
"Udah siap?" Ucap Ayah Lia dengan nada pelan, saat ini Lia bahkan keluar dengan membawakan tas yang cukup besar, ia akan menghabiskan masa liburnya di ladang, dari itulah ia harus membawa pakaian yang cukup
"Yaudah, ayo" Ucapnya lagi dan setelahnya motor tua itu kembali melaju di pedesaan hingga motor itu masuk ke perkebunan kelapa sawit, tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di sebuah rumah kecil, khas perkebunan
"Ibu" Ucap Lia mencium punggung tangan ibunya dan memeluk erat wanita yang sangat ia cintai ini, sudah lama tak bertemu ternyata ia sangat merindukan sang ibu
"Bagai mana kabar ibu?" Ucapnya dengan nada lembut
"Ibu Baik, kamu apa kabar?" Ucap Ibu Lia tersenyum pada putri
"Ibu baik, eh, ini ya anak kecil yang kamu bilang kemarin?" Ucap Ibu Lia menunjuk Alif yang masih tertegun dengan segara pemandangan yang menyambutnya hari ini, maklum saja, pemandangan ini hanya dapat di lihatnya melalui lukisan, di perkotaan tidak memiliki pegunungan pohon pohon dan air sungai yang mengalir jernih dan masih terjaga, ini pengalaman pertamanya hidup di alam bebas seperti ini
"Oh Iya Bun, dia anak teman yang Lia ceritain kemaren, Alif sayang sini saling sama nenek dulu" Ucap Lia tersenyum, Alif menghentikan aktifitas mengagumi pada alam menghijau ini, ia langsung mendekati ibu Lia dan mencium punggungnya
"Rizki mana bu" Ucap Lia sembari setelah meletakan tas bawahanya, saat ini kedua orang tua Lia hanya tinggal dengan bocah kecil bernama Rizki, ia adalah kponakan Lia, sedangkan adik adik Lia tentu saja sudah berada di kota kabupaten untuk sekolah
Sebenarnya nasib Rizki dan Alif tak jauh berbeda, Alif yang sejak kecil di tinggal ibunya, sedangkan Rizki, saat bocah itu berumur 4 tahun terjadi perselisihan antara kedua orang tuanya dan kemudian keduanya memilih untuk berpisah, hasilnya, sang buah hatilah yang menjadi korban dan di telantarkan akibat kurang nya kasih sayang, Dan selama 4 tahun rizki di urus oleh neneknya
"Oo dia masih di sungai, mancing katanya, dari tadi dia nungguin kamu semangat banget, karena udah lama nunggu kamu nya ngak dateng dateng jadi ke sungai deh" Ucap sang ibu yang hanya di balas dengan anggukan dari Lia
"Sayang Alif pasti capek kan?, Alif istirahat aja dulu, nanti kalo kak iki udah pulang baru deh main sama kak Iki, ok sayang?" Ucapnya pada Alif yang bahkan masih sibuk menatap sekitarnya, ,mendengar ucapan sang bunda ia bahkan hanya bisa menggukan kepala
__ADS_1
"Bibi" Ucap seorang bocah 8 tahun yang datang dengan handuk sepinggang, ia tersenyum lebar sambil memeluk Lia dengan begitu erat, sedari kecil Rizki memang cukup dekat dengannya
"Iki rindu, kapan bibi pulang?" Ucapnya melepas pelukanya
"Kponakan bibi udah gede, ingat Jangan main air terus nanti bisa sakit loh" Ucapnya tersenyum dan beranjak ke kamarĀ mencarikan baju untuk kponakan tersayangnya ini
"Ini siapa Bi?" Ucap Rizki saat menatap Alif yang duduk dengan tenang di antara Lia dan ibunya
"Nanti Iki main sama Alif ya, trus Iki ngak boleh nakal ok" Ucapnya tersenyum saat keluar dari kamar membawakan baju untuk keponakannya
"Ok Bi, Alif nanti kita cari durian bareng, mancing bareng trus berenang bareng ya" Ucap Rizki dengan semangat, saat ini ia libur sekolah dan tentu saja ia memilih untuk menghabiskan liburnya di ladang, berlibur di ladang adalah hal yang sangat menyenangkan bagi anak anak pedesaan sepertinya, di ladang mereka bisa bermain dan melakukan apapun, meskipun terkadang merasa kesepian namun ia tentu saja memiliki cara sendiri untuk menepis semua itu
"Tenang saja, kalo soal berang sama main air kakak jagonya, tenang aja bakalan kakak ajarin sampe jago, ok" Ucapnya dengan penuh semangat saat Rizki mengatakan dengan semangat yang menggebu tentu saja Alif hanya bisa menganggukkan kepalanya, meskipun ia malah merasa ragu apakah ia akan selamat jika masuk ke dalam kolam panjang itu atau bahkan tenggelam dan tak dapat ditemukan setelah
"Bi, bibi bawa oleh oleh ngak?" Ucap nya, Lia hanya mengguk dan tentu saja ia masih begitu fokus memakaikan pakaian untuk Keponakannya ini,
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia meraih tas, dan mengeluarkan beberapa jenis cemilan khas jakarta, dan beberapa barang lain nya
"Hore" Ucapnya dengan nada nan begitu girang
"Bukkgg" Suara itu terdengar cukup keras, dan tentu saja membuat Iki langsung berlari menuju batangnya
__ADS_1
"Alif, kamu masih nungguin apa di sana, durian jatuh loh, ayo kesini bantuin kakak nyari" Ucap Rizki saat tak melihat Alif tak mengikuti langkahnya
"Bunda?"
"Udah sana aja sayang main sama kak Iki, Alif pasti bakalan tau rasanya gimana jadi anak desa, pokoknya seru deh"
"Beneran boleh bunda?" Ucapnya dengan semangat, sebagai seoang anak yang baru tumbuh tentu saja ia merasa ingin tau banyak hal tentang tempat tinggal sang bunda ini, namun meskipun begitu ia tak berani bertindak sebelum mendapat persetujuan dari sang bunda
"Iya, udah sana main sama kak Iki"
"Hore makasih bunda, lagi sayang banget sama bunda" Ucapnya menggebu dan setelahnya segera berlari menyusul Rizki yang berada di bawah pohon durian tak jauh dari rumah
"Apa ibunya ngak khawatir kalo Alif ikut kamu?, mana masih kecil banget lagi" Ucap Ibu Lia menatap Alif dari kejauhan
"Ibunya udah meninggal bu, waktu Lia mau ke terminal ayah Alif bilang kalo Alif sakit jadi Lia jengukin, eh taunya pas Lia pamit dia malah maksa ikut, kasihan juga kan bu di rumah ngak punya teman, ayahnya sering keluar kota, Boleh ya Alif tinggal lebih lama di sini" Ucap Lia pelan duduk di samping ibunya, dan memijit kaki sang ibu yang kini kian menua itu
"Boleh ibu cuma ngerasa ngak enak aja, dia orang kota dan pastinya punya gaya hidup yang jauh beda dengan kita, ibu ngak mau bikin kamu malu di depan temen kamu itu"
"Ngak usah di pikirin Bu, bersikap kayak bisa, kalo dia salah tinggal di tegur dan jika ia nakal hanya perlu di ingatkan jika hal itu tidak baik"
mendengar ucapan sang putri sang ibu bahkan hanya menggunakan kepalanya, ia mengerti ada banyak anak yang kurang kasih sayang akibat orang tuanya yang selalu sibuk, lagi pula ia faham bagai mana perasaan Alif, anak sekecil itu sudah harus hidup mandiri tanpa kasih sayang dari ibu, sungguh nasib yang malang.
__ADS_1