Aku dia & kita

Aku dia & kita
Luangin Waktu


__ADS_3

Hari beranjak sore, acara berkelilingnya pun sudah usai, saat ini mereka berada di sebuah restoran, setelah berkeliling seharian tentunya mereka merasa lapar, masalah jio?, seseorang telah menelpon Lia dan Lia mengatakan jika akan mengembalikan jio saat acara jalan jalan selesai, dan itu di setujui oleh keluarga jio


"Makasih ya tante, om, Alif, jio seneng banget, jio aja lupa kapan terakhir papa bawa jio jalan jalan" Ucap jio sembari mengunyah makanannya


"Pelan pelan jio" Ucap Lia lembut, jio mengguk patuh sembari menyengir


Acara hari ini berjalan sangat menyenangkan, dan yah lancar , jio merasa sangat beruntung di berikan kesempatan menghabiskan hari bersama ayah dan bunda Alif, disini ia dapat merasakan hangatnya pelukan dan merasakan kasih sayang yang tulus dari seorang ibu, kasih sayang yang sangat ia rindukan, bahkan di masa lalu mamanya tak pernah memeluk dan menggenggam tangannya di saat ia ketakutan, ini adalah kenangan yang tak akan pernah ia lupakan sampai kapanpun, ia sendiri tak tau penyebab mamanya meninggalkan rumah, yang pasti mereka bertengkar, mamanya pergi dan bahkan tak pernah kembali lagi setelah itu


"Alif kenyang banget"


"Jio juga"


Kedua bocah itu telah menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, keduanya mengelus perutnya yang terasa begitu penuh, uh tak menyangka jika mereka bisa menghabiskan makanan sebanyak ini, perjalanan hari ini membuat perut mereka benar benar lapar


"Terimakasih atas waktu anda" Ucap Arya pelan, kedua bocah itu sudah terlelap di meja, yah berkeliling seharian memang sedikit melelahkan bagi bocah seperti mereka


"Hmm, sekarang bagai mana?, mereka sudah tidur, kasihan kan kalo di bangunin" Ucap Lia pelan


"Yah memang sedikit melelahkan" Ucap Arya menyesap minumannya, ia menatap Lia dengan lekat, dan itu tak di sadari oleh Lia sendiri


"Seperti Alif, saya pun  sudah mulai ketergantungan pada anda, saya sendiri tak tau bagai mana hari hari saya tampa anda" Batin Arya menatap Lia dengan tatapan lekat, ia merasa nyaman dan akan selalu cemas jika kehilangan kabar dari Lia, hari harinya terasa aneh saat Lia tidak ada, uh sungguh cinta sangat membingungkan


"Hey, apakah anda mendengar apa yang saya katakan?" Ucap Lia yang membuat Arya sedikit terkejut, Arya berdehem, eh apa yang baru saja ia pikirkan?,


"Ah maafkan saya, bisa di ulang? " Ucap Arya pelan, oh tidak untung Lia tak tertangkap basa saat melihat Lia, jika sampai terjadi pasti akan sangat memalukan,


"Saya bilang, mereka udah tidur, anda menggendong Alif dan saya yang akan menggendong jio, kasihan kan kalo di bangunin mereka pasti kelelahan" Ucap Lia pelan


"Hm ya udah" Ucap Arya mengguk pelan menyetujui usul Lia, sepertinya ini pilihan yang terbaik,


"Saya ke toilet sebentar" Ucap Lia, ia beranjak meninggalkan meja menuju toilet, setelah selesai Lia kembali mendekati Arya


"Ayo" Ucap Arya segera mengangkat Alif, Lia pun berniat melakukan hal yang sama tapi ponselnya tiba tiba berdering


"Anda bisa pergi dulu, saya akan mengangkat telfon sebentar" Ucap lia pelan, ia tak bisa mengabaikan telfon dari kakaknya Sintia,


"Hm ya udah saya tunggu di mobil" Ucap Arya berjalan pelan menuju parkir


"Hey, Arya" Sapa seorang pria sembari tersenyum lebar, ia berjalan mendekat dan barulah terlihat siapa yang memanggilnya

__ADS_1


"Eh lo liam, ngagetin aja lo," Ucap Arya menghentikan langkahnya,


"Keliatan kelelahan banget sampe ketiduran gitu" Ucap li pelan, li adalah teman Arya saat kuliah, dan mereka masih berhubungan baik sampai sekarang


"Eh tunggu bentar, gue taro anak gue dulu di mobil" Ucap Arya pelan, Arya meletakan Alif di mobil dan kembali menemui liam yang berdiri di samping mobil,


"Eh lo tumben ngak sibuk," Ucap liam pelan, ia sangat kenal dengan Arya, Arya adalah sosok pekerja keras dan gila kerja,


"Gue nemanin anak gue jalan jalan"


"Seharian?" Ucapnya yang di balas dengan anggukan oleh Arya


"Wow gue aja udah lupa kapan terakhir ngajak anak gue jalan jalan," Ucapnya menghela nafas, Arya menepuk bahu liam dengan pelan


"Usahain buat luangkan waktu buat anak, mereka butuh sosok ayah"


"Widih lo, udah jadi ayah yang baik sekarang, kagum gue"


"Iya dong, walaupun kerja buat kebahagiaan anak, tapi anak juga butuh kasih sayang dan perhatian, jangan sampai lalai" Ucap Arya yang hanya di balas dengan anggukan dari liam


"Alif mana?" Ucap Lia yang baru saja sampai di parkiran


"Bunda" Ucap Alif yang perlahan membukakan kaca mobil,


"Alif kok bangun,?"


