
"Ayah" Ucap Alif langsung memeluk Arya,
kedatangan Alif tentu saja membuat Arya bertanya tanya, namun saat ini ia hanya perlu diam dan memeluk Alif dengan erat
"Selamat siang pak" Ucap Kinan pelan,
Sebelumnya ia bertemu dengan Lia di bawah dan ia di minta Lia untuk membawa Alif ke atas karena ada beberapa hal yang masih di tunggu, dan di karenakan kini juga memiliki beberapa urusan dengan Arya maka ia membawa Alif untuk menemui ayahnya
Lagi pula Ia juga senag melihat Arya dan Alif yang bahkan terlihat semakin bahagia dari hari kehari, dan ia yakin jika semua orang juga merasakan hal itu
jika suasana hati Arya sedang baik maka pekerjaannya akan mudah di selesaikan, karena jujur saja, suasana hati Arya sangat tak menentu sebelum kedatangan sosok bunda bagi Alif
namun setelah datang?, Arya berubah menjadi pernah lain, orang yang bahkan begitu bisa di ajak kompromi dan sedikit lebih berperasaan dari sebelumnya
Pria memang akan menjadi lebih bahagia jika memiliki pasangan yang tepat, jika suasana hati Arya bahagia maka semua orang akan aman dan tenang
karena meskipun Arya terlihat baik di depan Lia dan Alif namun Arya adalah mahluk yang sangat tegas dengan para bawahanya
jika berani menganggu nya sedikit saja maka sebuah masalah akan datang, dan itu lah yang membuat mereka tak berani memiliki perkara dengan pria anak satu ini
"Terimakasih Kinan"
Arya berucap dengan nada pelan, Kinan sudah membawa Alif ke tuangan ia juga bukan orang tak tak tau terimakasih pada orang yang jelas udah memberikan bantuan padanya
"Sama sama pak, ah ia pak saya juga mau ngasih tau ini jadwal hari ini" Ucap Kinan pelan namun Arya bahkan masih sibuk dengan anak kesayangannya
"Eh anak ayah ke sini sama siapa? " Ucap Arya menggendong Alif dan beranjak menuju sofa
"Sama bunda" Ucap Alif pelan
Lia sedang di bawah menanti pak Maman, dan mereka juga sudah berjanji akan memberikan kejutan,
"Trus bunda di mana?" Ucap Arya pelan, jika tak salah ingat hari ini Lia memiliki jadwal yang cukup padat ia juga pernah berada di posisi Lia
menjadi mahasiswa semester akhir yang bakan lebih rajin dari mahasiswa baru, setiap hari kekampus untuk menemui dosen atau bahkan sekedar meminta tanda tangan untuk menangkapi berkas berkas penting menjelang selesai di bangku ini
lagi pula ia juga sudah hafal dengan dengan jadwal Lia, mereka telah bersama dalam waktu yang cukup lama, hal yang wajar jika mereka saling mengerti
"Bunda masih di bawah," Ucap Alif pelan
"Yaudah, Kinan, jadwal saya siang ini kamu atur lagi"
"Tapi pak ada meeting siang ini"
__ADS_1
"Kamu bisa handle, dan atur ulang jadwal saya"
"Baik pak" Kinan hanya bisa berucap dengan nada pelan,
Setelah melakukan tugasnya tentu saja ia harus kembali ke mejanya, banyak hal yang harus ia selesaikan, siang ini Arya tak ingin di ganggu dan hal ini jelas saja membuat Kinan senyum senyum sendiri
Meskipun repot harus kembali mengatur jadwal namun tentu saja ia merasa senang, keharmonisan keluarga mereka bagaian semangat bagi Kinan untuk bekerja dengan keras dan sigap
karena bosnya ini bisa saja melakukan hal hal di luar nalar dan prediksi mereka, sebelumnya Arya bahkan mengatakan bisa meeting siang ini
Namun lihatlah?, Lia datang siang ini dan ia tak memintanya untuk mengatur ulang jadwal seoang Arya
"Demi kebahagiaanya pak Arya ngak papa kok, asal ngak di potong gaji aja" Ucap Kinan menghela nafas lega
"Eh buk Lia"
"Ah mbak Kinan Alif udah sama ayahnya?"
