
"Tangkap dia pak" Ucap Arya dengan nada datar, saat ini mereka baru saja masuk ke rumah, setelah selesai dari rumah sakit ia langsung ke kantor polisi untuk menyelesaikan Asih
Dari kejauhan tiga orang sedang memperhatikan kemurkaan Arya, mereka adalah BI Anjani, lani dan tukang kebun di rumah ini, mereka merasa penasaran mengapa polisi datang ke sini dan bahkan langsung menangkap gadis angkuh menyebalkan bernama Asih
"Kenapa tu si asih"
"Ngak tau juga, kayaknya ngelakuin hal kriminal deh"
"Syukuri, makanya jangan jahat jadi orang, kita sama sama pekerja, sama sama pembantu, eh dianya malah sok berkuasa, nekan nekan kita karena dia orang lama di sini" Ucap kang Budi dengan nada sebal, di bandingkan mereka asih memang sudah lebih lama di tempat ini, hal ini lah yang membuat Asih besar kepala dan merasa jika ia adalah orang yang berkuasa di sini
"Kamu mah Bud, ngak boleh gitu"
"Siapa suruh jadi orang jahat atuh bik, masih muda aja udah punya cerminan serakah"
"beneran tu kang, masak ia kita ngak di izinin masuk kerumah, ya kayak mana?, kan pembantu harus bersih bersi dan ngelakuin kerjaan kita"
"Lani, kamu yah kalo soal gosip sama dendam nomor satu"
"Ya ngak papa toh bik, jahat sama orang yang jahatin kita, selama ini si Asih sok kuat eh tau taunya beneran orang jahat, lani seneng banget akhirnya kita bisa bebas dari dia, nih lihat, luka di tangan lani aja masih banyak bekasnya loh bik, ya wajar lah kalo Lani jadi dendam kesumat" Ucap lani dengan nada pelan, selama ini asih begitu kejam pada mereka, namun semua tak akan lama saat ini asih sudah di tangkap dan mereka bisa hidup dengan nyama di sini
__ADS_1
"Ah udah lah, yuk kebelakang, seneng sih boleh, tapi ya jangan sampe masakan di dapur hangus"
"Eh iya bik, lani tadi goreng tempe" Ucap lani dan segera berlari ke dapur, sedangkan buk asih dan Budi juga kembali ke tempat mereka masing masing.
"Ada apa ini tuan, tuan apa apaan ini, saya ngak salah, tuan" Ucap Asih dengan begitu panik, bagai mana tidak, ia sudah terlalu lama menjadi penguasa di rumah ini, ia suah biasa menindas siapapun dan bahkan tak segan memukul Alif dan semua masih baik baik saja, lalu ada apa dengan hari ini?, polisi datang dan langsung memborgolnya begitu saja, dan bahkan para polisi itu tak berniat untuk bersikap lembut padanya, apakah para pembantu tua itu sudah melaporkan pada tuan mereka?, tapi mana mungkin, setiap hari para pembantu itu hanya di belakang, jikapun membersihkan rumah saat ia meninggalkan rumah, lalu?
Hidupnya sudah hancur sampai di sini, semuanya akan benar benar selesai jika para polisi ini benar benar memenjarakannya, orang orang di kampung akan mengecamnya jika kabar ini sampai tersebar, ibunya pasti kan sangat sedih, namun saat ini sebuah penyesalan sudah tak berguna, ia harus menerima segala konsekuensi atas segala yang telah ia lakukan selama ini, ia harus bertanggung jawab karena telah berani membuat masalah dan melakukan hal tercela
"Anda di tangkap atas laporan penganiaya terhadap anak di bawah umur" Ucap sang polisi dengan nada pelan
"Tidak saya tidak pernah menganiaya siapa pun, tuan tolong saya, saya ngak menganiaya tuan kecil, saya tidak bersalah tuan" Ucap Asih tak terima, selama ini masih baik baik saja, Alif bahkan tak pernah berani membuka mulut, ia tak akan diam jika di bawa ke kantor polisi
"Tuan saya mohon tuan,maafkan saya" Asih memohon untuk di lepaskan namun Arya bahkan suah terlanjur marah, dan ia tak akan melepaskan siapapun yang berani menyakiti putranya
"Anda mengakuinya sendiri, Saya tidak menyangka hal ini, saya kira meninggalkan Alif bersama mu adalah pilihan yang tepat tapi ternyata tidak kamu malah membuat Alif menderita" Ucap Arya dengan nada datar, kecewa tentu saja, Asih sudah bekerja di tempatnya cukup lama, Arya juga sangat mempercayai Asih, namun siapa yang menyangka jika Asih melakukan hal sekejam ini
"Percayalah tuan bukan saya yang melakukannya, bukan saya" Ucap Asih yang masih berusaha membela diri
"Bawa saja pak" Ucap Arya dengan nada datar, ia bahkan tak menatap asih meski sesaat, ia terlalu marah dan kesal, ia marah karena ia bahkan tak mampu menjaga satu satunya orang yang paling berharga dalam hidup ga
__ADS_1
"Tuan saya bisa jelasin semuanya" Ucap Asih yang masih bersikeras
"Semua sudah jelas" Ucap Arya dengan wajah nan begitu datar dan setelahnya para polisi dengan kejam menyertai meninggalkan rumah, mereka hanya melakukan tugas yang melakukan sebuah kesalahan harus mempertanggung jawabannya
"Tuan, tuan" Ucap Asih terus saja berteriak dan memohon untuk di maafkan, namun Arya bahkan hanya menutup mata dan telinga membiarkan asih di bawa dan mendapatkan hukuman yang pantas atas segala prilakunya
"Yah, bi Asih mau dibawa kemana? " Ucap Alif menatap Arya dengan tanya, BI asih sudah menagis seperti itu dan sang ayah bahkan tak memperdulikannya dan membiarkan polisi itu membawa bik asih
"Bi Asih harus mempertanggung jawabkan perbuatannya" Ucap Arya dengan nada pelan, Alif melihat secara langsung bagai mana para polisi itu memaksa asih untuk ikut mereka, dan ia tak ingin Alif ketakutan
"Orang jahat di tangkap sama pak polisi ya hah?" Ucap Alif dengan nada nan begitu polos
"Iya, dari itu Alif harus jadi anak baik" Arya berucap dengan nada pelan, ia merasa sangat menyesal dan merasa gagal sebagai orang tua, ia bahkan tak mampu menjaga anaknya sendiri, karena kesibukan dan beberapa masalah yang terjadi di kantor selama beberapa bulan ini
"Alif janji akan jadi anak baik dan ngak nakal lagi" Ucap Alif dengan nada cepa, sangat mengerikan, ia akan menjadi anak yang baik agar tak di bawa oleh polisi, karena kata teman temanya orang yang telah di tangkap polisi akan menjadi bahan ejekan dan makian orang sekitar
"Alif kenapa?,kok wajah arif pucat?Arif sakit?" Ucap Arya meraba kening arif dan sangat panas
"Alif demam sayang ayo kita segera kerumah sakit" Ucap Arya panik dan menggendong Alif ke rumah sakit, mereka baru saja kembali dari rumah sakit namun harus kembali kesana mengingat keadaan Alif yang tiba tiba memburuk seperti ini
__ADS_1