"Alif nyari bunda"


" Yaudah, Alif lanjut istirahat, kita udah mau jalan pulang ni, dan tolong bukakan pintu" Ucap Lia pelan, Arya mengguk dan membuka akan pintu


"Eh tunggu, lo punya dua anak?, sejak kapan?,kok gue ngak tau?, mana udah gede lagi " Ucap liam pelan, ia merasa bocah yang berada di pelukan Lia terasa begitu familiar


"Ini temanya Alif, kebetulan kita mau jalan jalan sekalian deh"


"Hm tante" Suara serak itu berasal dari bocah yang berada dalam gendongan Lia, tidurnya terbaik karena dinginnya udara malam, ia mendongak dan langsung menatap Lia dengan sayu


"Jio kok bangun?, jio bobok lagi aja, tante akan ngantar jio pulang, jio pasti capek kan" Ucap Lia yang hanya di balas dengan anggukan pelan darinya, dan jio kembali memejamkan mata melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda, pelukan Lia benar benar nyaman


"Eh tunggu, tunggu, gue kayak kenal, gue boleh liat?," Ucap liam, Lia hanya mengguk dan berbalik

__ADS_1


"Eh ya, ini anak gue" Ucap liam setelah memperhatikan bocah yang sedang tertidur pulas dalam gendongan wanita yang berdiri di hadapannya


"Jio anak lo?," Ucap Arya kaget, ia tak ingat kapan liam menikah, lalu?


"Iya, maaf udah ngerepotin kalian" Ucap liam yang berencana mengambil jio di pelukan Lia, namun aksinya terhenti saat Arya menahan tubuhnya


"Taro jio di mobil" Ucap Arya pelan, Lia mengguk, ia mengerti maksud Arya, yah ia tak suka berkontak fisik dengan siapapun kecuali ayah dan saudaranya


"Maaf udah ngerepotin kalian, dan makasih udah ajak anak gue jalan jalan, dan udah jagain jio" Ucap liam yang kini mengendong anaknya, yah tentu saja jio ia ambil di mobil, Arya tak akan membiarkan siapapun berkontak fisik dengan wanitanya?,


"Udah malam, kita duluan" Ucap Arya pelan, dan masuk ke mobil dan meninggalkan  restoran, setelah beberapa saat berkendara mobil berhenti di depan kosan Lia


"Bunda" Ucap Alif dengan sedikit serak, tidur nyamannya terganggu saat mobil berhenti


"Alif bobok ya" Ucap Lia menepuk punggung Alif pelan, dan setelah beberapa saat Alif kembali terlelap


"Saya permisi, Assalamu'alaikum" Ucap Lia perlahan turun dari mobil,


Lia memandangi Lia hingga pintu itu tertutup, Arya menghela nafas pelan dan memutar mobil untuk segera kembali ke rumah


"Assalamu'alaikum" Ucap Lia masuk ke kamar, di dalam sana Riana terlihat sibuk berkutat dengan ponselnya


"Waalaikumsalam, udah pulang?, dari mana aja?, seharian gue tunggu ngak muncul muncul" Ucap Riana beranjak duduk


"Ke sekolah Alif" Ucap Lia melepaskan kerudung mengambil handuk dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri


"Gimana? " Ucap Riana duduk di samping Lia, saat ini Lia sedang berkutat dengan laptopnya


"Apanya? "


"Arya"


"Seperti yang di lihat" Ucap Lia dan kembali memfokuskan diri ke skripsinya, ia tak ingin menjalin hubungan apapun saat ini, ia tak ingin mengulang kesalahan masalalu, di tambah lagi drama perebutan, uh sungguh bukan gayanya, ia sangat muak jika di usik hanya karena seorang pria, hey hatinya tak seperti 4 tahun lalu, hatinya sangat keras, dan walau bagai mana pun berusaha,  meluluhkan hatinya pasti akan memerlukan waktu yang cukup lama


"Mendingan lo istirahat, lo pasti capek karena nemanin Alif seharian" Ucap Riana menepuk punggung Lia


"Kenapa belum tidur? "


"Sebentar lagi, udah ah yuk tidur, kamu itu kecapekan jangan maksain diri, gue ngak mau lo sakit" Ucap Riana pelan

__ADS_1


"Iya mami bos" Ucap Lia terkekeh pelan menarik selimut dan memejamkan matanya, tak butuh waktu lama akhirnya Lia terlelap dalam tidurnya.


__ADS_2