
"Sekarang Alif makan" Ucap Lia, saat ini makanan bahkan sudah tersaji di hadapan mereka, namun Alif bahkan tak menyentuhnya sama sekali, ini benar benar membuat Arya bertanya tanya apa lagi yang akan di lakukan putra kecilnya ini
"Bunda Alif mau disuapin sama bunda" Ucapnya dengan nada lirih, ia dapat melihat kesedihan di mata bundanya, ia tak akan membiarkan bundanya berlarut larut dalam kesedihan itu
"Alif" Tegur Arya, ia bahkan sudah dapat merasakan perubahan sikap dan raut wajah Lia, saat ini ia yakin jika gadis hadapannya ini sedang tak baik baik saja, dan ia tak ingin Alif terlalu membebani Lia
"Alif mau di suapin bunda, bunda" Ucapnya lirih, menatap Lia dengan tatapan berbinar
"Alif jangan sedih, sini bunda suapin" Ucap Lia dengan nada pelan, dan itu berhasil membuat senyum Alif kembali terbit, ia menarik kursinya agar lebih dekat dengan Lia, dan dengan semangat menyantap makanannya.
Di tengah tengah ke kebahagiaan alif tiba tiba seorang wanita berjalan dengan agak tergesa gesa dan tujuan wanita itu adalah meja no 12, itu meja yang di pesan oleh Arya, dan tentu saja sedang menikmati acara makan dengan keluarganya (upst, saya salah ya, hehehe maaf lah kalo gitu, abisnya saya bingung mau nyebutnya apa)
"Sayang" Ucap seorang gadis muda yang bahkan langsung memeluk leher Arya, si gadis terlihat sangat cantik, dengan pakaian yang kekurangan bahan dan make up yang cukup tebal, namun bahkan terlihat sangat pas dengan wajahnya, sangat cantik dan mengagumkan, hm jika di lihat dari atas sampe bawah mungkin gadis ini adalah seorang model, lihat fashion kekinian, pasti Keluaran terbaru dan harganya yang selangit, dan jangan sampai terlewatkan tubuh langsing, mungil namun cukup seksi, hidung mancung, bibir seksi, bola mata yang besar dan di sertai wajah mulus bahkan lalat pun akan terpeleset jika hinggap di sana sungguh sempurna ciptaan mu Tuhan
"Kamu, ngapain ke sini?" Ucap Arya berdiri karena merasa tak nyaman dengan kelakuan wanita yang langsung memeluknya ini, dan lagi perilaku seperti ini sangat tak layak untuk di tunjukan didepan umum seperti ini
"Aku rindu sayang, kamu kok ngak pernah ngabarin aku lagi sih," Ucap si gadis dengan nada manja dan masih memeluk lengan Arya, mereka telah dijodohkan sejak dua tahun lalu, tapi?, Arya bahkan tak pernah mau menerimanya, tak mau membalas chat dan tak mau mengangkat telpon, hal inilah yang membuatnya merasa terhina dan bertekad akan mendapatkan Arya baik dengan cara baik baik ataupun cara kotor
"Dan siapa mereka" Ucap si gadis menunjuk Lia yang masih menyibukkan diri menyuapi Alif, ia bahkan tak pernah mau mengurus kedatangan gadis ini, toh apapun yang mereka lakukan bukan urusnya, saat datang ia hanya melihatnya sesaat, mengagumi kecantikannya dan setelah itu ia kembali menyuapi Alif Tampa merasa terusik sedikitpun
__ADS_1
"Sayang kamu ngajakin pembantu kamu makan bareng di tempat semahal ini?, kamu pasti sedang sakit kan?," Ucap si gadis meraba dahi Arya, takut takut sang pacar sedang tak sadar, mengajak seorang pembantu ke restoran semewah ini yang benar saja?
