
Mentari pagi kembali bersinar, setelah membereskan rumah Lia beranjak menuju kamar untuk membangunkan jagoan kecilnya.
Ia tersenyum saat berada di kamar, suasana pagi yang begitu indah, bagai mana tidak saat ia terjaga bahkan ia langsung disuguhi dengan pemandangan yang begitu indah, mengamati wajah terlelap Alif menjadi hal yang begitu menyenangkan untuk di lakukan, dalam waktu singkat Ia bahkan sudah benar benar menjadi seorang ibu dan ini adalah kebahagiaan yang sangat ia syukuri saat ini, ia merasakan sebuah kehangatan dan perasaan nyaman saat bersama dengan Alif, bocah kecil yang begitu menggemaskan ini
"Sayang bangun, udah siang" Ucapnya berbisik pelan, merasa tidurinya terganggu Alif bahkan langsung menarik Selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya, dan jujur saja ini membuat ia menjadi begitu gemas, lihatlah, setelah menarik selimut bocah menggemaskan ini melanjutkan tidurnya dengan begitu nyaman
"Sayang bangun, udah pagi, hari ini kita mau ke ladang kan" Ucapnya pelan, Alif membuka selimutnya dan pemandangan pertama yang ia temui adalah senyuman indah milik bundanya
"Selamat pagi bunda" Ucap Alif serak suara khas bangun tidur, ia bergerak duduk sembari mengecup pipi lia dan tersenyum lebar, ia akan kembali bertualang hari ini, perjalanan jauhnya haruslah memiliki sebuah pengalaman yang menyenangkan dan akan selalu membekas di hatinya.
"Pagi sayang, ayo mandi dulu" Ucapnya pelan,
"Alif masih ngantuk banget Bun" Ucapnya dan berniat kembali berbaring dan melanjutkan acara tidur rianya
"Mandi dulu sayang, biar segar, habis ini baru deh kita jalanin hari yang panjang ini," Ucap Lia dengan lembut membukakan selimut, Alif hanya menggelengkan kepalanya pelan
"Dingin bunda" Rengeknya dengan selimut yang hanya menampilkan kepalanya, Lia tersenyum sembari membuka selimut dan menggendong Alif menuju kamar mandi.
Sebuah motor berhenti di teras rumah Lia, ya itu ayah Lia, Lia segera mendekati ayahnya dan menciumi punggung tangan ayah nya kemudian memeluk erat cinta pertamanya ini,
"Gimana kabar ayah?" Ucap Lia dengan lembut, ayahnya sudah datang, dan ia hanya perlu bersikap siap untuk segera berangkat ke ladang, sudah terlalu lama ia berada di keramaian kota, dan jujur saja ia merasa sangat rindu dengan suasana tenang khas pedesaan seperti ini
__ADS_1
"Ayah Baik, kamu apa kabar nak?" Ucapnya perlahan duduk di ruang keluarga
"Lia baik juga yah, bunda gimana kabarnya"
"Bunda kamu baik, kangen banget sama kamu bahkan ayah di suruh bangun pagi pagi banget biar bisa jemput kamu"
"Heheh, maafin Lia ya Yah karena jarang pulang" Ia berucap dengan rasa bersalah, ia sudah tak bertemu ibunya selama dua tahun ini, ia merasa bersalah karena bahkan tak memiliki sedikit waktu untuk kembali
"Kamu sibuk sama pendidikan kamu, ya wajar dong" Jawab Sang ayah dengan nada pelan, setelahnya Lia bergerak ke dapur untuk membuatkan teh sang ayah, jarak ladang dari pedesaan memang tak terlalu jauh, hanya saja ayahnya bahkan sudah keluar rumah di pagi buta seperti ini,
"Bunda" Ucap Alif yang baru saja keluar dari kamar, ia terkejut saat melihat pria paruh baya yang kini duduk berdampingan dengan bundanya, siapa dia? dan mengapa ia berada di rumah sang bunda
