu, sangat cantik dan indah di pandang mata, bentuk yang tak terlalu menonjol namun menujukan kesan mewah


Acara mengobrol terus berlanjut, banyak hal yang mereka bahas, soal anak, soal perhiasan dan lainnya, meskipun pada awalnya meras tak nyaman namun Lia dengan cepat menyesuaikan diri, saat ini ia sedang berkumpul dengan ibu ibu sosialita, jadi ya wajar lah pembahasannya soal harga mulu, nah dianya yang miskin cuma bisa jawab seperlu dan seperlunya aja


__ADS_2