"Udah buk, ibuk mau ketemu ok Arya kan?, saya telpon pak Arya dulu"
"Hm yaudah mbak, terimakasih ya mbak"
Ia tak akan terlena dengan pemandangan harmonis seperti itu, pekerjaannya masih menumpuk dan sebagai pekerja yang baik harus menyelesaikannya sesegera mungkin
Arya hanya menaikan alisnya, angin apa yang membawa kedua orang penting ini menemuinya, meski keduanya bukan klien atau mitra bisnisnya,
Arya di kejutkan oleh suara telfon di mejanya,
"Hallo"
"... "
"Ya sudah suruh dia masuk" Ucap Arya pelan,
"Ah mbak sudah boleh masuk mari silahkan mbak say antar" Ucap Kinan dengan nada pelan
Entah kenapa sejak pertama kali bertemu Kinan merasa cocok dengan Lia, gadis ini bahkan sangat baik hati dan lembut
Saat Kinan dan Lia berjalan sembari berbincang ringan Arya malah sibuk menyisir rambut untuk menyambut orang penting akan mendatangi ruangannya sebentar lagi, ia harus bersiap, Arya meraih sisir dan merapikan rambutnya
"Ayah lagi ngapain? " Ucap Alif pelan,
ia merasa pusing melihat ayahnya yang sedari tadi bersisir dan membenahi penampilannya yang tak rusak sama sekali,
__ADS_1
Sedari awal ia bahkan bertanya tanya, apa yang di lakukan ayahnya sehingga bahkan jadi gugup banget seperti ini
"Eh.. Ngak" Ucap Arya menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali, ia terlalu bersemangat hey ia bahkan tak menyadari jika Alif berada di ruangan ini
Arya berhenti melihat cermin saat mendengar suara ketukan pintu, Arya berdehem pelan
"Masuk" Ucapnya berjalan pelan menuju sofa
"Yaudah buk saya permisi dulu" Ucap Kinan yang kembali ke meja kerjanya yang Menag tak jauh dari sini
"Makasih ya mbak"
"Saya permisi dulu buk"
Kinan segera melangkah meninggalkan Lia yang masih berdiri di depan pintu dengan box kue untuk merayakan ulang tahun ayahnya Alif
Pintu perlahan terbuka, hal ini membuat Arya semakin gugup saja, ia bahkan sudah seperti ABG labil yang baru jatuh cinta saja
"Selamat ulang tahun ayah" Ucap Alif tersenyum lebar, Lia pun juga melakukan hal yang sama, keduanya membuka box yang sebelumny Lia bawa, dan seperti biasa diatas kue ulang tahun akan ada lilin usia dan tentu saja Alif semakin bersemangat buat ngidupin itu lilin,
Arya tertentu kaget bahkan ia melupakan hari ulang tahunnya, lagi pula siapa yang perduli, selama ini Arya selalu melewatkan hari ulang tahunnya dengan bekerja
Setiap hari hanya bekerja, tak ada hari spesial apapun untuknya, bekerja bekerja dan terus menerus bekerja
"Ayah, sekarang tiup lilin dulu" Ucap Alif yang menghentikan lamunan sang ayah, semakin lama lilin menyala maka akan meleleh dan ia tak mau kue itu kotor karena lilin
"Iya dong yah," Arya langsung tersenyum lebar menatap putra kecil ya
"Apa harapan ayah di ulang tahun ini"
"Bisa bahagiain orang orang yang ayah sayang"
"Berarti buat Alif sama bunda kan? makasih ayah" Ucap Alif yang bahkan hanya di angguki oleh Arya, lebih tertarik untuk fokus pada si senka
"Ngak nemuin dosen atau kegiatan kampus? " Ucap Arya pelan
"Dua jam lagi, pembimbingnya datang dua jam lagi jadi saya masih punya waktu buat Alif" Ucap Lia yang perlahan menghidupkan lilin
"Selamat ulang tahun" Ucap Lia tersenyum lebar
"Selamat ulang tahun ayah" Ucap Alif memeluk Arya
"Makasih ayah sayang banget sama Alif"
__ADS_1
"Sama bunda ngak ya yah?"
"hm, kalo sama bunda sih?, ayah sayang banget sama bunda"