Aku dia & kita

Aku dia & kita
Anak Gue


__ADS_3

"Sayang, maaf bunda ngak bisa ngantar kamu pulang, bunda ada urusan di kampus nanti Alif di jemput supir aja ya, bunda da urusan, ingat jangan keluar gerbang sampai pak Mamat datang" Ucap Lia dengan nada pelan, ia bahkan berlutut menyamakan tingginya dengan Alif,


Mendengar ucapan sang bunda Alif hanya bisa mengguk patuh sembari tersenyum lebar, hari ini ia sudah sangat berterimakasih karena sang bunda susah mau menemaninya hati ini, dan lihatlah, akhirnya ia berhasil memenangkan perlombaan, ia juga mengerti dengan kesibukan, toh hal seperti ini bukan hal baru, ia sudah terbiasa di tinggalkan hanya akan sebuah pekerjaan


"Hm ya udah bunda hati hati ya, tapi nanti bunda bakalan nemuin Alif lagi kan Bun?" Ucap Alif dengan nada pelan, bundanya memiliki urusan dan ia hanya bisa melihat kepergian sang bunda, seperti biasanya ia memang harus mengerti dengan kesibukan, ia sudah terbiasa


"Kalo bunda punya waktu bunda bakalan nemanin Alif, ok sayang, maaf banget ya karena bunda pergi tiba tiba gini"


"Iya bunda ngak papa, bunda sibuk Alif ngak bakalan gangguin urusan bunda"


"Anak baik" Ucap Lia sembari mengelus lembut pucuk kepala Alif


"Iya, Bu titip Alif ya nanti supir yang bakalan jemput, sayang kamu jgn nakal dengerin kata miss Nina, trus jangan keluar gerbang sendirian, ok" Ucap Lia dengan nada pelan dan setelahnya mencium kening Alif dengan lembut


"Loh emang ibu mau kemana?" Ucap Meri dengan nada pelan, ia sudah mengobrol cukup banyak dengan Lia, ia akui jika Lia adalah anak yang cukup baik dan sangat bisa membawa diri, dan lagi acara belum sepenuhnya selesai, mengapa Lia bahkan pergi secepat ini


"Ada urusan mendadak mbak, saya titip Alif ya mbak, nanti supir bakalan jemput kok" Ucap Lia tersenyum ramah,


Karena waktu yang memang sudah sangat mepet ia tak bisa lebih lama di sini, Riana menelfon maka ia harus segera kembali karena seperti biasa Riana akan mengomelinya, dan lagi ia masih menyayangi nilainya


"Hm ya sudah, kamu juga hati hati, lain kali kita ketemu dan kapan kapan kalo ada waktu kita minum teh bareng, saya merasa kalo kita bakalan cocok bergema " Ucap Meri dengan nada ramah, usia mereka tak terlalu jauh, bunda Kiki adalah wanita yang berada di awal usia tiga puluhan, dan cerita mereka masih cukup nyambung, lagi pula ia sangat menyukai kepribadian Lia yang begitu sederhana, siapa yang tak mengenali Arya Wiguna?, seoang pebisnis muda yang cukup sukses, namun meskipun memiliki harta yang cukup dan bahkan berlimpah ia memiliki istri yang begitu sederhana,

__ADS_1


Meskipun begitu Lia terlihat mahal dengan apapun yang ia pakai, dalam beberapa saat bahkan ia dengan mudah mengagumi kecantikan Lia


"Ah iya mbak, kapan kapan kalo ada waktu saya kabarin" Ucap Lia dengan nada ramah, bunda Kiki menangguk pelan


"Bunda pergi dulu ya sayang, nanti jangan keluar gerbang sebelum di jemput sama supir, ok" Ucap Lia dengan nada lembut sembari merapikan seragam Alif yang memang sedikit kusut


"Iya bunda, bunda juga hati hati dan cepetan selesain urusannya" Ucap Alif dengan nada pelan


