
"Bunda ini Mis nya Alif, namanya Mis Nina, mis Nina orangnya baik banget loh bun" Ucap Alif dengan semangat memperkenalkan Lia pada lingkungan sekolahnya
"Ah Mis Nina, selamat siang Mis, senang bertemu dengan anda" Ucap Lia dengan ramah, Alif berinisiatif memperkenalkannya dan tentu saja ia tak boleh membuat Alif merasa tak nyaman
"Ah selamat siang juga bundanya Alif, Alhamdulillah saya juga ikutan senang, karena hari ini ibuk punya waktu luang buat nemanin Alif" Ucap Mis Nina dengan nada nan begitu ramah, ia tentu saja merasa senang, Alif adalah salah satu anak yang cukup pintar di sekolah ini, namun karena kurang dukungan membuatnya menjadi sosok yang pemalas,
"Ah makasih Mis udah jagain Alif" Ucap Lia dengan nada Naan begitu lembut, wanita di hadapan mereka adalah staf pengajar di sini
"Iya buk, kasihan Alif, setiap acara di sekolah selalu aja murung, saya lega deh akhirnya ibuk bisa nemanin Alif, ah saya udah banyak ngomong, saya permisi dulu ya buk" Ucap mis Nina dengan nada pelan, ia sudah berani mengatakan hal lancang ini, ia bahkan membicarakan seseorang di depan orangnya langsung
"Yaudah Bun, ayo Alif kenalin sama teman teman Alif, pasti mereka kaget banget, Alif udah pernah bilang sama mereka kalo suatu hari nanti Alif pasti bakalan bawa bunda Alif ke sekolahan ini
"Pelan pelan nanti Jatoh Loh" Ucap Lia dengan nada pelan, namun bahkan Alif begitu bersemangat untuk membawanya menuju teman temanya
"Teman teman, kenalin ini bundanya Alif" Ucap Alif dengan anda girang dan hal itu berhasil membuat beberapa bocah terdiam sembari menatap Lia dengan tatapan lekat
"Bunda ini namanya Kiki, Ini Dini, Riko, sama Dion mereka teman Alif" Ucap Alif dengan semangat menggebu memperkenalkan satu persatu teman temannya
"Alif sama siapa?, kakaknya cantik banget" Ucap salah Kiki dengan nada pelan, selama ini ia bahkan tak pernah melihat bunda Alif, keberadaan Lia yang pertama kali tentu saja membuat mereka bertanya anya
__ADS_1
"Ini bunda Alif Kiki, liat cantik kan?, Alif kan udah pernah bilang sama kalian, suatu hari nanti pasti Alif bakalan bawa bunda Alif ke sini, Alif ngak bohong kan?, Karana Alif tau kalo bohong itu dosa" Ucap Alif tersenyum bangga, dulu ada Seornag anak laki laki yang mengejeknya karena ia tak memiliki bunda, dan saat itu juga Alif mengatakan kalo dia punya dan pasti bakalan bawa bundanya ke sekolah dan nunjukin ke semua teman temanya bahwa bundanya jauh lebih cantik dari bunda bunda mereka, di masa lalu ia mengatakan hal itu hanya untuk membela dirinya namun siapa yang menyangka jika ia memiliki kesempatan untuk membuktikannya, dan mulai sekarang kakak cantik penyelamatnya ini adalah bundanya, orang yang akan sayang banget sama dia
"Bunda Alif Cantik banget ya, bunda baru ya?" Ucap Kiki sembari menatap Lia dengan tersenyum lebar, bunda Alif terlihat sangat cantik, dan bahkan pakaiannya berbeda dengan bunda bunda mereka
"Iya, oh iya, Tante, yang di atas kepala tante apa?" Ucap KIKI sembari menujukan kepala Lia, Lia terkekeh pelan dan setelahnya mengambil tempat untuk duduk di hadapan bocah bocah kecil ini
"Ini namanya kerudung" Jawab Lia dengan senyuman nan merekah indah, ia mengerti jika anak kecil sangat suka dengan sebuah hal baru dan ia mengerti
"Kerudung?, apa itu Tante?, dan kenapa harus di taro di atas, trus rambut Tante kemana?, kok ngak ada, mama Kiki punya rambut warnanya hitam tapi kepala Tante di tutup sama kain" Celoteh Kiki, selama ini ia melihat begitu banyak orang, namun ia tak pernah melihat orang yang menggunakan pakaian cantik seperti bunda Alif, bahkan bunda Alif lebih cantik dari karakter princess yang selama ini ia sukai
"Kerudung itu alat yang di gunakan untuk nutupin kepala, dan setelah di modifikasi jadi deh banyak gayanya" Ucap Lia dengan anda pelan, meskipun di jelaskan mereka tak akan mengerti
"Nanti kalo Kiki sama Dion udah gede pasti tau" Ucap Lia dengan nada pelan
"Iya, nanti Kiki pasti tau sendiri, yang penting Kiki harus belajar yang rajin biar pinter" Ucap Alif dengan semangat, ia bahkan dengan begitu semangat memperkenalkan Lia ke semua teman teman serta gurunya
"Iya, nanti Kiki bakalan jadi cantik kayak bundanya Alif" Ucap Kiki dengan penuh semangat
Alif tersenyum lebar, ia sangat bahagia karena untuk pertama kali ia datang di temani orang yang ia saat ini ia sebut bunda, setelah menunggu cukup lama kini tibalah waktu nya perlombaan, alif juga sudah mulai mempersiapkan diri dan dengan di dampingi oleh lia sebagai ibundanya, sejak tadi ia selalu tersenyum
__ADS_1
"Alif siap siap dulu, trus jangan lupa doa" Ucapnya dengan nada pelan, ini adalah kali pertama ia menemani Seornag anak ke sekolah seperti ini, wajar saja, selama ini ia selalu sibuk dengan pendidikannya dan lagi ia juga belum memiliki anak, hal seperti ini adalah hal baru baginya
"Iya bunda, bunda doain Alif ya, semoga Alif Menag dan dapat piala besar itu, Alif bakalan ngasih piala itu buat bunda, biar bunda bangga sama Alif" Ucap Alif dengan semangat mengeluarkan alat mewarnainya
"Alif pasti bisa, semangat" Bisiknya dengan nada pelan, menang ataupun kalah bukanlah hal yang sangat biasa dalam suatu perlombaan, lagi pula ia tak terlalu perduli dengan hasilnya, yang ia perduli kan adalah proses dan perjuanganya
"Baik lah bunda bunda lomba mewarnai akan segera kita mulai, saya harap bunda bunda jangan ada membantu anaknya, cukup berikan semangat saja untuk menambah kreativitas anak anak" Ucap Mis Nina dengan anda pelan
"Bunda nunggu di belakang ya, Alif harus semangat Menag kalah bukan masalah" Ucap Lia berbisik pelan
"Makasih bunda" Alif tersenyum lebar, sedangkan Lia bergerak mundur untuk bergabung dengan ibu ibu lainya
"Alif, bunda Alif baik banget ya" Bisik Kiki dengan nada pelan, bahkan bunda Alif tak pernah memaksa agar Alif menjadi seornag Jura,
"Bunda Alif memang baik, bunda Kiki juga baik banget kan?"
"Iya, kita punya bunda baik"
"Baik lah anak anak lomba akan di mulai dalam hitungan ke tiga, satu, dua, mulai" Ucap Mis Nina pelan dan setelahnya perlombaan pun di mulai.
__ADS_1