Aku dia & kita

Aku dia & kita
Bundanya Alif


__ADS_3

Sela beberapa jam, akhirnya urusan bersama dosen sudah berakhir sang dosen pun sudah meninggalkan kampus untuk melanjutkan pekerjaan lainya,


Lia dan Riana segera menuju lift untuk turun dan tentu saja akan melanjutkan urusan masing masing, Riana yang lanjut bertemu dengan dosen dan aku yang tentu saja harus menemani Alif kekantor ayahnya


"Langsung ke sekolah Alif?" Riana Berucap dan tentu saja hanya di balas oleh Lia dengan sebuah anggukan


ia akan seger menemui Alif setelah urusannya kelar, akan tetapi ada satu kewajiban lagi yang harus ia lakukan sebelum menemui alif dan itu juga hal yang bahkan tak bisa di tunda, jadi sebelum berangkat ia harus menunaikannya terlebih dahulu


"Sholat zuhur dulu, yuk" Ajak Lia yang di balas dengan anggukan kecil oleh Riana, keduanya berjalan pelan menuju masjid kampus untuk segera menunaikan sholat


"Jangan lupa lo masih harus nemuin pak eby jam 14.30, lo cuma punya waktu dua jam buat di sana, Lo tau sendiri kan betapa sibuknya pak eby dan kali ini ia mau di temuin dan Lo ngak boleh sia siain kesempatan ini" Ucap Riana mengingatkan, jam baru menunjukan angka 12. 22.


"Iya iya, gue bakalan Dateng tepat waktu, tenang aja"


"Awas aja ya kalo Lo telat, mau cepat wisuda ngak lo, jangan lama amat berurusan sama drama perdosenan gini" Ucap Riana yang bahkan hanya di balas anggukan oleh lia, pak eby adalah pembimbing keduanya dan tentu saja sangat sulit di temui


Hal ini jugalah yang membuat ia menjadi lambat, pak eby yang begitu sibuk dan bahan tak mempunya waktu untuk di temui walaupun sebentar saja


"Iya, hm ya udah gue duluan ya" Ucap Lia dan memutar gas motor menuju sekolah Alif yang terletak tak terlalu jauh dari kampus Lia


"Bunda" Ucap Alif langsung menghambur ke pelukan Lia,


Bundanya dateng tepat waktu, saa ia keluar dari kelas bundanya sudah datang dan tentu saja mereka hanya tinggal pergi untuk melanjutkan acara kejutan yang ia buat itu


"Udah nunggu lama ya? " Ucap Lia pelan


Seharunya jam segini Alif baru pulang, jika menunggu lama maka Lia hanya bisa meminta maaf, karena telah


"Ngak kok bun ini juga baru keluar, Alif baru keluar dari kelas, Mia Nina juga tuh baru masuk ke kantor" Ucap Alif menggelengkan kepalanya pelan

__ADS_1


Bundanya tak akan melakukan hal yang memiliki potensi untuk mengecewakannya, ia tau itu, bundanya sangat sayang dan cinta padanya, ia juga yakin jika sang bunda tak akan tega membuatnya menunggu lama


"Sekarang nunggu apa lagi?, ayo berangkat, jio ikut ngak?" Ucap Lia pelan, sebelumnya Alif datang ke kampus bersama jio ia berfikir jika mengajak Jio pun tak masalah, toh Jio juga tidak di jemput oleh ayahnya


Setidaknya mereka bisa berbagi kebahagiaan, Jio memiliki masih yang sama seperti Alif, namun Lia merasa lega Karana keduanya bahkan begitu kuat dan tangguh tak putus asa meskipun telah berkali kali di kecewakan dunia


Jio menjawab ucapan Lia dengan menggeleng pelan, hari ini ia tak ingin bermain dulu, ayahnya sudah berjanji untuk membawanya ke taman hiburan, dan pastinya ia sangat bahagia karena sanga Ayah menjanjikan hal menyenangkan itu


"Papa jio janji mau jemput, nah itu papa dateng" Ucap jio saat melihat seorang pria berjalan mendekati mereka


Jio dengan semangat membenahi tasnya dan jangan lupakan senyuman lebar penuh harap itu, papanya menjadi berubah sejak ia bermain ke kebun binatang bersama Alif waktu itu


Ia tak tau apa yang di katakan Tante cantik ya pada sang ayah namun yang jelas ia sangat berterimakasih, karena setelah itu ayahnya menjadi semakin memperhatikannya dan menyayanginya