"Duduk di sini sayang" Ucap Lia tersenyum, Alif berjalan mendekati sangat bunda dan duduk langsung saja mendudukkan diri di pangkuan sang bunda
"Oh ini anak temannya Lia yah, katanya mau liburan, boleh kan?" Ucap Lia pelan, ia lupa, ia hanya mengatakan perihal Alif ini pada sang ibu, hal yang sangat wajar jika ayahnya tak tau apa pun
"Oo gitu, orang tuanya kemana?, kok nitip sama kamu nak" Ucap sang ayah dengan nada pelan, bagai mana pun putrinya ini adalah seornag gadis keberadaan bocah ini akan menjadi pertanyaan bagi penduduk desa
"Ah, orang tua Alif ada urusan bentar yah, nanti bakalan jemput kok, tapi buat sekarang Alif bakalan sama Lia, itung itung liburan di sini" Ucapnya dengan nada pelan, mendengar penjelasan dari sang anak ayah Lia hanya bisa mengguk pelan, mungkin orang tua bocah ini memiliki urusan yang begitu mendesak hingga membiarkan anak mereka berlibur bersama putrinya
"Nama kamu siapa?" Ucapnya lembut, karena sudah di jelaskan maka ia tak perlu mencari tau lebih banyak lagi, karena ia sangat menghargai privasi putrinya
__ADS_1
"Alif kek" Ucap Alif dengan nada pelan, ia ragu memanggil apa, karena pria paruh baya ini Ayah dari bundanya, dan juga sudah terlihat sedikit tua maka ia memutuskan untuk memanggilnya dengan sebutan kakek,
"Hm anak pintar, mulai sekarang panggil kakek ok" Ucap ayah Lia tersenyum kearah Alif, ayah Lia adalah sosok yang sangat suka dengan anak kecil hal yang wajar jika ia begitu lembut pada Alif
"Boleh kan bunda?" Ucap Alif beralih menatap sang bunda, mendengar pertanyaan sang anak membuat Lia tersenyum geli dan setelahnya menggukan kepalanya
"Hore akhirnya Alif punya kakek" Ucap Alif dengan begitu senang, akhirnya ia memiliki kakek, kehadiran Lia perlahan lahan melengkapi keluarganya, di masa lalu ia hanya memiliki ayah, namun sekarang?, ia suah memiliki bunda, di tambah kakek
"Hm ya udah, bunda mau beres beres Alif main sama kakek, jangan nakal ya" Ucap Lia tersenyum dan berdiri dari duduknya dan bergerak menuju kamar
"Bunda mau kemana?" Ucap Alif memegang pergelangan tangan sang bunda
"Bunda mau siapin barang kita, kita mau ke ladang sama kakek" Ucapnya dengan nada gemas, ia hanya akan pergi ke kamar untuk mengemasi kebutuhannya saat berada di ladang, karena ia sedang berlibur maka ia akan menghabiskan waktunya di ladang bersama ayah dan ibunya
"Ladang itu apa bunda?" Alif memiringkan kepalanya, ladang?, apa itu?, ia bahkan tak pernah mendengar kata kata itu sebelumnya
"Nanti Alif liat sendiri, pokoknya bunda jamin Alif bakalan suka ke sana" Ucap Lia terkekeh pelan, hal seperti ini memang sudah sangat wajar jika tak di ketahui, bagai manapun Alif adalah bocah yang lahir dan tumbuh di Jakarta, hal hal seperti ini wajar saja ia tak mengetahuinya
"Kayak taman bermain ya bunda, tapi Alif ngak terlalu suka sama taman bermain bun"
"Alif pasti suka nanti, Sekar ah alif main sama kakek dulu, bunda mau beres beres" Ucapnya dengan lembut dan setelahnya segera memasuki kamar untuk mempersiapkan pakaian yanga kan menemani kepergian mereka kali ini,
__ADS_1
Ia selalu bersemangat jika berurusan dengan ladang ini, ia sudah berada di keramaian sedari beberapa tahun, ia butuh merilekskan otaknya beberapa saat