Aku dia & kita

Aku dia & kita
Lo masih punya tuhan


__ADS_3

Mentari pagi kembali menyapa seperti biasanya Lia bangun dan bersiap siap untuk berangkat ke kampus, hari ini ia memiliki jadwal kuliah pagi, dengan tersenyum dan penuh semangat Lia kembali memutar gas motornya menuju kampus, sebagaimana siswa datang ke kampus dan berkuliah adalah hal yang wajar bukan?.


Motor metik itu kembali menyusuri jalan raya untuk membawa pengemudinya menuju kampus, seperti biasa ia hanya bisa dan menikmati perjalananya


Tak butuh waktu lama akhirnya ia sudah berada di parkiran, setelah memarkirkan motornya ia segera bergerak ke lantai 7 yang merupakan lantai kelasnya


"Malah kepagian lagi gue datangnya" Ucapnya melihat sekitar, kelas masih cukup sepi, hanya terisi beberapa orang saja


"Pagi Li" Sapa Ridho yang langsung menujukan cengiran tengilnya


"Pagi juga Ridho, apa lagi mau Lo kalo ini?" Jawab Lia dengan malas, Ridho seperti biasa anak ini akan datang pas ada maunya, dan setelahnya ia ngak kuliah, namun meskipun demikian ia akui jika Ridho pun sudah banyak membantunya


"Heheh Lo tau aja Li, punya pikiran jelek aja Lo sama gue" Ucap ridho terkekeh pelan, niatnya bahkan sudah di ketahui Tampa repot untuk mengatakannya,


"Kayak gue kenal Lo dua hari aja, Lo kalo ngak punya niat mana mau Negor gue"


"Kejam amat sih Lo Li, gue ini teman yang baik ramah baik hati dan suka menolong"


"Ngomong aja mau apa kali ini?" Ucap Lia dengan nada melas


"Hehe, Lo terbaik deh Li, jadi kemaren gue ngak sengaja liat Lo baca buku tentang filsafat hukum, gue boleh minjam ngak, soalnya gue ada beberapa tugas dari dosen, biasa lah ngulang lagi" Ucap Ridho dengan nada pelan, ia sedang membutuhkan referensi dalam menyelesaikan tugas, dan kebetulan ia melihat Lia memiliki buku yang di butuhkan, tentu saja ia harus bergerak


"Di perpus kan banyak Ridho, Lo bisa langsung ke sana aja" Lia berucap dengan nada malas, ia memang baru meminjam buku di perpustakaan


"Kartu perpustakaan gue ilang, boleh ya Li, Lo jangan pelit pelit lah, kan Lo itu baik hati cantik dan ngak sombong" Seperti biasa Ridho akan membujuk Lia dengan rayuan buaya daratnya, dan bahkan hanya di balas dengan senyuman malas

__ADS_1


"Kalo bujuk orang Lo paling jago deh dho, Nih, balikin lusa, jangan lama lama, awas Lo kalo sampe telat gue bisa di denda" Ucapnya dengan nada malas, sedangkan ridho bahkan hanya tersenyum lebar, mereka berteman baik, meskipun Lia tak suka berkontak fisik dengan lawan jenis namun bukan berati mereka ngak bisa komunikasi kan?,


"Iya iya, Lia ku cantik ku, Lo baik banget, gue bakalan balikin tepat waktu" Ucap ridho dengan girang, buku yang ia butuhkan sudah berada di tangannya dari itu akan mengerjakan tugasnya agar cepat selesai dan di lanjutkan dengan tugas tugas tambahan lainya


"Mau kemana Lo?"


"Keluar"


"Pak Ambok masuk bentar lagi loh"


"Gue ngak bakalan lama deh" Ucapnya dengan nada pelan, dan setelahnya segera meninggalkan kelas


Setelah kepergian Ridho Lia kembali fokus pada bukunya hingga suara deringan telpon mengusiknya


"Hallo"


"..."


"..."


"Alhamdulilah kalo gitu, kenapa baru ngasih tau Lia sih Yah"


".."