"Papa" Ucap jio langsung memeluk papanya


Kebahagiaan yang tiada Tara, memiliki ayah yang menyayanginya dan rela melakukan apapun untuknya, jio merasa bersyukur dengan apa yang ia miliki saat ini


Ia takut jika Jio akan kecewa karena ia telat menjemput, setelah pertemuannya dengan Arya waktu itu ia menjadi lebih memperhatikan Jio


Yang di katakan Arya memang benar, Jio masih terlalu kecil untuk mengerti dengan masalah mereka, Jio bahkan sangat membutuhkan kasih sayang,


ia merasa malu pada Arya, lihatlah Arya bahkan orang yang sangat sibuk namun ia masih bisa meluangkan waktunya untuk menemani anak dan istrinya jalan jalan, sedangkan dirinya?,


Saat ini Ia hanya memiliki jio dan jika Jio tak menginginkannya lagi atau bahkan malah meninggalkannya ia akan menjadi manusia yang paling menyesal Karana telah menyiksa anaknya dengan Albi bekerja untuk masa depannya


Materi memang harus di penuhi, namun kebahagiaan bukan hanya tentang uang, seorang anak kecil membutuhkan sebuah kasih sayang dan waktu dari ayahnya dan mulai saat itu ia suah berjanji pada dirinya sendiri ia akan lebih menyayangi Jio dan akan meluangkan waktu untuk menemani Jio bermain


"Ngak kok pa, ah ia tante cantik ini papanya Jio" Ucap jio pelan

__ADS_1


Ia dengan senag hati memperkenalkan Tante cantik ini pada sang papa


"Selama siang, dan terimakasih telah menjaga jio" Ucapnya dengan nada pelan, istri Arya benar benar baik, di lihat dari manapun ia adalah wanita yang sangat sempurna, Cantik, baik hati anggun dan juga sangat lembut,


Arya sangat beruntung memiliki istri dan anak dan tentunya ia sangat bahagia memiliki keluarga yang lengkap


"Saya juga baru sampai" Ucap Lia pelan, Keduanya pernah bertemu beberapa waktu lalu hanya saja tak saling bertukar sapa, karena Arya yang bahkan langsung memasukan ya ke mobil setelah membiarkan jio di bawa oleh papanya


"Nama saya Liam, kamu?" Ucap liam mengulurkan tangannya, namun lagi dan lagi tangan itu hanya terapung di udara


"Nama saya Lia" Ucap Lia pelan, Liam berdehem pelan dan menarik tangannya ia sangat tau wanita wanita seperti ini, Arya benar benar pandai mencari istri, wanita yang bakan tak bisa di sentuh kecuali oleh orang yang telah memilikinya


"Ya udah, jio, tante sama Alif jalan dulu ya, hati hati di jalan" Ucap Lia pelan


"Iya tante, makasih Jio sayang banget sama tante" Ucap jio turun dari gendongan liam dan berdiri di hadapan lia


"Sampai ketemu besok Assalamu'alaikum" Ucap lia mengelus pucuk kepala jio, setelahnya ia segera menuju parkiran, masalah kue?, kang maman akan mengantarkannya ke kantor,


"Pa, nanti Jio bisa ngak punya mama sebaik bundanya Alif?, Papa tau ngak bunda Alif itu baik banget loh pa, kemarin aja dia ngasih kita kue enak banget"


"Jio mau mama yang gitu?"


"Iya pak, Jio pasti seng banget punya mama kayak bundanya Alif, cantik dan bahkan yang sayang banget Alif, setiap ada acara sekolah bunda Alif pasti datang dan duduk paling depan buat menyemangati kita semua, pokonya bunda Alif keren banget deh yah"


"Nanti kita cari ya, mama yang baiknya kayak bundanya Alif, atau jio mau bunda Alif aja jadi bundanya Jio" Ucap Liam yang mulia menggoda putra kecilnya itu


"Papa ngak boleh ambil bunda Alif dari ayahnya Alif, jio nak mau Alif jadi sedih kayak jio dulu, papa ngak harus ngambil bundanya Alif kok"


Ucapan jio membuat Liam tak bisa menahan tawa, bocah ini bakan masih begitu polos dan menggemaskan, lagi pula jikapun ia mau belum tentu ia akan mendapatkannya, bukan ia tak percaya diri dengan wajahnya hanya saja istri Arya bukan seperti orang yang mudah untuk di dekati

__ADS_1


Entah bagaimana usaha Arya untuk mendapatkannya, Arya pasti menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk menggapai gadis sempurna sepertinha


__ADS_2