"Iya sayang, Bunda pamit ya, Assalamualaikum" Ucap Lia dengan nada lembut


"Waalaikumsalam bunda" jawab Alif dan setelahnya Lia segera bergerak meninggalkan kelas menuju parkiran dan bergegas kembali ke kampus


Setelah beberapa saat berkendara akhirnya ia Sampai di parkiran dan seperti biasa setelah memarkirkan mobil ia segera memasuki gedung menjulang tinggi ini, melangkah masuk ke lif dan menekan angka 7 yang bertanda jika kelasnya berada dilantai itu


"Gue duduk dulu kali Ri, ya kali, gue buru buru banget tau, Lo nelpon seolah gue bakalan di keluarkan dari ni kampus kalo ngak datang di waktu yang tepa, tapi ni lihat?, kelas aja masih sepi banget" Ucapnya sembari mendudukkan. diri disamping Riana sebagai sahabatnya


"Siapa yang ngira kalo Lo mainnya cuma di sekitaran sini, lagian kayak ngak tau Lo aja, suka bener ngaret, nanti kena tegur dosen kapok" Jawabnya dengan nada santai, selama ini Lia adalah mahluk yang paling suka ngaret, itulah yang membuat Riana harus selalu waspada setiap harinya


"Tapi Lo belum bilang, tadi Lo kemana, kok cepat amat nyampenya"


"Gue dari TK depan" Ucap Lia dengan nada pelan sembari mengeluarkan alat tulisnya

__ADS_1


"Ngapain?" Ucap Riana dengan nada tanya


"Sudah lah jgn cerewet, sebentar lagi


giliran kita kan?, mendingan lo fokus ke materi gih, kemana gue pergi ngak penting juga kan?, toh nanti Lo juga bakalan tau" Ucap Lia yang terlalu malas meladeni sahabatnya ini


"Iya" Ucap Riana dengan anda pelan dan segera membuka lembaran buku, saat ini beberapa orang sedang mempresentasikan tugas mereka di depan, dan setalah ini tentu saja salah giliran mereka, dan tentu saja mereka harus bersiap agar tak melakukan kesalahan


"Ya sudah lo siap siap dan hafalin bagian Lo, jangan sampe Lo ngelakuin kesalahan, Lo tau sendiri kan gimana sadisnya ni dosen" Ucap Lia pelan,


"Lo masih ada hutang penjelasan sama gue" Riana menunjuk Lia dengan pulpennya dan bahkan hanya di balas dengan senyuman indah dari seorang lia


"Ngak ada hal yang wow juga, mendingan fokus dengerin tu ocehan dosen" Ucapnya dengan nada pelan


"Gue masih tetap penasaran, dan Lo harus jelasin semuanya nanti, pokonya ia, gue ngak mau tau" Ucap Riana yang bahkan masih bersikeras untuk mendapatkan penjelasan, selama ini ia tau jika Lia suaka melihat anak anak dari kejauhan, namun ia bahkan tak menyangka jika Lia akan mendatangi TK itu, dan pertanyaan yang terpenting ialah apa yang di lalukan Lia  di sana, dan siapa yang ia temui


"Iya iya, nanti, jangan cerewet dan jangan ganggu gue, fokus dulu nanti gue ceritain" Ucap Lia dengan nada pelan, ia jelas mengenal Riana dengan baik, jika tak di katakan maka Riana bisa bertanya puluhan bahkan ribuan kali


"Lo janji, awas aja kalo Lo bohong" Ucap Riana dengan anda pelan


"Iya Riana, sana fokus dulu ke depan" Ucap Lia dengan anda pelan, si Riana sedari tadi masih terus mempertanyakan hal yang sama dan tentu saja hanya akan mendapatkan jawaban yang sama, saat ini mereka sedang berada di kelas, dari itu akan lebih baik jika fokus belajar

__ADS_1


"Iya" Ucap Riana dan setelahnya keduanya kembali memfokuskan diri dengan pelajaran yang ada


__ADS_2