Aku dia & kita

Aku dia & kita
Ulangtahun Ayah


__ADS_3

"Eh lia, ada yang nyariin tu" Ucap seorang gadis menepuk punggung Lia, Lia menjerit pelan,


"Siapa?" Ucapnya dengan nada pelan


"Bocah, gue ngak tau sih siapa" Ucapnya pelan, Lia manggil dan perlahan bangkit dari duduknya untuk segera menemui kedua bocah yang di maksud


"Bunda" Ucap Alif langsung memeluk Lia, Lia tersenyum lembut,


"Kenapa?, kok Alif sama jio ngak sekolah? " Ucap lia pada kedua bocah yang berdiri di hadapannya ini


"Bunda, hari ini ulang tahunnya ayah, Alif mau bikin kejutan" Ucap Alif pelan


"Ulang tahun ayah ya?, Alif mau ngapain? "


"Alif mau ke kantor ayah, bikin kejutan"


"Hm gimana kalo nanti siang?, bunda masih ada Urusan sekarang, Alif balik ke sekolah dulu trus belajar dulu, nanti bunda jemput ke sekolah Ok" Ucap lia mengelus pucuk kepala keduanya

__ADS_1


"Kang Maman, bawa Alif balik ke sekolah ya, trus saya minta tolong carikan kue" Ucap Lia pelan, ia bukan tak mau mencari kue namun setelah ini Lia masih memiliki jadwal kuliah, tak akan sempat untuk kita toko kue


"Iya nyonya," Ucap kang Maman pelan


"Makasih ya kang, maaf udah ngerepotin, Alif, sama jio ke sekolah dulu, setelah selesai bunda langsung ke sana" Ucap Lia yang hanya di angguki oleh kedua bocah itu


"Hm ya udah, bunda masuk kelas dulu ya," Ucap Lia mengecup kening Alif pelan,


"Gue ngak nyangka lo udah punya anak Lia, mana imut imut banget lagi" Ucap seorang gadis saat berjalan beriringan ke kelas, Lia hanya tersenyum sebagai tanggapan, lagi pula terlalu panjang untuk di jelaskan, sudah lah biarkan mereka berpendapat sesuka mereka


" Jam 14.30" Jawab Lia pelan, yah, hari ini ia akan menemui dosen pembimbing satunya terlebih dahulu, setelahnya ia menemani Alif ke kantor, dan kembali ke kampus untuk Menemui pak Andi, uh memang jadwal yang cukup padat, urusan mahasiswa semester akhir emang ngak ada kelarnya


"Eh tapi ngomong ngomong anak lo lumayan juga ya"


"Lo suka?"


"Ya kalo di kasih"

__ADS_1


"Enak aja lo" Ucap Lia, keduanya terkekeh dan melanjutkan perjalanan  dengan bercanda


"Dari mana aja lo Lia? " Ucap Riana pelan, ia sempat khawatir ini adalah jamnya dosen killer, Riana tak mau jika Lia harus kembali berurusan dengan dosen lagi, cukup sudah yang lama dan itu sangat memusingkan


"Gue dari bawah, kenapa? " Ucap Lia duduk santai di mejanya


"Gue khawatir tau, lo tau kan kalo ini toleran terakhir lo sama pak jino, lo mau di usir trus nilai lo D? " Omel Riana,


"Iya iya, gue minta maaf bikin lo cemas, tadi Alif dateng"


"Ngapain? "


"Bikin suprise untuk ayahnya, lo ikut kan? " Ucap Lia lagi


"Gue?, hm kayaknya ngak deh, gue masih ada janji sama calon gebetan" Ucap Riana terkekeh pelan, ia sudah mengikhlaskan ardy, lagi pula untuk apa memikirkan masa lalu, lebih baik bangkit dan tujukan bahkan ia dapat memiliki pasangan yang jauh lebih baik dari Ardy, Karena hanya orang bodoh yang mau jatuh ke lubang yang sama dan sangat kebetulan Riana bukan salah satu dari orang bodoh itu


"Hm yaudah kalo gitu" Ucap Lia pelan, dosen masuk dan memulai perjalanan,

__ADS_1


__ADS_2