Aku dia & kita

Aku dia & kita
istrinya cantik


__ADS_3

"Maafin ayah ya sayang ayah lupa kalo hari ini kamu ada lomba, maaf ya" Ucap Arya dengan nada pelan, saat ini ia bahkan sudah berlutut di hadapan anaknya, jujur saja ia benar benar merasa menyesal telah lalai, ia menyesal karena lagi dan lagi ia tak bisa datang tepat waktu, dan bahkan ia malah melupakan hal penting ini padahal Alif sudah mengatakan ini sejak jauh hari, dan nyatanya ia masih selalu sibuk dengan segala pekerjaannya, ia masih terlalu sibuk dengan dunianya sendiri hingga Tampa sadar melupakan anaknya


"Maafin ayah ya" Ucap Arya yang bahkan memeluk putra kecilnya dengan erat, lagi dan lagi ia telat mendatangi acara Alif, bahkan Alif sudah mengatakannya jauh jauh hari, namun ia bahkan dengan mudah melupakannya begitu saja


"Ngak papa kok Yah, bahkan Alif kira ayah ngak datang loh" Ucap Alif dengan nada pelan dan hal ini tentu saja membuat hati Arya berdenyut sakit, Ucapan polos Alif ini bahkan menamparnya dengan begitu kejam, Alif bahkan susah mengatakan jika ia berfikir jika ayah tak akan datang, Alif sudah telanjur kecewa karena ia yang bahkan selalu sibuk dengan pekerjaan, dan bahkan perkataan ringan itu berhasil menusuk ke hati Arya


"Maafin ayah ya sayang, maaf banget, ayah janji lain kali ayah bakalan dateng tepat waktu, Ayah janji lain kali pasti ayah bakalan liatin Alif lomba, ayah ngak telat lagi" Ucap Arya dengan nada pelan dan bahkan hanya di balas dengan anggukan pelan oleh Alif


"Ngak papa Ayah, Alif seneng kok kalo Ayah dateng, ayah tau ngak tadi Alif di temani sama bunda loh lombanya, ini adalah lomba yang paling Alif sukai, bunda dateng tepat waktu trus nemanin Alif dari awal sampe Alif ngambil piala tapi bunda pergi setelah Alif ngambil piala, katanya bunda ada kerjaan, Alif tau kok bunda pasti sibuk banget, sama kayak ayah iya kan?" Ucapan polos itu bahkan begitu menohok di telinga Arya, dan, apa yang di sebutkan Alif?, bunda?, sejak kapan?, dan siapa dia?, ia bahkan merasa sangat cemas jika orang yang di sebut Alif bunda ini hanya akan memanfaatkanya, Alif masih terlalu muda, dan ia tak mengerti bagai mana kerasnya sebuah kehidupan


"Maafin ayah yang telat" Bisiknya dnegan penuh penyesalan

__ADS_1


"Udah Alif bilang kan yah, ayah gak salah dan ngak perlu minta maaf, oh iya Yah tadi jadi pemenang loh Yah, Alif dapet juara satunya loh" Ucap Alif tersenyum lebar sembari memeluk piala besarnya, kening Arya mengerut, ia baru mendengar panggilan ini panggilan asing yang bahkan tak pernah ia dengar dari mulut anaknya ini, sedari dulu Alif bahkan tak pernah memanggil bunda pada siapapun dan gadis manapun, namun kalo ini?, dan siapa gadis yang Alif sebut bunda ini, seketika pikiran Arya berkecamuk sendiri, terbesit rasa khawatir pada anaknya, ia khawatir jika si gadis memiliki niat buruk


"Benar pak, istri bapak sangat cantik dan sangat sayang sama Alif" Ucap ibu Kiki sembari tersenyum lebar, ia sangat menyukai kesopanan Lia, ia juga sangat suka dengan cara Lia berbaur dengan mereka, ia suka dengan cara Lia membawa diri, ia juga suka dengan kesederhanaan Lia, siapa yang tidak mengenal Arya, Seornag pengusaha muda yang sukses  dan berpengaruh di kota ini, dan ia masih memiliki penampilan untuk Seornag Lia


"Iya yah karena bunda Alif jadi semakin semangat, dan liat akhirnya Alif menang lomba ini, Alif dapat piala besar, hore, selama ini Alif cuma dapat piala kecil dari mis Nina, dan kali ini Alif dapet piala yang gede" Ucap Alif dengan penuh semangat ia bahkan masih memeluk piala besar nya dengan erat, melihat ini Arya menjadi tak sampai hati, namun?, Bagai manapun ia harus mencari tau siapa perempuan itu, mengapa Alif memanggilnya dengan sebutan ini


"Lalu kemana dia pergi, apakah dia mengatakannya buk?" Ucap Arya bertanya pada ibu Kiki, ia harus mencari tau dan menyelidiki wanita ini, ia tak akan berani mengambil resiko, ia tak ingin kehilangan Alif sampai kapanpun, Alif adalah satu satunya harta berharga miliknya, ia tak akan mungkin membiarkan Alif celaka


"Iya Yah, tadi bunda di telepon sama temannya dan bunda bilang kalo dia  harus segera pergi jadi ngak bisa nganterin Alif deh" Ucap Alif dengan nada ringan,


"Ok kalo gitu, hmm gimana kalo Ayah ngajak jagoan ini jalan jalan, sebagai hadiah karena alif sudah membuat ayah bangga" Ucap Arya dengan nada pelan, kali ini mungkin ia kehilangan jejak gadis itu, namun tidak untuk lain hari, ia yakin gadis itu akan kembali dan ia akan menemukannya dan ia harus tau alasnya mendekati Alif,

__ADS_1


"Hore jalan jalan" Ucap Alif dengan penuh semangat, namun dalam waktu singkat wajah ceria penuh semangat itu berubah menjadi begitu murung, rasa senangnya pergi jalan jalan seketika hilang saat mengingat bundanya


"Tapi bunda?" Ucapnya dengan nada lirih, bagai manapun keberhasilannya kali ini adalah berkat sang bunda, jika saja bundanya tak datang maka tentu saja ia tak akan menjadi semangat seperti  tadi dan bahkan sampai saat ini pun ia masih tak percaya jika dirinya akan menjadi pemenang dalam lomba ini


"Hari ini sama ayah dulu, nanti kalo bunda ngak sibuk lagi baru deh kita main sama sama, udah ah jangan murung lagi, nanti kita cari waktu buat jalan bareng sama bunda, ok" Ucap Arya membujuk anaknya


"Beneran yah?" Ucap Alif dengan penuh harap dan anggukan pelan dari Arya berhasil menerbitkan kembali senyuman indah di wajah imut bocah itu


"Ia dong, hm sekarang nunggu apa lagi?, ayo kita let's go" Ucap Arya membawa Alif masuk ke mobil, dan mulai mengemudi menuju taman bermain, ia merasa bersalah karena untuk sekian kalinya ia membuat alif kecewa, ia akan menebusnya dengan menghabiskan hari yang panjang ini bersama Alif,


"Hore jalan jalan sama ayah" Ucap Alif girang, mereka sudah sangat jarang bermain bersama akhir ahir ini, Alif paham ayahnya pasti sangat sibuk, Alif juga tak mau menganggu dan bertingkah seolah semua baik baik saja, ia bahkan bersikap seolah ia akan baik baik saja Tampa kehadiran sang ayah, bukan karena ia marah ataupun kecewa, ia hanya berfikir jika ia hanya bisa merepotkan sang ayah, dari itu ia tak berani untuk memiliki harapan lebih

__ADS_1


__ADS_2