Si Perempuan menatap Lia dengan tatapan sengit, namun Lia masih terlihat tenang, adem ayem seolah tak keberatan dengan apapun yang akan di katakan dan di lakukan oleh gadis cantik ini, ia juga ia tak ingin mencari masalah dengan ikut campur urusan orang lain, ia yakin jika berurusan dengan orang kaya hanya akan membuatnya kesulitan dan rugi
"O, hm kenalin saya Rita calon istri Arya, dan lo jangan mimpi buat dekati Arya ya, dasar pembantu ngan tau diri, ngaca tuh, kucel gini berani deketin calon gue" Ucap si gadis mengulurkan tangannya belum sempat Lia menyambut tangan itu kembali di tarik dengan gaya nan begitu angkuhnya
"Ini bundanya Alif Tante, bukan pembantu" Ucap Alif sedikit berteriak, ia tak Terima jika bundanya di sebut pembantu, alif kini malah menagis keras, ia tak suka dengan nenek sihir ini sangat tidak suka, lia menghela nafas pelan, Alif menagis dan meja mereka manjadi sorotan para pengunjung lain, huh drama picisan di mulai lagi, namun yakinlah lia tak berniat melihat drama itu, sangat membosankan dan klasik
"Hey anak kecil, gue bukan tante lo dan lo jangan kurang ajar" Ucap Rita menunjuk Alif, dan menatap bocah itu dengan tatapan tak bersahabat, melihat itu Alif memeluk lia erat dan menagis dengan keras
"Alif, jangan nangis, bunda di sini, tenaga ya" Ucap Lia mengelus pucuk kepala Alif dengan begitu lembut, hal ini tentu saja ia lakukan untuk memberi ketenangan pada bocah 6 tahun ini, Alif tak boleh tertekan, ia tak ingin penyakit Alif kambuh
"Maaf sebelumnya, jika kalian punya masalah lebih baik di selesaikan secara pribadi, kalian membuat Alif ketakutan, dan membuat pengunjung lainya terganggu, bisakah bersikap lebih dewasa, masalah pribadi akan lebih baik jika dibicarakan secara pribadi pula" Ucap Lia, yang masih mengelus Alif berusaha menenangkan bocah yang ketakutan ini,
"Kamu apaan sih" Ucap Arya menarik paksa tangan Rita menjauh, Arya berusaha keras untuk menahan emosi nya agar tak meledak saat ini, ini adalah tempat umum reputasinya bisa rusak akibat gadis pengacau ini
"Hey sayang, kamu kok kasar sih, lepasin, sakit tauk, aku mau ngasih pelajaran sama cewek kampungan sialan itu " Ucap rita masih meronta berusaha melepaskan cengkraman kuat Arya, namun Arya tak mungkin membiarkan hal itu terjadi, ia tak akan tinggal diam melihat Lia dan putranya di hina.
"Itu siapa sih" Ucap Riana mendengus kesal, Riana merasa tak Terima jika sahabatnya di beri tatapan seperti itu dan apa itu pembantu?, apakah mata Rita buta?, mana ada pembantu secantik Lia, Lia lebih pantas di sebut istri dari seorang Arya, huh wanita yang sangat menyebalkan
__ADS_1
"Alif takut bunda, nenek sihir jahat itu bentak Alif" Ucapnya yang masih memeluk lia sambil terisak pelan
"Alif tenang ya bunda ada di sini" Ucap Lia membisikan beberapa kata penenang dan mengelus sayang pucuk kepala Alif
"Bunda jangan sedih ya" Ucap Alif lagi mendongak, mata kecilnya menatap lia lekat, Lia hanya tersenyum sambil menggukan kepalanya pelan
"Sekarang alif makan lagi ya" Ucap Lia pelan dan kembali sibuk dengan acara makannya yang sempat tertunda, Alif pun sudah tidak menagis lagi
ponsel Lia berdering, Lia melihat layar utama, di situ sudah tertulis nama sang penelepon, Lia meraih ponselnya dan menghubungkan penggilan
" Hallo assalamu'alaikum "ucap Lia
".. "
" Ok, aku akan ke sana " Ucap Lia pelan, setelahnya Lia memutuskan panggilan telpon, beralih menatap Alif yang sedang menatapnya dalam diam
"Sayang, bunda pergi ya, bunda ada urusan sebentar, Alif pulang sama tante Riana ya, Riana lo nanti pulang sama Alif ya gue buru buru" Ucap Lia meraih tas, dan mencium pucuk kepala Alif
"Alif jangan nakal ya," Ucap lia tersenyum lembut dan berlalu, Alif menatap kepergian lia dalam diam
__ADS_1
"Lo pergi kemana?, pake apa? " Ucap Riana pelan
"Taxi online" Ucap Lia pelan dan meninggalkan Alif bersama Riana, gadis itu berjalan cepat keluar dari restoran, bahkan Alif pun tak memiliki kesempatan untuk bicara.