"Tapi kalo gini Lia jadi tambah kepikiran dan cemas banget"

__ADS_1


"..."


"Hm yaudah deh yah, ayah jaga kesehatan ya, iya yah" Ucapnya dan setelahnya sambungan telpon terputus begitu saja,


Setelah telpon di matikan ia terdiam sejenak, kabar ini terlalu tiba tiba, membuatnya menjadi kepikiran, ia sangat mencemaskan


"Kenapa?" Ucap Riana duduk di samping Lia yang sedang sibuk dengan acara melamun rianya


"Bikin kaget aja" Ucap Lia sembari mengalihkan pandangan menatap Riana yang berhasil mengejutkannya


"Ada masalah?, ayo cerita sama gue" Ucap Riana dengan nada pelan,


Lia melamun dan tentu saja ia sangat tau bagai mana sahabatnya ini, mereka telah bersama selama 3 tahun ini, ia jelas tau bahwa Lia adalah orang yang lebih suka menyimpan masalahnya sendiri, oleh karena itu Riana harus menjadi lebih peka dengan segala perubahan Lia, baik raut wajah ataupun perubahan mood


"Gue baru dapat telpon dari ayah gue" sembari menghela nafas dengan pelan, saat ini ia sedang di landa kegelisahan karena sebuah kabar yang ia ia terima semalam


"Trus?" Ucap Riana dengan nada pelan bersiap untuk mendengarkan Lia yang akan bercerita, jika tak di katakan maka ia tak akan tau dan jika tak bertanya Lia tak akan memberitahunya, yah beginilah Lia, selalu saja melakukan apa yang ia pikirkan


"Ibu gue sakit dan di rawat di rumah sakit, gue kahwatir banget, bagai mana keadaan ibu gue, ngak biasanya ibu mau ke rumah sakit, ini pasti udah parah banget" Ucap Lia sembari menghela nafas pelan, ia sudah mengalami banyak masalah di sini di tambah dengan kabar buruk yang berasal dari kampung halaman,


"Lo tenang, gue yakin ibu lo pasti kuat dan segera sembuh" Ucap Riana dengan nada pelan, ia menepuk pundak Lia memberi semangat


"Gue jauh dari orang tua gue ngak bisa berbuat apa apa, setiap detiknya gue merasa khawatir, gue ngak bisa jaga mereka dan memastikan mereka baik baik saja" saat saat seperti inilah ia menyesali keputusannya untuk melanjutkan pendidikan jauh dari orang tuanya, namun jika ia menetap di sana?, Ada begitu banyak hal yang hanya akan membuatnya kembali sakit, semua tempat yang ia datangi bersama Leo di masa lalu selalu membuat Lia menjadi sedih, dari itulah ia memilih untuk pergi menjauh demi menata sebuah masa depan, berusaha untuk melupakan semuanya, meskipun semuanya akan menjadi sangat mustahil


"Setidaknya lo bisa berdoa kan Li?, Sabar, Lo harus kuat, jangan lupa kita masih punya Tuhan, semua ujian pasti mendapat hasil yang manis, hmm, ya udah ayo kita ke kelas sebentar lagi dosen akan datang" Ucap Riana yang hanya di balas dengan anggukan pelan oleh Lia,  yang di katakan Riana memang suatu kebenaran, ia masih memiliki tuhan untuk tempat memohon dan perlindunganNya

__ADS_1


"Makasih ya Ri, Lo selalu jadi orang yang  nemanin gue dan nenangin gue saat hati gue gundah" Ucap Lia dengan nada pelan, benar, saat ini ia hanya bisa berdoa, ia yakin ibu dan ayahnya di sana juga tak ingin membuatnya panik


"Itulah gunanya teman Li, Ais malah jadi mewek gini kan, Lo sih kebiasaan, udah tau gue mudah mewek Lo malah ungkit ungkit, kan gue jadi ikutan sedih gini, nanti kalo bedak gue luntur gimana" Ucap Riana yang hanya di balas dengan kekehan pelan dari Lia.


__ADS_2